×
Sign in

Hello There

Sign In to Brilio

Welcome to our Community Page, a place where you can create and share your content with rest of the world

  Connect with Facebook   Connect with Google
Banyak uang tak menjamin kebahagiaan, ini yang kamu butuhkan

0

Serius

Banyak uang tak menjamin kebahagiaan, ini yang kamu butuhkan

Foto: Cindy Lever dari Pixabay

Di dunia ini tidak bisa terlepas dari suka atau duka, susah atau senang, bahagia atau sengsara, damai sejahtera atau menderita dan melarat.

Disclaimer

Artikel ini merupakan tulisan pembaca Brilio.net. Penggunaan konten milik pihak lain sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Silakan klik link ini untuk membaca syarat dan ketentuan creator.brilio.net. Jika keberatan dengan tulisan yang dimuat di Brilio Creator, silakan kontak redaksi melalui e-mail redaksi@brilio.net

Refael Molina

05 / 02 / 2020 17:04

Banyak orang yang ingin agar kehidupannya dipenuhi dengan kebahagiaan. Kebahagiaan yang dirasakan baik dari makanan, minuman, pakaian, bahkan tempat tinggal. Karena itu, tujuan hidup utamanya adalah mencari uang sebanyak-banyaknya untuk memenuhi kebutuhan itu.

Dalam teori ekonomi, hal-hal di atas disebut kebutuhan primer, sekunder, dan tersier. Tapi, sesungguhnya kehidupan di dunia ini tidak melulu soal jasmani, tetapi soal kebutuhan rohani juga. Sebab kebutuhan jasmani sudah mencakup kebutuhan primer, sekunder dan tersier tadi. Kemudian kebutuhan rohani adalah bagaimana kita bisa mengenal Tuhan yang menjadikan kita dan menciptakan alam semesta dengan segala isinya. Kemudian kita pun sujud menyembah Tuhan dengan taat dan setia.

Ada banyak alasan kenapa kita tidak saja hidup bahagia dengan kebutuhan jasmani atau dengan uang yang diperoleh. Mungkin kamu bertanya, ah kenapa saya punya uang banyak lantas saya tidak bisa bahagia? Kan saya bisa beli segalanya untuk keperluan kebutuhan jasmani. Memang benar, kamu bisa menggunakan uangmu untuk berbagai kebutuhan. Tapi, pernahkah kamu sadar bahwa kehidupan di dunia tidak selamanya orang bisa bahagia dengan uang? Kalau selama ini kamu berpikir akan bahagia di dunia hanya dengan uang, itu adalah hal yang sangat salah dan konyol.

Kamu mesti berpikir bawa di dunia ini tidak bisa terlepas dari suka atau duka; susah atau senang; bahagia atau sengsara; damai sejahtera atau menderita dan melarat. Jadi, antara bahagia dan sengsara atau untung dan malang dalam hidup ibarat dua sisi mata uang yang tidak bisa terlepas. Saya kira itulah mengapa konsep surga dan neraka itu memang ada dan nyata.

Jadi, jika ingin bahagia kekal maka kamu harus mencari surga selagi masih di dunia. Caranya, sebagai orang Nasrani harus taat dan setia menyembah Tuhan Yesus. Sebab, tidak cukup berbuat baik atau menggunakan uang dan kekayaaan untuk menolong orang. Tapi tanpa hidup setia dan taat dengan Tuhan, maka semuanya sia-sia.

Loading...

Ada banyak orang yang punya uang banyak tetapi mereka juga punya banyak masalah pribadi, masalah keluarga, kemudian stres hingga depresi. Banyak orang terpaksa mati muda atau bunuh diri meski mereka punya banyak uang.

Seperti diberitakan dalam idntimes.com pada 2 Okober 2018. Pertama, Adolf Merckle, orang terkaya Jerman di zamannya, tetapi akhirnya bunuh diri dengan menabrakkan badannya ke kereta api. Kedua, Penyanyi pop dunia Michael Jackson yang mengakhiri hidupnya dengan tragis setelah meminum obat tidur hingga overdosis. Ketiga, Mantan Presiden Brazil Getulio Vargas bunuh diri dengan menembak jantungnya sendiri. Keempat, artis cantik fenomenal asal Amerika, Marilyn Monroe yang bunuh diri dengan cara meminum alkohol dan obat depresi hingga overdosis.

Pada titik ini, coba kita berpikir, jika kekayaan adalah sumber kebahagiaan, tidak mungkin Adolf Merckle bunuh diri. Ternyata uang tak bisa menyelesaikan masalah tidak bisa menolong di kala sedih dan tidak bisa membeli kebahagiaan. Jika uang bisa membeli kebahagiaan mungkin orang orang miskin tak akan pernah merasakan kebahagiaan karena sudah habis di beli oleh orang kaya. Hidup ini sangat adil sekalipun orang yang kurang hartanya mereka bisa bahagia yaitu dengan bersyukur. Karena sejatinya bahagia itu bukan sesuatu yang bisa dihitung dan bukan tentang materi tapi rasa tulus yang tertanam dalam hati.

Jika ketenaran bisa membuat bahagia, tak mungkin Michael Jackson bunuh diri. Menjadi terkenal banyak dipuji dan dipuja ternyata tak selalu mengenakkan. Michael Jackson merupakan satu dari banyak artis yang meninggal dengan cara bunuh diri. Artis juga manusia biasa, perlu ketenangan dan privasi. Bahagia tak perlu menjadi tenar cukup menikmati hidup yang sudah Tuhan beri, tanpa ingin menjadi orang lain.

Jika kekuasaan bisa membuat bahagia, lantas kenapa G Vargas yang notabene pernah menjadi orang nomor satu di Brazil nekat menembak jantungnya sendiri? Menjadi orang yang paling dihormati dan disegani ternyata belum tentu membuat orang bahagia. Kekuasaan tak pernah membuat suatu persoalan menjadi mudah. Tahta dan kehormatan tak selamanya membuat hidup serba enak. Apalagi kekuasaan selalu berhubungan dengan amanah dan tanggung jawab. Semua itu harus dijalankan dengan baik dan jujur. Jika tidak, kekuasaan itu akan hancur dan merugikan banyak orang.

Cantik bukan segalanya. Hidup tak bisa hanya mengandalkan fisik. Apa yang terjadi pada Marilyn Monroe membuktikan cantik tak pernah memberikan kebahagiaan yang sesungguhnya. Bahagia itu universal, bukan karena kamu cantik berarti kamu adalah orang yang paling bahagia. Atau kamu kaya raya berarti kamu adalah orang yang paling beruntung. Indah rupa hanya sementara jadi tak perlu sombong akan hal itu.

Bahagia cukup menjadi diri sendiri dan selalu bersyukur maka kamu lebih baik dari mereka yang tak pernah bersyukur. Karena bahagia bukan datang dari nafsu tapi dari hati yang tulus dan pikiran yang jernih. Karena itu, manusia bukan hidup dari roti (makanan dan minuman) saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah (Bdk. Mat 4:4).

Jika kita masih bertanya-tanya dalam hati, mana mungkin hidup tanpa uang dan makanan, lantas ragu dan khawatir dalam hati bahwa hidup ini perlu makanan dan minuman, terutama makanan enak dan pakaian mewah. Firman Tuhan dalam Injil Lukas 12:25-31 menjelaskan: “Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian? Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu yang di sorga. Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu? Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya? Dan mengapa kamu kuatir akan pakaian? Perhatikanlah bunga bakung di ladang, yang tumbuh tanpa bekerja dan tanpa memintal, namun Aku berkata kepadamu: Salomo dalam segala kemegahannya pun tidak berpakaian seindah salah satu dari bunga itu. Jadi jika demikian Allah mendandani rumput di ladang, yang hari ini ada dan besok dibuang ke dalam api, tidakkah Ia akan terlebih lagi mendandani kamu, hai orang yang kurang percaya? Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai? Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu. Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu. Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari.”

Jika mendengar firman ini kita masih merasa bias-biasa saja, maka Tuhan  kembali mengingatkan dalam Injil Matius 6:19-21. “Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi; di bumi ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya. Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di surga; di surga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya. Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada.”

Jika hati masih keras dan bebal, maka Tuhan memberi warning, teguran atau peringatan kepada kita dalam Matius 19:24-24 yang berbunyi: “Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sukar sekali bagi seorang kaya untuk masuk ke dalam Kerajaan Sorga. Sekali lagi Aku berkata kepadamu, lebih mudah seekor unta masuk melalui lobang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah.” (Matius 19:23-24).

Jadi, untuk mendapatkan kebahagiaan, maka jangan mimpi akan mendapat kebahagiaan kekal di dunia. Dunia bukan tempat manusia mencari kebahagiaan kekal karena kebahagiaan kekal itu tempatnya hanya di surga. Sekali lagi kebahagiaan kekal itu hanya di surga.  Karena itu, kita harus pergunakan waktu yang masih tersisa untuk terus ada di hadirat Tuhan Yesus dan percaya bahwa Tuhan sedang mempersiapkan rumah kita di surga, dan kita akan merasakan surga kekal. Bukan sebaliknya, bahagia di dunia dengan sombong dan angkuh, tetapi kita kemudian akan “dilempar” masuk dalam api neraka yang kekal.





Pilih Reaksi Kamu
  • Senang

    0%

  • Ngakak!

    0%

  • Wow!

    0%

  • Sedih

    0%

  • Marah

    0%

  • Love

    0%

Loading...

RECOMMENDED VIDEO

Wave white

Subscribe ke akun YouTube Brilio untuk tetap ter-update dengan konten kegemaran Milenial lainnya

-->
MORE
Wave red