×
Sign in

Hello There

Sign In to Brilio

Welcome to our Community Page, a place where you can create and share your content with rest of the world

  Connect with Facebook   Connect with Google
Begini curhat Bung Karno setelah ditinggal Fatmawati

0

Cinta

Begini curhat Bung Karno setelah ditinggal Fatmawati

Pernah jadi First Lady akhirnya Fatmawati memutuskan keluar dari Istana saat Bung Karno hendak menikah lagi dengan Hartini.

Disclaimer

Artikel ini merupakan tulisan pembaca Brilio.net. Penggunaan konten milik pihak lain sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Silakan klik link ini untuk membaca syarat dan ketentuan creator.brilio.net. Jika keberatan dengan tulisan yang dimuat di Brilio Creator, silakan kontak redaksi melalui e-mail redaksi@brilio.net

Agus Supriyatna

14 / 09 / 2017 19:56

Istri mana sih yang rela dimadu? Pasti, tak rela, membagi suami dengan istri muda. Kisah rumah tangga penyanyi Opick adalah contoh yang paling sahih. Istri pertama Opick, terang-terangan menolak suaminya punya istri lagi.

Itu pula yang dirasakan Fatmawati, ketika Soekarno, sang suami hendak menikah dengan Hartini. Fatmawati pun memutuskan pergi dari Istana. Meninggalkan suami serta anak-anaknya. Meski ia juga tak bisa menolak keinginan Soekarno yang hendak menikah lagi.

Jingga Gemilang dalam bukunya, 30 Kisah Cinta Paling Inspiratif dan Mengharukan Sepanjang Masa, mengisahkan, Fatmawati dengan berat hati, akhirnya mengizinkan Soekarno atau biasa dipanggil Bung Karno, menikah lagi dengan Hartini.

Tapi, karena dari awal tak pernah setuju dengan poligami, Fatmawati juga akhirnya dengan berat hati, memilih untuk tak lagi di Istana. Ia memilih keluar dari Istana Kepresidenan. Dengan berat hati juga ia meninggalkan suami dan anak-anaknya.

Bambang Widjanarko yang ketika itu jadi ajudan Bung Karno, merasa kasih dengan anak-anak Presiden sepeninggal Fatmawati. Dengan takut-takut, ia pun coba memberanikan diri, menyarankan Bung Karno meminta Fatmawati untuk kembali ke Istana. Sejenak setelah mendengar saran ajudannya, wajah Bung Karno berubah.

Loading...

Ia awalnya tampak marah. Wajahnya keruh. Bambang pun sempat takut. Tapi kemudian Bung Karno mengajak Bambang untuk mengobrol. Bahkan Bung Karno, sang proklamator itu sempat curhat. Begini curhat Bung Karno pada ajudannya.

"Bambang, menurut hukum Islam, seorang istri mempunyai kewajiban antara lain mengikuti suami dan berada di rumah suami. Istana Merdeka adalah rumahku, aku tidak mempunyai rumah lain, dan aku tidak pernah mengusir Bu Fat dari Istana ini," kata Bung Karno.

Kemudian Bung Karno melanjutkan curhatnya. " Bu Fat sendiri yang pergi meninggalkan rumahku, rumah suaminya. Aku juga tidak pernah melarang Ibu Fat untuk datang atau kembali ke sini atau melarang menengok serta berada dengan anak-anak. Ibu Fat bebas untuk datang dan berada di Istana ini. Jadi Bambang, kurang tepat bila aku meminta Ibu Fat untuk kembali, aku tidak pernah mengusirnya," panjang lebar Bung Karno berkata.

" Biarlah orang-orang, termasuk anak-anakku, menyalahkan diriku. Aku toh seorang laki-laki. Tetapi anak-anakku wajib mencintai dan terus menghormati serta menghargai ibunya. Semua kesalahan biar ada padaku," demikian kata Bung Karno seperti dikutip Jingga Gemilang dalam bukunya.





Pilih Reaksi Kamu
  • Senang

    33%

  • Ngakak!

    33%

  • Wow!

    0%

  • Sedih

    33%

  • Marah

    0%

  • Love

    0%

Loading...

RECOMMENDED VIDEO

Wave white

Subscribe ke akun YouTube Brilio untuk tetap ter-update dengan konten kegemaran Milenial lainnya

MORE
Wave red