1. Home
  2. »
  3. Serius
10 Maret 2026 17:46

Strategi swasembada energi Presiden Prabowo, kelapa sawit potensi jadi pengganti BBM impor

Melalui penguatan swasembada energi, kebutuhan energi nasional diproyeksikan akan beralih ke sumber daya domestik. Agustin Wahyuningsih
Swasembada Energi Indonesia | foto: YouTube/Sekretariat Presiden

Brilio.net - Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa di tengah situasi global yang tidak menentu, bangsa Indonesia harus memiliki keberanian untuk mengakui dan menghadapi setiap kesulitan yang ada. Prabowo menekankan agar pemerintah tidak sekadar berlindung di balik birokrasi atau sistem yang sudah berjalan, melainkan harus bersikap proaktif dalam mencari solusi.

"Kita buktikan kita tidak berlindung di balik peraturan. Kita tidak berlindung di balik sistem yang sudah berjalan. Kita menghadapi kesulitan dengan sikap kita ingin mengatasi kesulitan. Kita harus berani mengatasi kesulitan. Kita tidak menutupi kesulitan. Kita tidak pura-pura tidak ada kesulitan," tegas Prabowo, dikutip brilio.net dari YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (10/3/2026).

BACA JUGA :
TNI Siaga 1 akibat konflik Timur Tengah: Kronologi, isi Telegram, dan apa artinya buat kita


Prabowo secara khusus menyoroti dampak perang di Timur Tengah yang memicu guncangan hebat di seluruh dunia. Hal ini menuntut kesiapan nasional karena gejolak tersebut berdampak langsung pada stabilitas ekonomi global. Namun, Prabowo optimistis bahwa Indonesia memiliki kekuatan dan kekayaan alam yang sangat besar jika dikelola dengan lebih baik dan dikendalikan dengan ketat.

Visi Swasembada Energi dari Kekayaan Alam Domestik

Sejalan dengan semangat menghadapi krisis global tersebut, Pemerintah Indonesia berkomitmen penuh untuk memutus rantai ketergantungan pada pasokan bahan bakar dari luar negeri. Melalui penguatan swasembada energi, kebutuhan energi nasional diproyeksikan akan beralih ke sumber daya domestik dengan mengoptimalkan hasil tanaman industri yang melimpah.

Prabowo meyakini bahwa potensi alam Indonesia adalah karunia besar yang mampu menopang kemandirian bangsa. Visi ini disampaikan dalam acara peresmian 218 jembatan melalui siaran langsung YouTube Sekretariat Presiden pada Senin (9/3/2026).

BACA JUGA :
Fix! Filipina terapkan kerja 4 hari seminggu, solusi hemat BBM imbas perang Timur Tengah

“Kebutuhan BBM kita dari, bukan dari impor luar negeri, bahkan dari tanaman-tanaman kita. Dari kelapa sawit, dari singkong, dari jagung, dari tebu,” jelas Presiden Prabowo.

Ketahanan Pangan Nasional di Tengah Ketidakpastian Global

Selain sektor energi, fokus pemerintah juga tertuju pada sektor pangan, terutama dalam merespons situasi dunia yang sedang mengalami guncangan akibat konflik internasional. Presiden mengingatkan bahwa perang di Timur Tengah menuntut kesiapan bangsa dalam menghadapi berbagai potensi kesulitan ekonomi global.

Dalam pernyataannya, Presiden menjamin bahwa Indonesia akan tetap memiliki pondasi pangan yang kuat.

“Apapun terjadi di mana bangsa-bangsa lain banyak akan mengalami kesulitan, minimal kita aman masalah pangan,” tegas Presiden Prabowo. Ia juga menambahkan urgensi untuk tidak bersembunyi di balik sistem, melainkan harus berani menghadapi kenyataan krisis dengan kerja keras dan persatuan.

“Saudara-saudara sekalian, kita harus kerja keras, kita harus rukun, kita harus bersatu menghadapi krisis,” imbuhnya.

Tata Kelola Kekayaan Negara dan Pemberantasan Korupsi

Kemandirian nasional hanya dapat tercapai jika kekayaan sumber daya alam dikelola dengan integritas yang tinggi. Presiden menyoroti bahwa kebocoran negara akibat praktik ilegal telah menghambat potensi kemajuan bangsa.

Dalam arahannya, Presiden kembali menegaskan komitmen untuk menjaga kekayaan negara agar dapat digunakan demi kepentingan rakyat banyak.

“Untuk itu saya tegaskan kembali lagi bahwa kita harus memerangi korupsi di setiap tingkat. Korupsi, penyalahgunaan wewenang, penipuan, kolusi dengan pengusaha-pengusaha nakal, ini yang mengakibatkan kebocoran negara. Ini yang mengakibatkan kekayaan kita banyak yang hilang. Kekayaan yang bisa kita gunakan untuk menghadapi bencana apapun,” ujar Prabowo.

Upaya pembersihan ini menjadi krusial agar modal bangsa tetap utuh dalam menghadapi bencana atau krisis di masa depan.

FAQ (Frequently Asked Questions)

1. Apa yang dimaksud dengan swasembada energi dalam konteks pidato Presiden Prabowo?

Swasembada energi merujuk pada kemampuan Indonesia untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar nasional secara mandiri tanpa bergantung pada impor, dengan memanfaatkan kekayaan alam domestik seperti kelapa sawit, singkong, jagung, dan tebu.

2. Mengapa kelapa sawit menjadi sorotan utama dalam program swasembada energi ini?

Kelapa sawit merupakan salah satu komoditas terbesar Indonesia yang dapat diolah menjadi biodiesel sebagai alternatif pengganti solar berbasis fosil, sehingga menjadi pilar penting dalam transisi menuju energi mandiri.

3. Bagaimana dampak perang di Timur Tengah terhadap kebijakan ekonomi Indonesia menurut Presiden?

Perang tersebut menciptakan guncangan global yang mengharuskan Indonesia untuk bersiap menghadapi kesulitan ekonomi, namun Presiden menekankan pentingnya swasembada pangan agar kebutuhan dasar rakyat tetap terjamin di tengah krisis tersebut.

4. Mengapa pemberantasan korupsi dikaitkan dengan masalah swasembada energi dan pangan?

Korupsi dan kolusi dianggap sebagai penyebab utama kebocoran anggaran dan hilangnya kekayaan negara. Jika praktik ini diberantas, sumber daya yang ada dapat dialokasikan sepenuhnya untuk membangun infrastruktur kemandirian energi dan ketahanan pangan.

5. Apa harapan Presiden terhadap seluruh elemen bangsa dalam menghadapi situasi krisis saat ini?

Presiden menghimbau agar seluruh masyarakat dan pemangku kepentingan untuk bekerja keras, menjaga kerukunan, serta bersatu agar Indonesia mampu melewati masa sulit akibat ketidakpastian global.

SHARE NOW
RELATED
MOST POPULAR
Today Tags