Brilio.net - Seekor lumba-lumba ditemukan mati di pantai diduga karena dehidrasi setelah diarak keliling layaknya sebuah piala oleh kerumunan wisatawan yang sedang berjemur dan bermain di pantai Santa Teresita, bagian timur laut Buenos Aires, Argentina.

Orang-orang itu mengambil foto selfie bersama lumba-lumba sehingga menyebabkan hewan laut tersebut mengalami dehidrasi dengan waktu yang cukup lama. Selain berfoto, mereka juga menyentuh lumba-lumba ini karena merasa penasaran. Mirisnya, setelah berfoto dan menyaksikannya, hewan mamalia ini ditinggalkan begitu saja di atas pasir.

Lumba-lumba korban selfie ini termasuk dalam lumba-lumba jenis La Plata yang juga dikenal sebagai lumba-lumba Franciscana yang dapat hidup hingga dua puluh tahun.

Lumba-lumba langka ini mati akibat dipaksa selfie wisatawan, kejam!

Atas kejadian ini, Yayasan Wildlife di Argentina memberikan peringatan kepada masyarakat terkait lumba-lumba La Plata yang dikenal sangat rentan dan hanya dapat ditemukan di lepas pantai Argentina, Uruguay dan Brasil.

Loading...

"Lumba-lumba Franciscana tidak dapat hidup lama di luar air karena memiliki kulit lemak tebal yang memancarkan panas. Artinya, ia akan mengalami dehidrasi dan akhirnya mati," ungkap petugas dari yayasan tersebut dikutip brilio.net dari Dailymail, Kamis (18/2).

Yayasan Wildlife juga menginformasikan kepada masyarakat agar segera mengembalikan lumba-lumba secepat mungkin ke laut jika menemukannya terdampar di pinggir pantai.

"Sangat penting agar setiap orang membantu untuk menyelamatkan hewan ini, pasalnya lumba-lumba Fransiscana sangat diperhitungkan jumlahnya," jelas mereka.

Lumba-lumba Fransiscana terdaftar sebagai hewan yang rentan di International Union for Conservation of Nature (ICUN) Red List of Threatened Species, sebuah lembaga konservasi untuk melindungi spesies hewan yang terancam punah.

Namun, lumba-lumba Fransiscana menjadi perhatian lembaga konservasi tersebut karena keberadaannya yang terancam akibat penangkapan oleh nelayan. Kini, populasinya hanya tersisa sekitar 30 ribu di dunia.