×
Sign in

Hello There

Sign In to Brilio

Welcome to our Community Page, a place where you can create and share your content with rest of the world

  Connect with Facebook   Connect with Google
Dikerjai bos dengan kompresor angin, nasib pria ini berujung tragis

View Image

0

BRILIO » Duh

Dikerjai bos dengan kompresor angin, nasib pria ini berujung tragis

Bercanda yang berujung maut.

26 / 09 / 2018 20:01

Brilio.net - Mengerjai rekan seolah menjadi hal biasa di sekitar kita. Biasanya tujuannya untuk candaan saja. Namun siapa sangka, candaan bisa berakhir hal tragis seperti kematian.

Begitu pula dengan peristiwa yang terjadi di India baru-baru ini. Dilansir brilio.net dari thesun.co.uk, Rabu (26/9), candaan yang berujung maut terjadi di pabrik yang terletak di kawasan industri Kolhapur, India. Seorang bos di pabrik tersebut mengerjai karyawannya dengan kompresor angin. Bos tersebut memasukan kompresor angin di pantat pria bernama Aditya Jadhav saat sedang bekerja.

Awalnya sang bos hanya menyemprot bagian kepala dan rambut. Lalu ia menyemprot badan dan tangan Aditya Jadhav. Tiba-tiba ia juga menyemprot pantat Aditya Jadhav.

Tak disangka, karyawan tersebut langsung jatuh ke lantai. Bos yang mengerjainya mengamati pria tersebut beberapa saat. Ternyata tekanan kompresor angin itu berakibat fatal.

Tim medis mengatakan tekanan dari kompresor angin membuat organ dalam Aditya Jadhav terganggu. Dokter mengatakan usus Aditya Jadhav mengalami gangguan berat. Ia pun harus dirawat selama 15 hari.

Loading...

Sayangnya Aditya Jadhav tidak dapat diselamatkan hingga akhirnya meninggal. Polisi masih melakukan penyelidikan. Hingga saat ini, bos yang tak diketahui identitasnya tersebut malah menghilang.

Berikut detik-detik kejadian naas yang menimpa Aditya Jadhav.





Pilih Reaksi Kamu
  • Senang

    0%

  • Ngakak!

    0%

  • Wow!

    0%

  • Sedih

    0%

  • Marah

    100%

  • Love

    0%

Loading...

RECOMMENDED VIDEO

Wave white

Subscribe ke akun YouTube Brilio untuk tetap ter-update dengan konten kegemaran Milenial lainnya

MORE
Wave more