×
Sign in

Hello There

Sign In to Brilio

Welcome to our Community Page, a place where you can create and share your content with rest of the world

  Connect with Facebook   Connect with Google
Metode baru forensik dalam mengidentifikasi kasus kekerasan seksual

0

Ilmiah

Metode baru forensik dalam mengidentifikasi kasus kekerasan seksual

Pada masa pandemi kasus kekerasan seksual kian meningkat. Bagaimana peran forensik dalam mengidentifikasi kasus kekerasan seksual?

Disclaimer

Artikel ini merupakan tulisan pembaca Brilio.net. Penggunaan konten milik pihak lain sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Silakan klik link ini untuk membaca syarat dan ketentuan creator.brilio.net. Jika keberatan dengan tulisan yang dimuat di Brilio Creator, silakan kontak redaksi melalui e-mail redaksi@brilio.net

Rizqi Fithratullah

15 / 11 / 2021 09:29

Jumlah kasus kekerasan seksual kian meninggi tiap tahunnya. Pada tahun 2020, Komisi Nasional Perempuan mencatat 459 wanita dewasa dan 2.683 anak-anak menjadi korban kekerasan seksual. Bahkan, WHO (World Health Organization) menyatakan 1 dari 3 perempuan dan 3 dari 10 anak-anak merupakan korban kekerasan seksual.

gambar sampel barang bukti dari pelaku dan korban kejahatan seksual. doc pribadi

Salah satu bentuk bukti forensik yang paling berharga dalam kasus kekerasan seksual yang dilakukan oleh laki-laki adalah adanya air mani, baik dalam bentuk noda yang tertinggal pada barang-barang maupun pada swab yang dikumpulkan dari korban setelah adanya suatu pelanggaran. Untuk memastikan bahwa ada air mani, noda yang dicurigai diperiksa di bawah mikroskop untuk melihat apakah ada sel sperma yang terlihat.

Laboratorium forensik biasanya menggunakan serangkaian pewarna berbeda untuk membantu menodai sel sperma, membuatnya lebih mudah dideteksi. Namun, noda ini tidak terlalu sensitif atau spesifik, membuat proses deteksi menjadi rumit dan memakan waktu, terutama jika noda sudah tua atau rusak.

gambar mikroskopis sperma manusia

Loading...

Dalam penelitian baru, James Gooch seorang ilmuwan dari Kings College London dan University of Warwick sedang menguji metode alternatif yang murah dan efektif. Metode yang mereka lakukan didasarkan pada pengembangan aptamers, molekul DNA untai tunggal yang mampu secara selektif mengikat target tertentu.

Diterbitkan dalam Journal of Analytical and Bioanalytical Chemistry, James Gooch dkk mengidentifikasi beberapa kandidat aptamers yang menjanjikan dan kemudian menunjukkan bahwa mereka mampu secara selektif mengikat sel sperma daripada jenis sel lainnya.

Dengan menambahkan tag fluoresen ke aptamers yang dihasilkan, metode ini dapat bertindak sebagai metode yang sangat spesifik dan sensitif untuk mendeteksi sel sperma dalam sampel kerja kasus forensik dengan membuatnya 'menyala' di bawah mikroskop.  

Selain itu, teknik ini juga dapat membantu ahli forensik untuk mengidentifikasi barang bukti air mani dalam kasus kekerasan seksual, serta mencegah kemungkinan hilangnya bukti.

 

*Oleh: Rizqi Fithratullah / Mahasiswa Pascasarjana Ilmu Forensik, Universitas Airlangga

Source






Pilih Reaksi Kamu
  • Senang

    0%

  • Ngakak!

    0%

  • Wow!

    0%

  • Sedih

    0%

  • Marah

    0%

  • Love

    0%

Loading...

RECOMMENDED VIDEO

Wave white

Subscribe ke akun YouTube Brilio untuk tetap ter-update dengan konten kegemaran Milenial lainnya

MORE
Wave red