Brilio.net - Menurut data yang dirilis World Health Organization (WHO) awal 2015 lalu, kanker payudara adalah salah satu penyakit yang paling mematikan setelah penyakit jantung dan paru-paru.

Diagnosa kanker payudara adalah mimpi buruk bagi setiap orang terutama para wanita. Lalu bagaimana jika vonis kanker payudara itu justru datang saat kondisi hamil dan saat harapan besar bisa menyusui sang bayi jadi lenyap seketika?

Sebagaimana dilansir brilio.net dari Huffington Post, Rabu (11/5), beberapa ibu di dunia ini harus menjalani masa yang sulit sebelum mereka melahirkan anaknya seperti halnya mendapatkan vonis mengidap kanker payudara beberapa minggu sebelum kelahiran anak tercinta.

ibu & kanker payudara © 2016 brilio.net

Sarah Whitney (31) didiagnosa kanker payudara saat kehamilannya memasuki usia 20 minggu. Hal ini membuatnya syok sebab harus menjalani kemoterapi. Terlebih, setelah melahirkan impiannya memberikan ASI eksklusif kepada anaknya menjadi sirna. Sebelum menyetujui untuk mengikuti berbagai tahapan kemoterapi, Whitney mengajukan syarat kepada dokternya untuk menyusui anaknya untuk terakhir kalinya dan hal itu pun dikabulkan.

Loading...

ibu & kanker payudara © 2016 brilio.net

Suasana haru berlangsung beberapa jam setelah melahirkan. Whitney menyusui anaknya untuk pertama kali dan terakhir kalinya dengan berurai air mata. Suasana haru di ruang persalinan berhasil diabadikan oleh fotografer Katie Murray.

Hal yang sama juga dialami oleh seorang ibu bernama Heidi Loughlin (33) yang harus mengubur impiannya memberikan ASI selama 2 tahun kepada anaknya. Loughlin menerima vonis kanker payudara saat usia kehamilan 3 bulan yang membuatnya terpaksa mempercepat 12 minggu kelahiran sang anak dari waktu yang seharusnya.

"Saya merasa bersalah harus melahirkannya lebih cepat dan tidak bisa memberikannya ASI, tapi demi anak saya harus sembuh, saya ingin ada di sisi mereka selalu," ujar Loughlin dalam wawancara bersama Daily Mail.

Kedua wanita ini kini sedang menjalani kemoterapi penyembuhan. Kisahnya banyak menginspirasi perjuangan ibu di dunia dalam memberikan ASI pertama kepada anak-anaknya.