1. Home
  2. ยป
  3. Wow!
10 Mei 2020 11:06

4 Fakta potensi eucalyptus jadi antivirus corona, bisa bunuh H5N1

Sejauh ini eucalyptus belum diujicobakan untuk jenis virus corona baru Covid-19. Azizta Laksa Mahardikengrat
foto: shutterstock.com

Brilio.net - Eucalyptus terkenal dengan minyak atsirinya. Tanaman ini sering digunakan sebagai pembersih, pewangi, bahkan obat-obatan batuk dan pilek. Minyaknya juga bisa dipakai untuk mengusir serangga dan sudah digunakan di berbagai produk antinyamuk terkenal.

Pohon yang berasal dari Australia ini tumbuh subur di daerah Papua Nugini, Indonesia, dan Filipina. Hampir seluruh bagian tanaman ini sangat berguna, dari kayu hingga ke daunnya. Daunnya sendiri bisa menjadi disinfektan alami yang kuat.

BACA JUGA :
Penemuan baru 12 objek super besar di alam semesta, bikin bergidik


Belakangan eucalyptus menjadi viral karena diklaim sebagai obat antivirus corona. Menteri Pertanian RI, Syahrul Yasin Limpo baru saja mengumumkan hasil penelitian pengujian eucalyptus dalam melawan berbagai jenis virus corona.

Dirangkum Brilio.net dari berbagai sumber, Minggu (10/5) yuk kita bahas satu per satu fakta menarik potensi Eucalyptus menjadi antivirus corona.

1. Mampu bunuh 60-80% virus corona.

BACA JUGA :
10 Cerita penemuan seram penyelam bawah laut yang bikin bergidik

foto: shutterstock.com

Eucalyptus mempunyai potensi membunuh berbagai jenis virus corona. Kepala Balai Besar Penelitian Veteriner dan peneliti virologi Indi Dharmayanti mengatakan bahwa virus yang diuji termasuk virus influenza H5N1, Gammacorona dan Betacoronavirus Clade 2a sebagai model dari virus corona yang diuji secara in vitro.

"Eucalyptus dapat dimanfaatkan sebagai antivirus dengan efektivitas membunuh virus 80-100 persen tergantung jenis virus. Termasuk terhadap virus corona yang digunakan serta virus influenza H5N1," ujar Indi seperti dilansir Antara.

2. Belum ditest untuk virus corona Covid-19.

foto: shutterstock.com

Minyak atsiri dari tanaman ini memang sudah diuji untuk virus corona tapi belum dites untuk Covid-19. Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Kementerian Pertanian Fadjry Djufry seperti dilansir Antara, mengatakan bahwa belum menggunakan Covid-19 dalam pengujiannya.

Namun, hasil riset dan telusur ilmiah dari eucalyptus dari Balitbangtan memberikan informasi ilmiah berbasis riset tentang potensi tanaman ini sebagai pencegah penyebaran Covid -19.

3. Masih lama untuk menjadi obat yang siap edar.

foto: merdeka.com

Potensi tanaman herbal ini masih dalam penelitian lebih lanjut agar bisa diedarkan secara luas. Inovasi ini sebuah terobosan untuk mengatasi penyebaran virus corona.

"InsyaAllah ini akan berhasil. Oleh karena itu tidak ada alasan untuk takut terhadap virus ini, tetapi kita juga harus terus waspada. Saya berharap inovasi ini bisa cepat dibagikan kepada masyarakat luas," kata Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo seperti dikutip Brilio.net dari Merdeka.

4. Sudah ada beberapa prototipe.

foto: shutterstock.com

Balitbangtan membuat beberapa konsep prototipe dengan nano teknologi. Dilansir Merdeka, prototipe ini berupa inhaler, roll on, salep, balsem, dan defuser. Diharapkan, prototipe ini bisa membawa kesembuhan bagi pasien virus corona Covid-19.

SHARE NOW
EXPLORE BRILIO!
RELATED
MOST POPULAR
Today Tags