1. Home
  2. »
  3. Wow!
17 Desember 2020 19:48

3 Alasan Sasa mendorong milenial agar kreatif lewat Korean Wave

Sasa mendorong semangat pantang menyerah agar anak muda selalu berkreasi dalam kondisi sesulit apapun Yani Andriansyah
Momen interview bersama Super Junior di salah satu siaran televisi swasta nasional yang disponsori Sasa (Dok. Sasa/@transtv_corp)

Brilio.net - Masih ingat gelaran konser musik bertajuk KPop Super Concert di SCTV dan ajang penghargaan Mnet Asians Music Awards (MAMA) 2020 yang melibatkan idol K-Pop di Indosiar pada awal Desember lalu? Kedua acara ini melibatkan sederet artis-artis K-Pop di antaranya BTS, EXO, Seventeen, NCT, Ikon, hingga Monsta X.

Nah kedua acara tersebut bisa terselenggara berkat dukungan PT Sasa Inti, produsen penyedap masakan Sasa sebagai sponsor. Hal ini membuktikan brand bumbu masak itu tak hanya berkutat soal makanan lezat saja, tapi juga mampu menyajikan kenikmatan musik bagi para generasi milenial hingga generasi Z.

BACA JUGA :
Tampil di konser virtual spektakuler VLive, Raisa dapat pujian


Gebrakan Sasa tak berhenti di situ. Terbaru, Sasa juga menjadi sponsor utama Konser Universe band Asal Korea Selatan Super Junior (SuJu) yang menjadi idola lintas generasi di Indonesia yang ditayangkan di TransTV. Nggak cuma itu, pada acara ini Sasa juga turut hadir mempertemukan para fans SuJu, yakni Ever Lasting Friends alias E.L.F yang berlangsung pada 15 Desember 2020 lalu.

Acara ini dikemas seru dan menarik, di mana para fans bisa berkomunikasi langsung secara virtual lewat sesi Q&A. Selain SuJu, pagelaran musik ini juga menghadirkan artis ternama tanah air seperti Raisa, BCL, Kahitna, dan lainnya.

Sebagai bagian dari kampanye Sasa Tepung Bumbu #ApaSihYangGakBisa dan juga sebagai brand seasoning favorit millenials, Sasa memahami kebutuhan akan hiburan khususnya di masa pandemi. Kehadiran group musik K-pop Super Junior yang mendunia merupakan cara kami untuk berhubungan dengan para milenial khususnya selama masa pandemi agar tetap mendapatkan hiburan musik kelas dunia dari rumah, ujar General Marketing PT Sasa Inti, Albert Dinata.

BACA JUGA :
Jangan ngaku K-Popers sejati kalau belum pernah merasakan 5 drama ini

Nah yang menjadi pertanyaan, untuk apa ya merek dagang yang sudah hadir di Indonesia sejak 1968 ini mau terlibat dalam acara yang bernuansa Korean Wave ini, berikut tiga alasannya.

1. Ingin menginspirasi anak muda

Dok. Sasa/@transtv_corp

Globalisasi budaya Korea yang dipelopori kaum muda Korea, bisa menjadi inspirasi, khususnya buat kaum muda Indonesia agar bangga, serta kreatifdalammemberikan sentuhan inovasi terhadap ragam seni pertunjukkan khas Indonesia, supaya juga turutmendunia.

Sisi lainnya, hadir dari semangat pantang menyerahuntuk selalu berkreasi dalam kondisi sesulit apapun. Selalu positif thinking, bahagia dalam menjalani hidup terutama dimasa pandemi seperti sekarang. Ini sesuai dengan kampanye Sasa Tepung Bumbu, #ApaSihYangGaBisa, ujar Albert.

2. Tren kuliner ala Negeri Ginseng

Sup ayam ginseng ala Korea (Sasa.co.id)

Diplomasi budaya ala Korea (Korean Wave) yang melanda berbagai negara di dunia nggak hanya melalui musik semata, tapi juga jenis budaya lain, salah satunya kuliner khas Korea yang kini semakin digemari anak muda Indonesia. Bahkan ragam penyajian kuliner Korea itu hadir mulai dari kelas premium hingga street food.

Bisa dimaklumi mengapa kuliner Korea saat ini begitu popular. Selain praktis, serta banyak varian, kuliner Korea juga memiliki kesamaan dengan menu popular Indonesia, diantaranya Korean Fried Chicken (ayam goreng krispi), Kimchi Bokkumbap (Nasi goreng), Bulgogi (Barbeque daging), yang semuanya bisa diolah dengan menggunakan beragam produk Sasa, terutama produk Sasa Tepung Bumbu.

Kehadiran Sasa kiranya turut mendukung milenial untuk tetap produktif dari rumah dengan memasak sendiri masakan Korea favoritnya dengan lebih praktis dan tentunya pasti lezat, lanjut Albert.

3. Demam Korea melahirkan UMKM milenial

instagram @edy_syahputra3006

Nah beradaptasi dengan Korean wave, Sasa Tepung Bumbu baru-baru ini juga meluncurkan produk kemitraan UMKM yakni Chickydang. Ini merupakan konsep retail berupa gerobak chicken kekinian yang menghadirkan menu Korean Rice Bowl untuk menggarap demam Korea terutama di bidang kuliner Indonesia.

Sepuluh gerobak Chickydang kini sudah tersebar di Jabodetabek. Kita juga mendorong kaum milenial yang hobi dengan dunia kuliner dan ingin menjadi pengusaha. Sasa membuka program kemitraan kekinian dengan mengusung Chickydang, gerobak chicken kekinian yang menjual menu khas dengan produk Sasa Tepung Bumbu, ujar Albert.

Rencananya, pada 2021 Chickydang akan melebarkan sayap dengan membuka kesempatan kemitraanmelalui 100 gerai gerobak chicken kekinian untuk kaum milenial.

SHARE NOW
EXPLORE BRILIO!
RELATED
MOST POPULAR
Today Tags