Brilio.net - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI mencetak sejarah baru di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Untuk pertama kalinya, kementerian ini diperkuat oleh tiga orang Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) sekaligus sejak mulai bertugas pada Oktober 2024 lalu.
BACA JUGA :
Pidato Menlu Sugiono di forum Internasional jadi sorotan, terbata-bata bicara pakai bahasa Inggris
Menlu Sugiono
foto: Instagram/@sugiono_56
Meski punya "pasukan" lebih banyak dari periode sebelumnya, Menteri Luar Negeri Sugiono justru merasa jumlah tersebut masih belum cukup. Hal ini ia sampaikan secara terbuka saat memberikan sambutan dalam acara Pernyataan Pers Tahunan Menteri Luar Negeri (PPTM) 2026 di Jakarta, Rabu (14/1).
Momen menarik terjadi ketika Menlu Sugiono menyapa para pendahulunya, yakni Retno Marsudi (Menlu 2014-2024) dan Alwi Shihab (Menlu 1999-2001) yang duduk di bangku undangan.
BACA JUGA :
Didesak mundur imbas banjir Sumatra, Menhut Raja Juli Antoni: Saya siap dievaluasi!
"Ibu Retno, Pak Alwi, saya melaporkan, saya punya tiga wakil menteri. Terus terang saja, momen-momen seperti ini kita baru bisa ketemu. Masing-masing beliau ada di mana-mana dengan urusan dan tanggung jawabnya masing-masing," ujar Sugiono yang langsung memicu perhatian hadirin, dikutip brilio.net dari Liputan6, Kamis (15/1).
Ia pun melanjutkan kelakarnya yang memancing tawa seisi ruangan, "Dan sejujurnya saya merasa masih kurang tiga ini. Saya nggak tahu apakah kalau saya minta nambah diizinkan oleh Pak Presiden."
Menlu Sugiono
foto: Instagram/@sugiono_56
Mengenal Sosok dan Peran 3 Wamenlu RI
Tiga Wamenlu yang mendampingi Sugiono memiliki latar belakang dan fokus tugas yang berbeda. Mereka adalah Arif Havas Oegroseno (Havas), Arrmanatha Nasir (Tata), dan Anis Matta. Havas dan Tata merupakan diplomat karier senior, sedangkan Anis Matta berangkat dari latar belakang politisi.
Dalam pidatonya, Menlu Sugiono memberikan apresiasi khusus atas kinerja ketiga wakilnya tersebut dalam menangani isu-isu krusial dunia
Untuk Arif Havas Oegroseno, Sugiono fokus pada penyelesaian Code of Conduct di Laut China Selatan yang sejalan dengan UNCLOS serta isu Myanmar, di mana Indonesia konsisten mendorong penyelesaian yang berkelanjutan dan legitimate.
"Untuk itu saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Bapak Wakil Menteri Luar Negeri Arif Havas Oegroseno yang terus secara aktif memonitor perkembangan, khusus untuk isu ini," ucap Sugiono.
Sementara untuk Arrmanatha Nasir yang bertanggung jawab penuh dalam menavigasi diplomasi Indonesia di ranah multilateral, Sugiono menyampaikan, “Saya mengucapkan terima kasih saya khususnya kepada Wakil Menteri Luar Negeri Arrmanatha Nasir yang telah menggawangi, membina dan membimbing upaya-upaya diplomasi Indonesia di panggung multilateral.”
Dan untuk Anis Matta yang memegang peran kunci dalam memperkuat hubungan Indonesia dengan negara-negara Islam.
"Saya juga mengucapkan terima kasih, kepada Wakil Menteri saya Bapak Doktor Anis Matta, yang secara khusus mengawaki diplomasi Indonesia dengan dunia Islam," pungkas Sugiono.