×
Sign in

Hello There

Sign In to Brilio

Welcome to our Community Page, a place where you can create and share your content with rest of the world

  Connect with Facebook   Connect with Google
5 Fase kesedihan setelah putus cinta, bertahap sembuhkan patah hati

0

Cinta

5 Fase kesedihan setelah putus cinta, bertahap sembuhkan patah hati

Bicara soal cinta memang cukup rumit, kita tidak pernah punya buku panduan mengenai bagaimana menjalin hubungan asmara dengan orang lain.

Disclaimer

Artikel ini merupakan tulisan pembaca Brilio.net. Penggunaan konten milik pihak lain sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Silakan klik link ini untuk membaca syarat dan ketentuan creator.brilio.net. Jika keberatan dengan tulisan yang dimuat di Brilio Creator, silakan kontak redaksi melalui e-mail redaksi@brilio.net

Dewi Agustina Sacadipura

21 / 11 / 2021 10:56

Putus cinta bukanlah hal yang asing didengar. Putus cinta sering terjadi dari berbagai usia baik muda maupun tua. Banyak orang yang mengalami masalah dengan pasangan dan berakhir dengan perpisahan. Baru-baru ini bahkan ada kejadian di mana remaja berumur 22 tahun nekat mengakhiri hidupnya karena putus cinta. Berbicara soal cinta memang cukup rumit, kita tidak pernah mempunyai buku panduan mengenai bagaimana menjalin hubungan asmara dengan orang lain.

Nah, ada lima fase kesedihan yang biasanya kita rasakan saat sedang putus cinta, di antaranya sebagai berikut.

1. Fase denial (penyangkalan).

Denial adalah perasaan di mana kita tidak bisa menerima kenyataan yang terjadi. Hal ini karena kita meyakini keputusan untuk berpisah hanya karena emosi yang dirasakan sesaat. Di mana hati dan pikiran kita meyakini hal yang berbeda. Di satu sisi pikiran menyampaikan pesan bahwa dia memang sudah tidak bersama kita lagi, tetapi hati masih tetap ingin bersama.

Pada fase ini biasanya kita akan menganggap tidak terjadi apa pun dan menganggap bahwa kita baik-baik saja. Namun tidak jarang kita menjadi merasa hampa dan hilang arah serta tujuan hidup. Tetapi saat berada di fase ini kita dapat menerima kenyataan bahwa ia telah pergi, fase penyembuhan kita dari rasa kehilangan pun akan lebih gampang dilakukan. Tidak apa-apa semua orang mempunyai waktu masing-masing. Asal kita dapat mencoba untuk menerimanya maka diri kita akan menjadi jauh lebih "kuat".

Loading...

2. Fase anger (kemarahan).

Pada fase kedua timbul rasa marah saat kehidupan sempurna yang sudah kita bayangkan dan impikan tidak terjadi. Lalu kita mulai menyalahkan diri kita sendiri, mempertanyakan keberadaan Tuhan, dan mungkin mempertanyakan kenapa hal buruk ini terjadi pada kita.

3. Fase bargaining (tawar menawar).

Pada fase ini biasanya kita mulai berandai-andai, "coba aja aku dulu…", "kalau saja aku…". Pada fase ini kita merasa ingin kembali pada masa di mana semua belum terjadi dan mencoba untuk memperbaikinya. Jika tidak bisa melewati fase ini, dampaknya bisa jadi kita masuk ke fase selanjutnya yaitu depresi.

4. Fase depression (depresi).

Jika kita tidak bisa melewati fase bargaining, maka dampak yang dapat terjadi adalah kita masuk fase keempat ini, yaitu depresi. Di fase ini kita akan merasakan rasa hampa, penyesalan, dan kesedihan yang menjadi satu.

5. Fase acceptance (penerimaan).

Di fase terakhir adalah fase penerimaan. Di mana kita mulai menerima keadaan dan menerima kenyataan yang terjadi. Jika ia memilih untuk pergi kita sudah bisa merelakan. Karena itu adalah hak dia untuk pergi. Kenangan-kenangan yang kita punya tentang dia seakan-akan terus terbayang. Walaupun hati terasa berat, tetapi dengan melepasnya juga salah satu bagaimana kita mencintainya. Kita cukup berdoa agar dia akan selalu bahagia ke depannya.

Source






Pilih Reaksi Kamu
  • Senang

    0%

  • Ngakak!

    0%

  • Wow!

    0%

  • Sedih

    0%

  • Marah

    0%

  • Love

    0%

Tags

Loading...

RECOMMENDED VIDEO

Wave white

Subscribe ke akun YouTube Brilio untuk tetap ter-update dengan konten kegemaran Milenial lainnya

MORE
Wave red