Brilio.net - Ketangguhan Usaha Kecil Mikro dan Menengah (UMKM) sudah beberapa kali diuji krisis. Masih ingat krisis moneter pada 1998 yang berujung kerusuhan? Saat sejumlah perusahaan konglomerasi tumbang, UMKM justru menjadi penyelamat perekonomian Indonesia ketika itu. Roda ekonomi tetap berputar berkat UMKM.

Lalu pada 2008, ketika krisis keuangan melanda Amerika Serikat, ditandai ambruknya Lehman Brothers, bank investasi raksasa, membuat negara adidaya tersebut diambang kebangkrutan. Gelombang krisis menyebar ke sejumlah negara termasuk Indonesia. Lagi-lagi UMKM mampu bertahan dan menjadi motor penggerak ekonomi.

Namun saat pandemi Covid-19 merebak, hampir semua sektor ekonomi tak kuasa melawan, termasuk UMKM. Tapi bukan berarti usaha kecil ini mati. Mereka hanya perlu beradaptasi dengan perubahan baru yang tak pernah dibayangkan sebelumnya.   

Karena itu UMKM perlu didorong menjadi sumber pertumbuhan. Langkah inilah yang diambil Bank Indonesia lewat strategi nasional (Stranas) dalam pengembangan UMKM. Program ini menekankan pada tiga pilar kebijakan yakni korporatisasi, kapasitas, dan pembiayaan. Tujuannya agar UMKM dapat menjawab berbagai tantangan yang dihadapi.

Salah satu program yang dilakukan adalah pengembangan UMKM unggulan yang bertujuan mendorong tumbuhnya aktivitas ekonomi baru di daerah secara berkelanjutan yang berbasis pada potensi lokal dan mendukung pertumbuhan ekonomi inklusif.

Loading...

Pengembangan UMKM unggulan dilakukan untuk mendukung industri kreatif, kegiatan ekspor, dan pemberdayaan perempuan. Difokuskan pada komoditas orientasi ekspor dan pendukung pariwisata seperti kain, kerajinan, kopi dan makanan minuman olahan.

Nah salah satu program yang dilakukan Bank Indonesia untuk mendukung pengembangan UMKM Indonesia adalah dengan menggelar ajang tahunan Karya Kreatif Indonesia (KKI).

Nah seperti apa ya penyelenggaraan tahun ke lima KKI di tengah suasana pandemi Covid-19 masih terus menjadi kekhawatiran di tengah masyarakat? Berikut faktanya. 

1. Ajang selebrasi UMKM

Pameran KKI © 2020 brilio.net

Sejak tahun 2019, konsep KKI diselenggarakan sebagai sebuah festival dengan format resepsi atau selebrasi perayaan kesuksesan UMKM yang dari tahun ke tahun dibina Bank Indonesia di berbagai daerah. Kegiatan KKI juga dirancang secara terintegrasi, meliputi pameran produk unggulan, pagelaran karya kreatif, talkshow, workshop, business matching dan business coaching untuk mendukung UMKM yang lebih produktif melalui digitalisasi dan mampu menembus pasar global.

2. Digelar secara virtual

Pameran KKI © 2020 brilio.net

Penyelenggaraan ajang yang tahun ini mengusung tema besar Mendorong UMKM Menjadi Kekuatan Baru Perekonomian Nasional Melalui Digitalisasi Akses Pasar ini, untuk pertama kalinya digelar secara virtual. Hal ini dilakukan sebagai penyesuaian terhadap dinamika ekonomi nasional di masa pandemi. Ajang ini juga untuk mendorong UMKM lebih digital agar menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru.

“Di tengah pandemi Covid-19 kita meyakinkan bersama untuk memajukan UMKM sebagai sumber pertumbuhan dan kekuatan ekonomi kita," ungkap Gubernur BI Perry Warjiyo.

3. Melibatkan ratusan UMKM

Pameran KKI © 2020 brilio.net

Pada gelaran KKI 2020, sedikitnya melibatkan 377 UMKM binaan Bank Indonesia, terdiri atas 127 pengrajin kain, 132 pengrajin makanan dan minuman, 74 pelaku karya dan 44 UMKM UMKM kopi. Dalam kegiatan business matching telah berhasil menghubungkan 328 UMKM dengan para mitra bisnisnya dengan nilai kesepakatan bisnis hingga mencapai Rp113,2 miliar. Angka transaksi pada KKI seri 1 di tahun 2020 berhasil meningkatkan angka transaksi hingga 54% dari tahun sebelumnya.

4. Digelar 3 seri, ada tema milenial juga loh

Pameran KKI © 2020 brilio.net 

KKI 2020 dilaksanakan dalam 3 seri. Seri 1 sudah dilaksanakan pada 28-30 Agustus 2020. Sementara Seri 2 akan berlangsung pada 7-9 Oktober mendatang, dengan mengusung tema “Sinergi untuk UMKM Digital”. Sedangkan Seri 3 dengan tema Sinergi UMKM untuk Sahabat Milenial akan diselenggarakan November mendatang.

Berbagai rangkaian kegiatan menarik dapat diikut di ajang ini seperti Pameran Produk UMKM Unggulan, Pagelaran Karya Kreatif, Business Matching, Business Coaching, Webinar Digitalisasi UMKM, Edukasi Onboarding UMKM, Workshop Healthy Food.

“Ke depan, BI akan selalu berkomitmen untuk terus mengembangkan UMKM agar dapat menjadi tulang punggung perekonomian daerah dan nasional, serta bersinergi dengan berbagai kementerian dan lembaga,” pungkas Perry.