1. Home
  2. ยป
  3. Serius
15 Juni 2020 18:55

Kronologi jatuhnya pesawat tempur TNI AU di Riau

Pesawat tempur TNI AU yang jatuh adalah jenis Hawk buatan Inggris. Syifaul Qulubil

Brilio.net - Kecelakaan pesawat kembali terjadi. Pesawat tempur Hawk milik TNI AU jatuh di permukiman penduduk di Desa Kubang Jaya Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau, Senin (15/6) pagi.

Pesawat tempur buatan Inggris tersebut jatuh ketika digunakan latihan. Berikut kronologinya, dikutip dari liputan6.com, Senin (15/6).

BACA JUGA :
6 Fakta pesawat TNI AU jatuh di Riau, pilot selamat


1. Terbang pukul 07.00 WIB

Sementara itu, Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo menegaskan, pesawat tempur bernomor ekor TT-209 yang jatuh tersebut dalam kondisi layak terbang. Menurutnya, pengecekan rutin selalu dilakukan, bahkan sebelum pesawat itu terbang pada Senin (15/6) pukul 07.00 WIB.

BACA JUGA :
Ini kesaksian warga yang tolong pesawat tempur TNI AU jatuh di Riau

foto: Liputan6.com

Pesawat tersebut terbang bersama dua pesawat lainnya dari Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru.

Ketiga pesawat menjalani latihan tempur di daerah Siabu. "Ada latihan penembakan di sana, ada daerah latihan," ungkap Fadjar di Ruang Arjuna Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru, seperti yang brilio.net lansir dari Liputan6.com, Senin (15/6).

2. Pesawat kembali dari latihan.

Satu jam usai latihan, tiga pesawat tersebut memutuskan untuk kembali ke Lanud. Namun, sekitar dua kilometer dari landasan dengan ketinggian 500 meter, Lettu Pnb Apriyanto melaporkan adanya keanehan pada mesin pesawat.

3. Suara aneh di bagian belakang pesawat.

Pilot melaporkan ada suara aneh di bagian belakang dan ikuti hidupnya lampu peringatan. Dalam waktu tersebut, komunikasi Apriyanto dengan dua pilot pesawat lainnya masih normal.

"Kemudian ada pertanda tidak benar terjadi (pada pesawat), lalu lost power atau pesawat kehilangan tenaga," terang KSAU Fadjar.

4. Pilot melaporkan akan eject.

Dalam kondisi itu, Apriyanto melaporkan ke Lanud akan melakukan eject atau keluar menggunakan kursi lontar. Setelah laporan itu, Lanud kehilangan komunikasi dengan Apriyanto.

5. Pesawat jatuh pukul 08.13 WIB.

Menurut Fadjar, Apriyanto selamat setelah keluar memakai kursi lontar, sementara pesawat jatuh menimpa dua rumah warga. Kursi lontar juga menimpa atap rumah warga lainnya.

Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara (Kadispenau) Marsma TNI Fajar Adriyanto mengatakan, kecelakaan terjadi saat pesawat akan mendarat dari latihan rutin terjadwal, yakni pukul 08.13 WIB.

"Saat akan mendarat di Runway 36, pesawat kehilangan power, pilot Lettu Pnb Apriyanto Ismail memutuskan untuk eject, dan selamat," ungkap Fajar.

foto: Video.com/Liputan6

Pesawat tersebut kini dalam kondisi rusak berat. Pesawat tersebut menimpa 2 rumah warga yang dalam keadaan kosong, sehingga tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.

Atas kejadian ini, KSAU Marsekal TNI Fadjar Prasetyo atas nama TNI AU meminta maaf kepada masyarakat, khususnya bagi warga yang rumahnya tertimpa pesawat tersebut. Dia juga berterima kasih kepada warga yang telah menolong pilot.

"Begitu juga dengan petugas lainnya dari Koramil dan Polsek," tandas KSAU.

SHARE NOW
EXPLORE BRILIO!
RELATED
MOST POPULAR
Today Tags