Brilio.net - Sebuah video yang memperlihatkan interaksi antara atasan kepolisian dan anggotanya yang memiliki berat badan berlebih menjadi perhatian di media sosial. Dalam cuplikan tersebut, teguran disampaikan tanpa emosi berlebihan atau teriakan, namun tetap menunjukkan ketegasan seorang pimpinan.
Atasan tersebut mengingatkan bahwa kesiapan fisik adalah kunci utama dalam menjalankan tugas kepolisian yang menuntut fleksibilitas pergerakan.
BACA JUGA :
5 Kisah kesederhanaan Meriyati Hoegeng semasa hidup, istri Kapolri ikut suami ngontrak di Menteng
Target Diet 30 Kilogram di Bulan Puasa
foto: TikTok/@radengie; @kabarpolri
Dalam percakapan video yang diunggah akun TikTok radengie dan kabarpolri, sang atasan mempertanyakan komitmen anggotanya untuk memperbaiki kondisi fisik.
BACA JUGA :
Klarifikasi polisi soal es gabus dituduh spons cuci, hasil lab nyatakan aman dan layak konsumsi
1. Target Penurunan Berat Badan: Anggota tersebut menyatakan kesiapannya untuk menurunkan berat badan hingga 30 kilogram.
2. Memanfaatkan Momentum: Penurunan berat badan tersebut ditargetkan akan dicapai melalui momentum ibadah puasa.
3. Komitmen Fisik: Saat ditanya apakah sanggup kembali kurus, anggota tersebut menjawab dengan yakin bahwa ia bisa melakukannya.
Sanksi Disiplin Akibat Terlambat dan Begadang
foto: TikTok/@radengie; @kabarpolri
Selain masalah berat badan, video tersebut juga mengungkap adanya pelanggaran disiplin lainnya. Anggota tersebut mengaku terlambat hadir karena bangun kesiangan akibat begadang pada malam sebelumnya.
foto: TikTok/@radengie; @kabarpolri
Sebagai konsekuensi, sang atasan memberikan sanksi berupa:
1. Latihan Fisik: Anggota diminta melakukan gerakan push up dan sit up meski terlihat kesulitan menjalaninya.
foto: TikTok/@radengie; @kabarpolri
2. Lari Lapangan: Anggota diperintahkan untuk lari di lapangan sebanyak lima kali putaran.
3. Peringatan Disiplin: Atasan menekankan agar kesalahan serupa tidak diulangi dan meminta anggota untuk meresapi teguran yang diberikan.