1. Home
  2. »
  3. Wow!
29 Januari 2026 19:11

Mengintip 28 galeri seni dari dalam negeri dan Asia di Art Jakarta Papers 2026, ini cara beli tiketnya

Lewat ajang ini, pengunjung diajak melihat bagaimana kertas bisa jadi karya seni yang punya posisi setara dengan medium lainnya. Azizta Laksa Mahardikengrat

Brilio.net - Dunia seni rupa Jakarta baru saja mendapatkan amunisi baru yang segar. Art Jakarta baru saja mengumumkan edisi perdana Art Jakarta Papers yang bakal digelar di City Hall, Pondok Indah Mall (PIM) 3 pada 5 sampai 8 Februari 2026.

Menariknya, acara ini memang sengaja didesain untuk mengangkat derajat kertas. Selama ini kertas sering dianggap cuma jadi bahan dasar atau medium sekunder buat corat-coret awal saja. Padahal di level global, karya berbasis kertas punya nilai intelektual dan materialitas yang sangat kuat. Lewat ajang ini, pengunjung diajak melihat bagaimana kertas bisa jadi karya seni yang punya posisi setara dengan medium lainnya.

BACA JUGA :
Harry Potter and The Philosopher’s Stone In Concert siap guncang Jakarta akhir bulan ini


Serbuan 28 Galeri dari Dalam Negeri hingga Asia

Area City Hall bakal penuh dengan kehadiran 28 galeri yang datang dari berbagai penjuru. Tidak hanya jagoan lokal dari Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, hingga Bali, tapi ada juga partisipan dari Kuala Lumpur, Bangkok, Seoul, dan Taipei. Nama-nama seperti ROH, Nadi Gallery, dan CAN’S Gallery dari Jakarta bakal bersanding dengan galeri luar seperti SAC Gallery dari Bangkok atau THEO dari Seoul.

foto: istimewa

BACA JUGA :
Sketsa reformasi hingga improv nyanyi jadi momen pecah di The Founder5 II: Unfinished Business

Kehadiran puluhan galeri ini membawa misi besar untuk menunjukkan betapa beragamnya praktik seni rupa berbahan kertas. Mulai dari karya gambar, seni cetak, ilustrasi, buku seniman, sampai praktik eksperimental yang berbasis arsip dan riset bisa ditemukan di sini. Pameran ini seolah menjadi bukti kalau pasar seni rupa berbasis kertas di Indonesia dan kawasan sekitarnya sudah semakin matang dan punya tempat tersendiri di hati para kolektor.

Eksplorasi Tanpa Batas di Special Presentation

Bicara soal karya yang menonjol, ada sektor SPOT yang menampilkan instalasi berskala besar. Iwan Effendi dari ara contemporary dan kolektif fotografi Ruang MES 56 dari kohesi Initiatives akan menunjukkan bagaimana kertas bisa bertransformasi menjadi sesuatu yang megah. Selain itu, ada kolaborasi unik di myBCA Space yang menampilkan instalasi pohon monolitik karya Rudy Atjeh dengan teknik potong kertas manual yang sangat detail.

Tidak ketinggalan, di Sucor AM Corner ada karya interaktif dari Naufal Abshar yang menggunakan konsep catur dan patung paper mache sebagai metafora investasi. Bagi yang suka mengoleksi, ada juga program EDISII yang menyuguhkan karya seni cetak edisi terbatas dari seniman kontemporer Indonesia. Kalau ingin tahu lebih dalam soal teknis, ada enam sesi diskusi yang digelar pada 7 dan 8 Februari 2026. Topiknya sangat relevan dengan hobi koleksi, mulai dari cara merawat karya di iklim tropis sampai urusan restorasi kertas.

Tiketnya sendiri sudah bisa dibeli lewat situs resmi artjakarta.com pada Rabu (21/1) kemarin. Agenda ini jadi pembuka yang manis sebelum Art Jakarta Gardens pada Mei dan acara utama Art Jakarta pada Oktober 2026 mendatang.

SHARE NOW
RELATED
MOST POPULAR
Today Tags