×
Sign in

Hello There

Sign In to Brilio

Welcome to our Community Page, a place where you can create and share your content with rest of the world

  Connect with Facebook   Connect with Google
Menilik persoalan sistem pendidikan tinggi di Indonesia

0

N/A

Menilik persoalan sistem pendidikan tinggi di Indonesia

Ada beberapa kendala yang dihadapi perguruan tinggi di Indonesia.

Disclaimer

Artikel ini merupakan tulisan pembaca Brilio.net. Penggunaan konten milik pihak lain sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Silakan klik link ini untuk membaca syarat dan ketentuan creator.brilio.net. Jika keberatan dengan tulisan yang dimuat di Brilio Creator, silakan kontak redaksi melalui e-mail redaksi@brilio.net

Ayudiah Chairani

22 / 04 / 2019 14:50

Pendidikan merupakan sesuatu yang harus dimiliki oleh setiap individu untuk mencapai suatu tingkatan dan kesempatan untuk mendapatkan pendidikan merupakan hak setiap orang sehingga semua orang bisa mengenyam pendidikan yang semestinya.

Pendidikan tidak pernah lepas dari semua negara sebab pendidikan adalah jalan utama untuk memajukan kehidupan generasi penerus bangsa. Menurut Albatch (1989), pendidikan tinggi menjadi sangat penting karena di situlah individu ditempa menjadi seorang profesional di banyak bidang, berbagai macam ilmu dihasilkan dan dikembangkan, dan sekaligus tempat berbagai macam dinamika bangsa dimulai. Oleh karenanya, negara-negara di dunia menaruh perhatian khusus untuk terus meningkatkan kualitas institusi pendidikan tinggi yang dimilikinya.

Tak hanya itu, berbagai upaya juga dilakukan untuk menaikkan daya saing pendidikan tinggi tak hanya di level nasional masing-masing, tapi juga di level internasional. Gutmann (1999) berpendapat upaya tersebut mustahil berjalan dengan maksimal jika tidak ditopang oleh sistem yang baik. Dengan kata lain, sistem pendidikan tinggi memiliki peranan penting dan pengaruh besar pada institusi yang dipayunginya.

Pada umumnya pengukuran kualitas pendidikan tinggi dunia dilakukan di level institusi atau peguruan tinggi. Sebut saja Times Higher Education (THE), QS World University Rankings, dan AcademicRanking of World Universities (ARWU) menjadi lembaga yang setiap tahunnya melakukan pemeringkatan universitas dunia. 100 universitas terbaik dunia masih banyak didominasi oleh negara-negara Barat seperti Amerika Serikat, Kanada, Inggris, Swedia, Belgia, Jerman, Australia, Belanda, Denmark, Finlandia, dan Swiss.

Di Indonesia, banyak generasi mudah yang mulai kehilangan pekerjaan sebab mereka tidak mampu bersaing di dunia kerja. Selain itu, banyak perusahaan asing serta Tenaga Kerja Asing yang lebih profesional dibandingkan Tenaga Kerja Dalam Negeri.

Loading...

Jika seseorang telah menyelesaikan pendidikan dasar, pertama, menengah, akan dilanjutkan kembali pada jenjang yaitu pendidikan tinggi. Pendidikan tinggi sendiri merupakan jalur yang disediakan untuk memenuhi kebutuhan wawasan yang lebih luas.

Gagasan awal berbagai sekolah, khususnya pembukaan lembaga pendidikan tinggi oleh pemerintah kolonial adalah sebuah kebijakan pendidikan yang “melayani kepentingannya sendiri.” Dengan kebijakan ini maka tercipta pemisahan sosial dan kesenjangan budaya antara minoritas kecil pemuda Indonesia dengan latar belakang keluarga papan atas atau keluarga aristokrat dan sebagian besar pemuda Indonesia dengan latar belakang keluarga biasa.

Penyelenggaraan pendidikan tinggi sendiri bertujuan untuk mempersiapakn peserta didik dalam memasuki dunia karir serta menyiapkan peserta didik untuk dapat berinteraksi dan hidup dengan baik di dalam masyarakat. Sistem pendidikan tinggi diharapkan mampu memudahkan seseorang menuntut pendidikan tinggi sesuai dengan bakat, minat dan tujuannya, meskipun dengan tetap mempertahankan persyaratan–persyaratan pendirian program studi yang bersangkutan.

Kondisi perguruan tinggi di Indonesia kini cenderung membelenggu/memenjarakan “kebebasan” mahasiswa. Ini semua akibat adanya berbagai hambatan sistem perguruan tinggi dan birokrasi kampus yang rumit. Dengan berlakunya sistem Uang Kuliah Tunggal (UKT), pembatasan waktu kuliah, sistem pemberian tugas kuliah yang berlebihan, dan yang lainnya adalah bukti pembelengguan terhadap mahasiswa.

Sejatinya perguruan tinggi (kampus) didirikan untuk menciptakan manusia-manusia yang berilmu pengetahuan, bukan untuk “memeras” para mahasiswa dengan sistem yang telah ditetapkan.
Tentunya untuk menciptakan manusia-manusia yang berkualitas sebagai “manusia” di dalam suatu perguruan tinggi harus menggunakan dengan sistem yang baik pula. Hari ini terlihat sistem pendidikan terkesan memenjarakan, mengikat mahasiswanya sehingga melahirkan krisis mahasiswa yang berkualitas.

Untuk itu, mahasiswa harus sadar dengan kondisinya saat ini dan sudah menjadi kewajiban bagi kita seorang mahasiswa, baik secara individu maupun kelompok-kelompok (organisasi) mahasiswa supaya menggungat sistem pendidikan Perguruan Tinggi (kampus) yang menjauhkan kita dari masyarakat, sistem yang membuat jurang pemisah dari lingkungan sosial.

Pengamat pendidikan dari Mazhab Djaeng Indonesia (MDI), Dian Rosmala, mengakui secara umum kualitas perguruan tinggi di Indonesia masih rendah. Menurutnya, setidaknya ada tiga masalah utama dihadapi perguruan tinggi Indonesia.

1. Kualitas tenaga pengajar.

Jumlah doktor dan profesor perguruan tinggi masih minim, hampir semua hal sama. Direktur Eksekutif MDI itu mencatat, tiga kampus besar di Malang, yaitu jumlah guru besar di Universitas Brawijaya sebanyak 133 orang. Sementara itu, dosen S-1 sebanyak 235, pengajar S-2 sebanyak 1.189, dan dosen S-3 sebanyak 541, serta dosen spesialis 1 (Sp1) sebanyak 128. Di Universitas Negeri Malang ada 82 guru besar, sementara total dosennya mencapai 936. Sementara itu, Universitas Muhammadiyah Malang memiliki 102 doktor dan profesor dari jumlah dosen 1.969.

2. Tuntutan akademik terlalu padat.

Padatnya tuntutan itu menyebabkan mahasiswa kekurangan waktu meningkatkan kemampuan di luar kampus dan organisasi. Dia mencontohkan adanya tuntutan kampus untuk lulus cepat, yaitu 3,5 tahun. Hal itu, menurut dia, hanya akan berdampak pada akreditasi kampus dan indeks prestasi kumulatif (IPK) tinggi.

3. Dunia kemahasiswaan untuk mendukung kebebasan berekspresi dan mimbar akademik.

Menurutnya sejauh ini beberapa kampus masih membatasi ruang gerak untuk mahasiswanya menggelar kegiatan yang disinyalir masih kontroversi atau berada di luar ideologi kampus.

Kemerosotan pendidikan tinggi di Indonesia sudah terlihat sejak tahun 2000 silam. Pada saat itu tercatat enam perguruan tinggi tembus kancah internasional. Namun pada tahun 2014 hanya tercatat dua perguruan tinggi yang masuk daftar dunia yakni Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Universitas Indonesia (UI).

Hal ini sesuai dengan data yang didapat Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN-BH) kemudian dibacakan Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohammad Nasir. Menurutnya, pendidikan tinggi Indonesia masih berada pada tatanan ke-31.

Pendidikan Indonesia harus memiliki sitem pendidikan yang PAIKEM (Pendidikan Aktif Inovatif Kreatif Efisien dan Menyenangkan). Hal ini dimaksudkan agar peserta didik bisa belajar dengan tekun tanpa mengalami tekanan. Pendidikan dengan sitem PAIKEM akan membawah mahasiswa ke jalur yang benar sesuai dengan kemampuanya.

Pendidikan seperti ini dimaksudkan agar mahasiswa mampu belajar tak kenal lelah. Karena di situ ada kesenangan dalam menjalan kreativitas sesuai dengan hobby mereka. Maka dari itu diperlukan berbagai kebutuhan yang sesuai dengan keinginan mahasiswa. Seorang dosen atau perguruan tinggi harus bisa menyediakan fasilitas yang baik dan dapat memberi inspirasi terhadap generasi muda agar dapat belajar dengan sistem PAIKEM.

Tujuan sekolah adalah kejujuran karena mulai sulitnya mendapatkan seseorang yang benar-benar jujur dan juga telaten. Beberapa sistem di perusahaan mulai menerapkan sistem kejujuran dan juga mulai mencari pegawai-pegawai yang jujur. Karena banyaknya orang-orang yang mulai hanya memikirkan dirinya sendiri dan mulai berbuat sesuatu yang melanggar pekerjaan mereka seperti korupsi yang dapat merugikan banyak pihak terutama masyarakat. Oleh karena itulah dibutuhkan seseorang yang jujur.





Pilih Reaksi Kamu
  • Senang

    0%

  • Ngakak!

    0%

  • Wow!

    0%

  • Sedih

    0%

  • Marah

    0%

  • Love

    0%

Loading...

RECOMMENDED VIDEO

Wave white

Subscribe ke akun YouTube Brilio untuk tetap ter-update dengan konten kegemaran Milenial lainnya

MORE
Wave red