Brilio.net - Memiliki penyakit kulit langka menjadi kenyataan yang harus diterima oleh bocah bernama Carter Blanchard (8). Bocah laki-laki asal Arkansas, Amerika Serikat ini mengidap penyakit vitiligo. Karena penyakitnya, ia dijauhi oleh orang, khususnya teman sebayanya. Carter pun tak memiliki teman bermain dan selalu merasa sendirian.

Carter divonis menderita vitiligo sejak duduk di bangku Taman Kanak-kanak, sebagaimana dilansir brilio.net dari Huffingtonpost, Jumat (24/3). Merujuk pada National Institutes of Health, vitiligo adalah sebuah penyakit yang menyerang sel pembentuk pigmen pada kulit. Penyakit ini ditunjukkan dengan pembentukan warna kulit yang tidak sempurna. Kulit Carter pun muncul bercak putih di tubuhnya. Sejak saat itulah, kepercayaan dirinya menurun.

Carter and Rowdy © 2017 brilio.net

Karena penyakitnya ini, banyak teman-teman Carter yang menjauhinya. Perubahan kulitnya berlangsung dengan cepat. Pada awalnya Carter pun merasa tidak menyukai keadaan dirinya. Ia membenci wajahnya. Carter pun sangat merasa kesepian karena penyakitnya.

Kendati demikian, rasa kesepiannya semakin pudar lantaran ia mendapat seorang teman baru. Teman baru Carter ini memiliki nasib yang sama dengan dirinya, yaitu pengidap penyakit vitiligo. Teman baru Carter ini bukanlah manusia, melainkan seekor hewan berjenis anjing. Hewan berusia 13 tahun ini berjenis ras Labrador hitam. Anjing bernama Rowdy ini pun tak sempurna, ia juga mengidap penyakit vitiligo.

Loading...

Carter and Rowdy © 2017 brilio.net

Singkat cerita, pertemuan Carter dan Rowdy bermula dari sebuah situs di internet. Pada laman tersebut tergambar kondisi sang anjing. Saat itu pula, sang ibu menunjukkan pada Carter. Seketika anaknya menjadi semangat karena ada yang memiliki nasib yang sama dengan dirinya. Ibu Carter pun mengontak pemilik Rowdy. Pemilik Rowdy, Niki Umbenhower bertempat tinggal di Canby, Oregon. Jarak keduanya relatif jauh. Mereka pun menjalin hubungan jarak jauh.

Carter and Rowdy © 2017 brilio.net

Melihat kondisi Carter dan Rowdy yang berjauhan. Netizen membuat sebuah penggalangan dana melalui sebuah laman. Uang yang dikumpulkan digunakan untuk biaya transportasi Carter bertemu Rowdy. Carter dan ibunya akhirnya dapat bertemu Rowdy di Oregon dengan bantuan donasi tersebut.

Carter and Rowdy © 2017 brilio.net

Pada dua jam pertama, Carter tidak bisa lepas dari Rowdy. Ia selalu mengelus dan memeluk anjing Labrador hitam tersebut. Keduanya pun terlihat seperti sahabat yang kembali dipertemukan. Setelah pertemuan tersebut, kondisi Rowdy semakin memburuk. Ia mengalami kejang dan membutuhkan tes lebih jauh untuk mengetahui penyebabnya.