Brilio.net - Kulit berminyak merupakan salah satu dari beberapa tipe kulit yang sering menjadi sumber munculnya penyakit kulit. Tipe kulit ini didasarkan pada kecenderungan kelenjar minyak di dalam kulit memproduksi sebum dalam jumlah besar. Kondisi ini kemudian memberi kesan wajah yang kotor akibat efek greasy yang ditimbulkannya. Tak hanya itu, pori-pori kulit pada wajah berminyak juga cenderung menjadi lebih besar, sehingga memberi kesan kasar.
Sejatinya, produksi sebum oleh kelenjar minyak kulit berfungsi untuk menjaga kelembapan alami kulit. Namun begitu, terdapat beberapa faktor yang justru dapat memicu produksinya secara berlebihan. Kondisi ini termasuk dari sektor internal seperti fluktuasi hormon, stres, hingga pengaruh eksternal seperti kondisi cuaca panas dan lembap yang sama-sama merangsang peningkatan kerja kelenjar minyak di dalam kulit.
BACA JUGA :
Bebas komedo tanpa putih telur, ini trik bersihkan pori-pori wajah tersumbat pakai 1 bahan kue
Apabila dibiarkan, kondisi ini justru dapat mempengaruhi keseimbangan produksi minyak alami kulit dan memaksa pori-pori menjadi membesar. Rongga pori-pori yang membesar bersama minyak tadi justru akan membuat kotoran mudah masuk ke dalamnya. Lama-kelamaan, penumpukan kotoran ini bisa menyumbat pori-pori kulit berminyak tadi dan memunculkan masalah seperti komedo dan jerawat.
BACA JUGA :
Halus tanpa scrub kasar, ini trik angkat komedo di area T-zone sampai ke akarnya pakai 2 jenis minuman