Lalu, bahan lainnya yakni jeruk. Buah berwarna oranye ini mengandung vitamin C yang bisa mengatasi kerusakan kulit akibat sinar UV. Di sisi lain, adanya asam sitrat dalam jeruk dapat mengatasi rasa perih pada kulit yang iritasi.
Sementara itu, daun salam atau bay leaf dalam sunscreen alami ini bisa meredakan iritasi pada kulit yang terbakar. Hal ini lantaran daun salam memiliki kandungan minyak esensial yang bisa mengatasi kulit iritasi.
BACA JUGA :
Bukan pakai kunyit, ini trik atasi hiperpigmentasi pada wajah menggunakan 1 bahan minuman
Tertarik untuk menggunakan sunscreen dari bahan-bahan tersebut? Berikut ini langkah-langkah membuatnya yang dilansir briliobeauty.net, Kamis (27/7). Yuk simak informasinya.
Bahan-bahan:
BACA JUGA :
Tak terlihat tanda keriput di usia 56 tahun, intip trik jaga kecantikan wajah awet muda Ruth Sahanaya
foto: YouTube/Maa, yeh kaise karun?
1. 1 buah wortel
2. 1 buah jeruk
3. Bay leaf atau daun salam
4. Coconut oil
5. Olive oil
Cara membuat:
foto: YouTube/Maa, yeh kaise karun?
1. Kupas terlebih dahulu wortel tersebut.
2. Cuci wortel dan jeruk menggunakan air rendaman garam.
3. Lalu kupas kulit jeruk dan keringkan.
4. Parut wortel tersebut dengan tekstur halus dan masukkan ke dalam toples kaca.
5. Tambahkan bay leaf dan 1/2 cup coconut oil ke dalam wadah tersebut.
6. Tuangkan 1/2 cup olive oil.
7. Aduk semua bahan hingga tercampur rata.
8. Rendam botol tersebut di dalam air panas.
9. Lalu aduk kembali dan saring kembali.
10. Simpan ramuan tersebut pada botol kaca dan tempat yang kering.
Cara menggunakannya:
foto: YouTube/Maa, yeh kaise karun?
1. Bersihkan wajah terlebih dahulu.
2. Lalu, oleskan sunscreen alami tersebut pada kulit wajah dan tubuh secara merata.
Namun perlu diperhatikan, sebelum menggunakan sunscreen yang dibuat sendiri dari bahan-bahan alami ini, kamu perlu melakukan patch test terlebih dahulu. Hal ini karena sunscreen alami ini memiliki bahan dasar buah jeruk yang mempunyai kandungan asam sitrat. Kandungan tersebut cukup berisiko jika kamu mempunyai jenis kulit sensitif. Pasalnya, hal ini justru akan membuat kulit menjadi iritasi dan timbul masalah lain. Maka dari itu, patch test penting untuk dilakukan.