Brilio.net - Baru-baru ini para pejabat di Kamboja telah menyita 1,5 ton gading gajah yang disembunyikan dalam pengiriman kayu dari Mozambik yang rencananya akan dikirim ke China, seperti yang dilansir dari straitstimes.com, Jumat (23/12).

temuan gading ilegal © 2016 brilio.net


Sebuah kejadian penyelundupan terbesar di Kamboja selama tahun ini. Mereka tengah menyoroti peran kunci di Asia Tenggara dalam perdagangan satwa liar yang menyebabkan bencana ekologi terutama atas adanya dorongan permintaan dari China.

Menurut Wildlife Alliance, sebuah kelompok konservasi berbasis di Kamboja yang membantu pihak berwenang melacak penyelundup, pejabat Bea Cukai membuat gebrakan ketika mencari beberapa kontainer pengiriman dari Jumat lalu di pinggiran Phnom Penh.

Hasilnya, tersembunyi di balik kayu glondong langka ditemukan 1,3 ton gading gajah Afrika, 10 tengkorak cheetah, 82 kg tulang hewan, dan 137 kg sisik trenggiling.

"Ini adalah kasus besar yang menyebabkan terlalu banyak gajah mati. Kita harus mencari keadilan bagi hewan-hewan ini," ujar Kdov Nuch, direktur Bea Cukai di Kandal dry port.

Perusahaan pelayaran yang terkait kasus ini adalah perusahaan yang juga pernah terlibat dalam penggeledahan di Vietnam pada akhir Oktober lalu, di mana hampir satu ton gading ditemukan.

Wildlife Alliance menduga kepala tersangka merupakan warga negara Vietnam yang dikenal karena menjadi penyelundup, tapi mereka tidak menyebutkan nama salah satu individu.

Secara terpisah, di Kenya, seorang pejabat pajak pada Rabu (21/12) menyatakan bahwa pejabat berwenang juga telah menyita hampir dua ton gading yang diselundupkan dalam sebuah pengiriman yang sedang dalam perjalanan ke Kamboja, setelah intelejen menemukan kargo tersebut ilegal.

Menurut keterangan David Yego, komisaris investigasi Pendapatan Otoritas Kenya, sebanyak 1,97 ton gading tersebut diketahui bernilai SGD (Singapore Dollar) 2.800.000 atau setara dengan Rp 26 miliar, yang tersembunyi di papan kayu berongga dan dinyatakan sebagai keramik.

Pihak berwenang di Singapura pun mengembalikan pengiriman ke Mombasa setelah Kenya memberikan peringatan.