1. Home
  2. »
  3. Serius
3 Februari 2026 15:20

Meriyati Hoegeng meninggal dunia di usia 100 Tahun, simbol kesederhanaan pendamping jenderal jujur

Eyang Meri, sapaan akrabnya, mengembuskan napas terakhir pada pukul 13.24 WIB di RS Bhayangkara Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur. Agustin Wahyuningsih
foto: tribratanews.polri.go.id

Brilio.net - Kabar duka menyelimuti keluarga besar institusi kepolisian dan masyarakat Indonesia. Meriyati Hoegeng Roeslani, istri dari sosok polisi legendaris almarhum Jenderal (Purn) Hoegeng Iman Santoso, dikabarkan meninggal dunia pada hari ini, Selasa (3/2/2026).

Eyang Meri, sapaan akrabnya, mengembuskan napas terakhir pada pukul 13.24 WIB di RS Bhayangkara Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur. Meriyati tutup usia tepat di angka 100 tahun setelah sempat menjalani perawatan intensif karena kondisi kesehatannya.

BACA JUGA :
Arogansi istri jenderal masa kini dan kesederhanaan istri Hoegeng


Kabar Duka dari RS Bhayangkara Polri

Kepala Rumah Sakit (Karumkit) RS Bhayangkara Polri, Brigjen Pol. Prima Heru Yulihartono, mengonfirmasi kabar kepulangan sosok yang dikenal setia mendampingi Jenderal Hoegeng ini.

"Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un telah meninggal dunia Ibu Meryati Hoegeng (100 tahun). Pada hari Selasa, 3 Februari 2026, pukul 13.24 WIB dikarenakan sakit," ujar Brigjen Pol. Prima Heru Yulihartono dalam keterangannya, Selasa (3/2), dikutip brilio.net dari tribratanews.polri.go.id.

Lahir pada 23 Juni 1925, Meriyati merupakan saksi hidup sekaligus pendukung utama di balik teguhnya prinsip integritas Jenderal Hoegeng semasa hidup. Jenazah almarhumah kini disemayamkan di rumah duka yang berlokasi di Pesona Khayangan Estate, Mekarjaya, Depok.

BACA JUGA :
30 Kata-kata bijak sahabat sejati yang menjaga rahasia dan pegang janji loyalitas

Rencananya, almarhumah akan dimakamkan di Taman Makam Giri Tama, Tonjong, Bogor, pada hari Rabu (4/2/2026) setelah waktu dzuhur.

Mengenal Sosok Jenderal Hoegeng Iman Santoso

Meninggalnya Meriyati membawa ingatan publik kembali pada sosok suaminya, Jenderal Hoegeng Iman Santoso, yang menjabat sebagai Kapolri periode 1968-1971. Nama Hoegeng hingga kini masih menjadi standar tertinggi kejujuran dan integritas bagi institusi Polri.

Dikutip dari unsia.ac.id, lahir di Pekalongan tahun 1921, Hoegeng dikenal karena gaya hidupnya yang sangat bersahaja. Ia pernah menolak berbagai hadiah karena dianggap sebagai gratifikasi, bahkan tak segan menyemir sepatunya sendiri meski menyandang pangkat bintang empat.

Presiden ke-4 RI, KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), bahkan pernah memberikan pujian sekaligus sindiran legendaris mengenai kejujuran beliau:

“Hanya ada tiga polisi jujur di negara ini: polisi tidur, patung polisi, dan Hoegeng.”

Filosofi Kepemimpinan dan Teladan Anti-Korupsi

Semasa menjabat, Jenderal Hoegeng selalu menekankan bahwa kebersihan sebuah institusi sangat bergantung pada teladan pimpinannya. Salah satu kutipan terkenalnya yang selalu relevan adalah:

“Baik atau buruknya suatu kepolisian itu tergantung pemimpinnya. Kalau pimpinannya baik, mudah-mudahan ke bawahnya akan baik juga.”

Keteguhan prinsip Hoegeng ini tentu tidak lepas dari peran Meriyati yang setia mendampingi dalam kesederhanaan, hingga akhirnya ia menyusul sang suami di usia seabad. Kepergian Meriyati menjadi pengingat bagi kita semua tentang pentingnya integritas yang dimulai dari lingkungan keluarga.

FAQ Meriyati Hoegeng

1. Siapa sosok Meriyati Hoegeng bagi sejarah Kepolisian Indonesia?

Beliau adalah istri dari Jenderal Hoegeng Iman Santoso. Perannya krusial sebagai pendukung utama gaya hidup sederhana dan antikorupsi yang dijalani suaminya selama menjabat sebagai Kapolri.

2. Kapan dan di mana Meriyati Hoegeng akan dimakamkan?

Almarhumah rencananya akan dimakamkan di Taman Makam Giri Tama, Tonjong, Bogor, pada Rabu, 4 Februari 2026, setelah waktu dzuhur.

3. Berapa usia terakhir almarhumah Meriyati?

Almarhumah lahir pada 23 Juni 1925 dan meninggal dunia tepat pada usia 100 tahun (berdasarkan perhitungan tahun masehi ke 2026).

4. Apa hubungan antara Jenderal Hoegeng dengan kutipan "tiga polisi jujur" dari Gus Dur?

Gus Dur memberikan candaan tersebut sebagai bentuk penghormatan tertinggi kepada Jenderal Hoegeng karena integritasnya yang luar biasa bersih di tengah tantangan korupsi di masa itu.

5. Di mana alamat rumah duka Meriyati Hoegeng?

Jenazah saat ini disemayamkan di kediaman keluarga yang beralamat di Pesona Khayangan Estate, Mekarjaya, Depok, Jawa Barat.

SHARE NOW
RELATED
MOST POPULAR
Today Tags