×
Sign in

Hello There

Sign In to Brilio

Welcome to our Community Page, a place where you can create and share your content with rest of the world

  Connect with Facebook   Connect with Google
3 Poin penting yang perlu diketahui terkait kebutaan pada manusia

0

Ilmiah

3 Poin penting yang perlu diketahui terkait kebutaan pada manusia

Tidak semua orang yang buta benar-benar tidak dapat 'melihat'.

Disclaimer

Artikel ini merupakan tulisan pembaca Brilio.net. Penggunaan konten milik pihak lain sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Silakan klik link ini untuk membaca syarat dan ketentuan creator.brilio.net. Jika keberatan dengan tulisan yang dimuat di Brilio Creator, silakan kontak redaksi melalui e-mail redaksi@brilio.net

Istimrora Raka

12 / 03 / 2020 13:05

Orang yang bisa melihat secara normal kadang suka bertanya-tanya, apa kira-kira yang 'dilihat' oleh orang buta? Orang buta pun juga kadang bertanya-tanya apakah pengalaman yang dialaminya juga sama seperti yang dialami orang lain yang memiliki keterbatasan seperti dirinya? Pun tidak ada jawaban pasti untuk pertanyaan ini, "Apa yang dilihat orang buta satu dengan yang lain sama?" Karena ternyata ada berbagai jenis kebutaan.

Berikut ini beberapa fakta penting mengenai kebutaan yang perlu kamu ketahui.

1. Macam-macam kebutaan.

Kebutaan

Buta sejak lahir.

Loading...

Merupakan seseorang yang belum pernah memiliki penglihatan sejak lahir. Samuel, yang terlahir buta mengatakan bahwa anggapan orang-orang bahwa orang buta itu hanya melihat hitam saja adalah tidak benar. Sebenarnya orang buta tidak memiliki sensasi penglihatan dan susah untuk dijelaskan dengan kata-kata. "Yang kurasakan hanya ketiadaan, kehampaan," katanya.

Mungkin bagi kita yang bisa melihat, perumpamaannya begini: Tutup satu mata dan gunakan mata yang terbuka untuk fokus pada sesuatu. Apa yang dilihat oleh mata yang tertutup? Tidak ada, dan juga bukan hitam.

Buta total.

Orang yang kehilangan penglihatannya memiliki pengalaman berbeda dengan orang yang buta sejak lahir. Beberapa menggambarkannya dengan kegelapan total seperti berada di gua. Beberapa yang lainnya seperti melihat percikan api atau mengalami halusinasi visual nyata yang memiliki bentuk yang dapat dikenali seperti bentuk acak, warna, atau kilatan cahaya.

"Visi" adalah ciri khas sindrom Charles Bonnet (CBS). CBS bisa bertahan lama atau bersifat sementara. Ini bukan penyakit mental dan tidak terkait dengan kerusakan otak. Selain kebutaan total, ada kebutaan fungsional. Definisi kebutaan fungsional bervariasi dari satu negara ke negara lain. Di Amerika Serikat, hal ini mengacu pada gangguan penglihatan di mana penglihatan terbaik yang dimiliki oleh mata kita (yang telah memakai kacamata dengan lensa korektif) ternyata lebih buruk daripada 20/200.

Organisasi Kesehatan Dunia alias WHO mendefinisikan kebutaan sebagai ketajaman visual yang lebih buruk dari 3/60. Apa yang dilihat orang yang secara fungsional buta tergantung pada tingkat keparahan kebutaan dan bentuk gangguannya.

Legally blind.

Seseorang mungkin dapat melihat benda-benda besar dan orang-orang, tetapi tidak bisa fokus. Orang yang 'legally blind' hanya bisa melihat warna atau fokus melihat sesuatu pada jarak tertentu, misalnya dapat menghitung jari di depan wajah. Dalam kasus lain, ketajaman warna sampai hilang atau semua penglihatannya menjadi kabur. Pengalaman yang dimiliki penderitanya sangat bervariasi. Joey misalnya, yang memiliki tingkat penglihatan 20/400 mengatakan bahwa ia "terus-menerus melihat bintik-bintik neon yang selalu bergerak dan berubah warna."

Persepsi cahaya.

Seseorang yang masih memiliki persepsi cahaya tidak dapat membentuk gambar dengan jelas, tetapi dapat mengetahui kapan lampu itu menyala atau mati.

Penglihatan 'terowongan'.

Visinya mungkin relatif normal (atau tidak), tetapi hanya dalam radius tertentu. Seseorang dengan penglihatan terowongan atau tunnel vision tidak dapat melihat objek kecuali dalam kerucut kurang dari 10 derajat.

2. Apa yang orang buta lihat dalam mimpinya?

Mimpi

Seseorang yang dilahirkan buta memiliki mimpi tetapi tidak melihat image apa pun di dalamnya. Mimpinya dapat mencakup suara, informasi sentuhan, bau, rasa, dan perasaan. Di sisi lain, jika seseorang memiliki penglihatan dan kemudian kehilangan penglihatan tersebut itu, image juga termasuk dalam mimpinya. Orang-orang yang memiliki gangguan penglihatan (legally blind) memang dapat melihat dalam mimpi mereka. Penampakan objek dalam mimpinya tergantung pada jenis dan sejarah kebutaan. Sebagian besar, visi dalam mimpi sebanding dengan rentang visi yang dimiliki seseorang sepanjang hidupnya.

Misalnya, seseorang yang buta warna tidak akan tiba-tiba melihat warna baru saat bermimpi. Seseorang yang visinya menurun dari waktu ke waktu dapat bermimpi dengan kejelasan sempurna dari hari-hari sebelumnya atau bisa juga bermimpi pada tingkat ketajaman visinya saat ini. Orang-orang yang melihat dengan mata yang memakai lensa korektif memiliki pengalaman yang sama. Mimpi bisa jadi fokus sempurna atau tidak. Itu semua berdasarkan pengalaman yang dikumpulkan dari waktu ke waktu. Seseorang yang buta namun merasakan kilatan cahaya dan warna dikarenakan menderita sindrom Charles Bonnet juga dapat merasakan pengalaman ini dalam mimpinya.

Anehnya, gerakan mata yang cepat atau REM yang menjadi ciri tidur juga terjadi pada beberapa orang buta, bahkan jika mereka tidak melihat image apa pun dalam mimpinya. Kasus-kasus di mana gerakan mata yang cepat tidak lebih mungkin terjadi ketika seseorang buta sejak lahir atau kehilangan penglihatan pada usia yang sangat muda.

3. 'Melihat' cahaya secara non-visual.

Melihat Secara Non Visual

Meskipun bukan jenis penglihatan yang menghasilkan image, ada kemungkinan beberapa orang yang benar-benar buta bisa 'melihat' cahaya secara non-visual. Bukti dimulai dengan proyek penelitian 1923 yang dilakukan oleh mahasiswa pascasarjana Harvard Clyde Keeler.

Keeler membesarkan tikus yang mengalami mutasi di mana mata mereka kekurangan fotoreseptor retina. Meskipun tikus-tikus tersebut tidak memiliki tongkat dan kerucut yang dibutuhkan untuk penglihatan, mereka bereaksi terhadap cahaya dan bisa mempertahankan ritme sirkadian yang ditetapkan oleh siklus siang-malam.

Delapan puluh tahun kemudian, para ilmuwan menemukan sel khusus yang disebut sel ganglion retina fotosensitif intrinsik (ipRGC) pada mata tikus dan manusia. ipRGC ditemukan pada saraf yang menyalurkan sinyal dari retina ke otak daripada pada retina itu sendiri. Sel-sel mendeteksi cahaya tanpa berkontribusi pada penglihatan. Jadi, jika seseorang memiliki setidaknya satu mata yang dapat menerima cahaya, dia secara teoritis dapat merasakan cahaya dan gelap.

Source






Pilih Reaksi Kamu
  • Senang

    0%

  • Ngakak!

    0%

  • Wow!

    0%

  • Sedih

    0%

  • Marah

    0%

  • Love

    0%

Loading...

RECOMMENDED VIDEO

Wave white

Subscribe ke akun YouTube Brilio untuk tetap ter-update dengan konten kegemaran Milenial lainnya

MORE
Wave red