×
Sign in

Hello There

Sign In to Brilio

Welcome to our Community Page, a place where you can create and share your content with rest of the world

  Connect with Facebook   Connect with Google
Ketika Donald Trump dihujat gara-gara klaim Yerusalem ibu kota Israel

0

Serius

Ketika Donald Trump dihujat gara-gara klaim Yerusalem ibu kota Israel

Yerusalem adalah kota suci 3 agama yaitu Islam, Kristen, dan Yahudi.

Disclaimer

Artikel ini merupakan tulisan pembaca Brilio.net. Penggunaan konten milik pihak lain sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Silakan klik link ini untuk membaca syarat dan ketentuan creator.brilio.net. Jika keberatan dengan tulisan yang dimuat di Brilio Creator, silakan kontak redaksi melalui e-mail redaksi@brilio.net

Adi Selamet

10 / 12 / 2017 01:02

Yerusalem adalah kota suci 3 agama yaitu Islam, Kristen, dan Yahudi. Di kota ini, ada Gereja Makam Kudus yang dikunjungi kaum Kristiani dunia. Di kota ini juga, ada Tembok Ratapan yang digunakan kaum Yahudi untuk berdoa. Bagi semua Muslim, kota ini sangat penting karena tempat kelahiran para Rasul dan kompleks Haram al Sharif.

Namun kondisi Israel dan Palestina yang "adem" makin panas ketika Donald Trump mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel. Dalam pidatonya pada Rabu, 6 Desember yang lalu, presiden AS itu juga akan memindahkan kantor kedubes AS dari Tel Aviv ke Yerusalem.

Trump berpidato tentang pemindahan ibukota Israel

Ucapannya mengundang reaksi keras, demo, dan hujatan di dunia. Dewan Keamanan PBB pun mengadakan sidang darurat pada Jum'at kemarin di New York. Duta Besar Bolivia untuk AS, Sacha Sergio Llorenty Soliz menyebut bahwa tindakan Trump bertentangan dengan hukum internasional dan resolusi PBB. Kekerasan anti Amerika akan meningkat jika Trump tetap bersikeras pada keputusannya itu.

23 Desember 2016, Resolusi DK PBB 2334 diadopsi bahwa PBB tidak mengakui atau melakukan perubahan terhadap garis batas 4 Juni 1967, sebelum Perang 6 Hari pecah. 6 dari 10 negara anggota tidak tetap DK PBB itu meminta agar Trump menghentikan rencananya itu.

Loading...

Jika Trump tetap pada keputusannya, AS akan menjadi serangan kelompok bersenjata Islam. Hubungan AS dengan negara-negara mayoritas Muslim akan kembali memanas seperti yang terjadi pasca Perang Yom Kippur (1973). Seruan boikot produk Amerika dan Israel akan kembali menggema dan tentu ini bisa merugikan mereka di sisi ekonomi.





Pilih Reaksi Kamu
  • Senang

    0%

  • Ngakak!

    50%

  • Wow!

    0%

  • Sedih

    50%

  • Marah

    0%

  • Love

    0%

Loading...

RECOMMENDED VIDEO

Wave white

Subscribe ke akun YouTube Brilio untuk tetap ter-update dengan konten kegemaran Milenial lainnya

MORE
Wave red