1. Home
  2. ยป
  3. Serius
1 April 2020 11:41

Kisah pria Rembang sembuh dari corona, sujud syukur & diarak ke rumah

Pria bernama Muhyin ini sempat mengalami gejala tidak enak badan ketika pulang dari Denpasar, Bali. Farika Maula
foto: Merdeka.com

Brilio.net - Banyak kisah yang dibagikan para pasien positif virus corona Covid-19 yang sembuh dan pulih seperti sedia kala. Seperti cerita salah satu warga Jawa Tengah ini.

Muhyin pemuda asal Desa Megal, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah ini sempat dinyatakan positif corona dan dirawat di RSUD K.R.M.T Wongsonegoro, Semarang.

BACA JUGA :
5 Momen Detri Warmanto temui anak dari jauh saat isolasi mandiri


Setelah menjalani serangkaian perawatan, pria 28 tahun ini akhirnya dinyatakan sembuh. Kepulangannya ke desa tercinta disambut meriah oleh warga. Dirinya bahkan diarak dari Balai Desa sampai rumah.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari Liputan6.com, Muhyin kemudian melakukan sujud syukur di depan pintu rumah, Rabu (1/4). Menurutnya, sosok yang dirindukan selama menjalani perawatan medis adalah orangtua.

"Ibu sama kakak saya," ujar Muhyin.

BACA JUGA :
Cerita 5 seleb melahirkan anak saat pandemi corona

Untuk saat ini, dia ingin menghabiskan waktu bersama keluarga dan orang-orang yang dia cintai di rumah. Muhyin belum berpikir untuk mencari kerja kembali. "Belum, mau di rumah dulu," terangnya.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Pamotan, Rembang, Nur Khotib bersyukur Muhyin bisa sembuh dari sakit corona. "Saya bisa menyimpukan mengatakan bahwa mas Muhyin ini adalah orang Rembang pertama yang paling sehat terhadap virus ini. Kenapa? karena dia sudah mengalami dan saya yakin di tubuhnya sudah ada antibodi," tuturnya.

Sebelumnya, Muhyin menceritakan, selama masa karantina selalu mengatur pola hidup. Selain itu, seluruh aturan yang diberikan oleh pihak rumah sakit selalu dijalankan.

"Selama 12 hari rasanya lama. Mereka selalu sabar berikan anjuran makan teratur seperti sayuran. Kalau sudah jadwalnya minum obat ya harus minum. Setiap jam dipantau terus oleh perawat. Kalau ada yang kelewatan pasti ditegur," katanya di RSUD Wongsonegoro, Semarang, Selasa (30/3).

Muhyin diminta untuk melepaskan semua pikiran yang membebaninya. Dengan melepas beban pikir, tim medis mempercayai dia akan cepat sembuh dan kembali pulang.

"Dokter dan perawat beri kami semangat. Mereka jamin kalau saya bisa sembuh. Jadi intinya langsung saya lepaskan beban pikir, dan semua anjuran tim medis saya patuhi. Semua saya jalani ikhlas dan berdoa," jelasnya.

Sebelum dinyatakan positif corona, Muhyin mengalami gejala tidak enak badan ketika pulang dari Denpasar, Bali. Sampai di rumah, dia mengalami sesak napas dan batuk. Kemudian dia dibawa ke RSUD Rembang.

"Saya dites kondisi saya kata dokter gejala corona, lantas saya dirujuk ke RSUD Semarang. Di sini saya mulai menjalani perawatan isolasi, istirahat total," jelas pria yang bekerja proyek di Denpasar itu.


SHARE NOW
EXPLORE BRILIO!
RELATED
MOST POPULAR
Today Tags