×
Sign in

Hello There

Sign In to Brilio

Welcome to our Community Page, a place where you can create and share your content with rest of the world

  Connect with Facebook   Connect with Google
5 Tradisi pernikahan paling nyeleneh yang ada di dunia

0

Wow

5 Tradisi pernikahan paling nyeleneh yang ada di dunia

Pernikahan merupakan hal yang sakral, karena itu terkadang ada tradisi tertentu yang biasa dirayakan secara turun temurun dengan cara unik.

Disclaimer

Artikel ini merupakan tulisan pembaca Brilio.net. Penggunaan konten milik pihak lain sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Silakan klik link ini untuk membaca syarat dan ketentuan creator.brilio.net. Jika keberatan dengan tulisan yang dimuat di Brilio Creator, silakan kontak redaksi melalui e-mail redaksi@brilio.net

Rose Abdullah

07 / 01 / 2019 11:33

Pernikahan adalah upacara yang indah untuk mempersatukan dua orang dalam mahligai rumah tangga dan menghabiskan sisa hidup bersama. Setiap budaya memiliki kebiasaan sendiri tentang bagaimana dua individu akan menikah, biasanya tergantung pada kepercayaan agama dan kadang-kadang juga pada takhayul. Beberapa ritual ini lebih dikenal daripada yang lain. Berikut adalah 5 tradisi pernikahan dari seluruh dunia yang tak biasa, namun menarik dengan caranya sendiri.

1. Prancis.

Perancis

Di Prancis, ketika seseorang menikah (terutama pasangan yang masih muda), teman dan keluarga akan berkumpul di rumah pengantin baru; memukul  pot dan wajan sambil berteriak dan bernyanyi. Pengantin baru harus keluar dan melayani tamu dengan menghidangkan minuman dan makanan ringan, kadang-kadang juga memberi mereka uang agar para tamu pergi. Dalam kasus yang lebih ekstrem, jika pengunjung diabaikan, mereka akan masuk ke rumah dan menculik pengantin pria dan meninggalkannya di suatu tempat.

 

Loading...

2. Mauritania.

Mauritania

Di Mauritania, semakin besar tubuh seorang gadis, semakin menarik pula di mata pria. Inilah sebabnya orang tua di sana mengirim anak perempuan mereka yang berusia lima tahun, ke "kamp lemak" selama musim panas untuk menambah berat badan. Tradisi ini dikenal sebagai Leblouh. Gadis-gadis itu harus makan dalam jumlah yang tidak masuk akal dan bahkan mungkin dicekoki paksa dalam beberapa kasus. Diyakini bahwa gadis-gadis ini mengonsumsi hingga 16.000 kalori per hari. Praktik ini berasal dari keyakinan bahwa ukuran tubuh wanita menunjukkan ruang yang dia tempati di hati suaminya. Ukuran wanita juga menunjukkan kekayaan suaminya.

 

3. Skotlandia.

Skotlandia

The Blackening, sebuah tradisi pernikahan tradisional Skotlandia yang dilakukan sebelum upacara pernikahan sebagai cara melambangkan kesulitan pernikahan. Pengantin wanita, pengantin pria, atau keduanya disiram dengan segala sesuatu yang menjijikkan, seperti telur, ikan mati, makanan busuk, susu kental, ter, lumpur, atau tepung, oleh teman dan keluarga mereka. Kemudian mereka diikat ke pohon atau diarak keliling kota di belakang truk terbuka. Dipercayai bahwa setelah melalui ini bersama-sama, pasangan tersebut dapat melalui semua cobaan dan kesengsaraan yang ditimbulkan dalam pernikahan.

 

4. Cina.

Cina

Ada kebiasaan di antara orang-orang Tujia di China, di mana setiap pengantin wanita harus menangis di upacara pernikahan. Dipercaya bahwa praktik ini mengungkapkan rasa terima kasih dan kasih sayang mempelai kepada orang tuanya dan anggota keluarga lainnya. Jika pengantin wanita tidak menangis, maka para tamu akan memandang rendah dirinya.

Pengantin perempuan mulai mempraktikkan menangis sebulan sebelum pernikahan yang sebenarnya. Ia akan menghabiskan satu jam setiap malam menangis dengan keras. Setelah 10 hari, ibu mempelai wanita bergabung dalam latihan, diikuti oleh nenek mempelai wanita dan saudara perempuan lainnya. Air mata tidak menandakan kesedihan, melainkan sukacita dan harapan. Praktik ini sudah tidak umum lagi sekarang.

 

5. Kalimantan.

Kalimantan

Meskipun banyak tradisi pernikahan di antara orang-orang Tidong di Kalimantan, yang paling aneh adalah melarang pasangan menggunakan kamar mandi selama tiga hari setelah pernikahan. Ini berarti bahwa pengantin baru itu harus menahan BAB dan BAK selama tiga hari berturut-turut. Jika mereka menggunakan kamar mandi selama periode waktu ini, dipercaya hal itu akan membawa kesialan dalam pernikahan. Selama periode pasca-pernikahan ini, pasangan akan diawasi oleh beberapa orang untuk memberi mereka makan dan minum. Setelah tiga hari berlalu, pengantin baru dimandikan dan diizinkan untuk menjalani hidup normal.

Source





Pilih Reaksi Kamu
  • Senang

    0%

  • Ngakak!

    0%

  • Wow!

    0%

  • Sedih

    0%

  • Marah

    0%

  • Love

    0%

Tags

Loading...

RECOMMENDED VIDEO

Wave white

Subscribe ke akun YouTube Brilio untuk tetap ter-update dengan konten kegemaran Milenial lainnya

MORE
Wave red