×
Sign in

Hello There

Sign In to Brilio

Welcome to our Community Page, a place where you can create and share your content with rest of the world

  Connect with Facebook   Connect with Google
Takotsubo: Sindrom patah hati

0

Kesehatan

Takotsubo: Sindrom patah hati

Setelah rokok, obesitas, dan gaya hidup tidak sehat sebagai penyebab serangan jantung, ternyata ada satu lagi yaitu patah hati.

Disclaimer

Artikel ini merupakan tulisan pembaca Brilio.net. Penggunaan konten milik pihak lain sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Silakan klik link ini untuk membaca syarat dan ketentuan creator.brilio.net. Jika keberatan dengan tulisan yang dimuat di Brilio Creator, silakan kontak redaksi melalui e-mail redaksi@brilio.net

Happy Wulandari

27 / 07 / 2021 09:45

Kalau dipikir-pikir, patah hati sebenarnya adalah peristiwa natural dalam hidup ini dan semua orang mengalaminya. Tidak pula sekali dua kali, patah hati bisa terjadi beberapa kali pada beberapa orang dengan jalan hidup yang spesial.

Manusia merasakan patah hati ketika kehilangan seseorang ataupun sesuatu yang ia kasihi atau yang ia inginkan. Mulai dari hubungan romantis, persahabatan, anggota keluarga, hewan peliharaan, benda koleksi, karir, hingga bahkan kesempatan yang dianggap tidak akan kembali lagi. Apa pun yang hilang, patah hati adalah patah hati.

Patah hati bisa menyebabkan tekanan luar biasa, apalagi kalau terjadi secara mendadak. Stres yang terjadi bisa dirasakan secara emosi dan fisik dengan masa sembuh yang berbeda-beda. Bisa mingguan, bulanan, hingga tahunan.

Adalah Takotsubo syndrome, atau biasa dikenal dengan broken heart syndrome, nama medis untuk sindrom yang bisa disebabkan oleh patah hati, atau tepatnya oleh stres yang diakibatkan oleh situasi atau suasana patah hati. Gejalanya mirip serangan jantung, seperti yang paling sering terjadi adalah rasa nyeri di dada, sesak, pusing, mual, muntah, dan pingsan.

Kabar baiknya adalah: kondisi ini dapat disembuhkan. Kebanyakan orang yang pernah mengalaminya merasa lebih baik dalam waktu beberapa minggu dan tidak—sangat jarang—kambuh.

Kabar buruknya: rasanya bisa benar-benar menyakitkan, bahkan kebanyakan orang merasa ia sedang mendapat serangan jantung sungguhan. Tentunya dalam hal ini, bila kamu bingung membedakan antara keduanya, segera saja cek ke rumah sakit bila menemukan salah satu gejala muncul.

Source





Pilih Reaksi Kamu
  • Senang

    0%

  • Ngakak!

    0%

  • Wow!

    0%

  • Sedih

    0%

  • Marah

    0%

  • Love

    0%

Loading...

RECOMMENDED VIDEO

Wave white

Subscribe ke akun YouTube Brilio untuk tetap ter-update dengan konten kegemaran Milenial lainnya

MORE
Wave red