Brilio.net - Di masa pandemi Covid-19 seperti sekarang, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) harus terus didorong agar mampu bertahan. Maklum, di masa krisis akibat pandemi, UMKM disebut-sebut sebagai sektor yang paling terpukul. Berbeda dengan krisis 1998 dan 2008 di mana UMKM mampu menjadi penyelamat perekonomian. Kini UMKM merasakan pukulan telak serangan pandemi. 

Beruntungnya di masa-masa sulit seperti ini, masih ada pihak yang serius memperhatikan nasib UMKM. Salah satunya Bank Indonesia (BI) yang sejak lama memiliki perhatian kepada usaha kecil. Sejak 2016, BI selalu menggelar Pameran Karya Kreatif Indonesia (KKI). Tujuannya untuk mendukung peningkatan kontribusi UMKM dalam perekonomian nasional.

Tahun ini, kendati dalam situasi pandemi Covid-19, tetapi tidak menyurutkan upaya Bank Indonesia memberikan semangat kepada UMKM untuk berkarya lewat ajang KKI 2020 yang diselenggarakan secara virtual dalam tiga seri sejak Agustus 2020. Setelah sukses menggelar dua seri sebelumnya, seri ketiga akan digelar pada 20 hingga 22 November 2020.

Pencapaian UMKM pada KKI seri 1 dan seri 2 sangat membanggakan dengan jumlah peserta pameran sebanyak 377 UMKM yang berhasil meraih omzet penjualan sebesar Rp10,5 miliar serta dikunjungi secara virtual oleh 53.153 pengunjung.

Dalam KKI 2020 juga dilakukan selebrasi kesepakatan bisnis yang terjadi sejak 2019 hingga 2020 dengan capaian penjualan dan ekspor sebesar Rp69,1 miliar, serta terjadi komitmen pembiayaan antara UMKM dengan lembaga keuangan sebesar Rp44,1 miliar.

Loading...

Khusus di KKI 2020, diselenggarakan pula one on one meeting antara 31 UMKM dengan 16 buyer (eksportir atau agregator) dari dalam maupun luar negeri, serta terjadi komitmen pembiayaan antara UMKM dengan lembaga keuangan sebesar Rp4,7 miliar.

Lantas seperti apa ya penyelenggaraan KKI 2020 seri ketiga ini, berikut faktanya.

1. Menyasar milenial

KKI Seri 3 © 2020 brilio.net

Mengusung tema UMKM Sahabat Milenial, KKI 2020 keri ketiga diharapkan bisa mendorong generasi muda memiliki semangat cinta UMKM dengan mencintai produk lokal serta menumbuhkan semangat kewirausahaan bagi perekonomian bangsa.

2. Mendorong digitalisasi UMKM

KKI Seri 3 © 2020 brilio.net

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan kreativitas, digitalisasi, dan sinergi merupakan kunci untuk menciptakan nilai tambah dalam memajukan UMKM sebagai kekuatan baru perekonomian nasional di era digital. Kreativitas bakal dengan meningkatkan nilai tambah produk UMKM.

Digitalisasi dilakukan melalui inisiasi UMKM Go Digital dan integrasi ekonomi keuangan digital melalui infrastruktur sistem pembayaran yang cepat, mudah, murah, aman dan andal.

“Sinergi kebijakan nasional pusat dan daerah, memperkuat model bisnis yang terintegrasi, dan secara end to end mendorong kemajuan UMKM,” ujar Perry.

3. Dibuka Ibu Negara

KKI Seri 3 © 2020 brilio.net

Penyelenggaraan KKI 2020 seri ketiga semakin spesial karena akan dibuka Ibu Negara RI, Hj Iriana Joko Widodo. Beragam acara menarik akan kembali dihadirkan, seperti pameran virtual dan pagelaran karya kreatif dengan tema "Young and Fashionable".

Pagelaran tersebut akan menghadirkan desainer Didiet Maulana yang mengangkat kain tradisional Tenun Tanimbar produk UMKM Binaan Kantor Perwakilan BI Provinsi Maluku dan desainer Ayu Dyah Andari yang mengangkat kain Tenun Lurik produk UMKM Binaan Kantor Perwakilan BI provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.

4. Khusus untuk milenial nih

KKI Seri 3 © 2020 brilio.net

Berbagai event menarik diselenggarakan khusus bagi segmen milenial, seperti Dialog Kopi, kompetisi latte art, Edukasi Onboarding, dan Business Coaching. Narasumber dipilih yang inspiratif bagi kalangan milenial, seperti barista Chico Jericho dan Yessylia Violin, pengusaha muda Aldi Raharja, Michael Chrisyanto, Mohamad Iqbal, Lutfiel Hakim, Agung Prakoso, Vanda Rainy, Ferly Novriadi, dan Imam Wibowo.

Melalui KKI, UMKM binaan dan mitra Bank Indonesia di seluruh nusantara didorong untuk secara kontinyu melakukan inovasi, memperbaiki kualitas produk sesuai selera pasar dan berorientasi ekspor, serta memanfaatkan platform digital, agar dapat menembus pasar internasional.