1. Home
  2. ยป
  3. Serius
31 Maret 2021 09:30

Hadapi pandemi, gedung perkantoran ini usung konsep ramah lingkungan

Dilengkapi fitur yang melindungi kesehatan dan hemat energi Yani Andriansyah
Foto-foto : Dok Sequis Tower

Brilio.net - Pandemi Covid-19 mengubah hampir di semua sektor kehidupan. Saat ini, masyarakat bukan hanya dituntut menjalankan gaya hidup sehat, tapi juga sebisa mungkin beraktivitas di ruang yang ramah lingkungan.

Maklum ruang ramah lingkungan identik dengan suasana bersih dan nyaman. Nah beberapa waktu lalu, perkantoran menjadi salah satu kluster persebaran virus corona. Karena itu nggak heran jika saat ini banyak gedung perkantoran yang didesain ulang dengan memasukan unsur berkelanjutan alias ramah lingkungan.

BACA JUGA :
Ini alasan pengembangan EBT di Indonesia lemot, butuh investasi gede


Cara inilah yang dilakukan gedung perkantoran Farpoint, Sequis Tower, Jakarta yang semakin mengedepankan visi lingkungan kerja berkelanjutan yang ramah lingkungan, serta aman bagi operasi bisnis di tengah tantangan pandemi.

Berbagai inovasi diaplikasikan mengikuti kebutuhan perusahaan yang semakin dinamis karena perubahan akibat pandemi Covid-19. Tujuannya agar perusahaan mencapai tujuan Environmental, Social, and Good Governance (ESG) melalui arsitektur yang inovatif dan teknologi tinggi.

BACA JUGA :
5 Cara mudah terapkan fashion ramah lingkungan, bisa mulai dari lemari

Dirancang Kohn Pedersen Fox Associates (KPF), gedung ini mengoptimalkan efisiensi bangunan serta kinerja yang ramah lingkungan untuk bisnis dan penyewa gedung.

Kami mengadirkan inovasi ramah lingkungan di pusat kota, di antaranya lewat kehadiran ruang publik di area bangunan, serta pemanfaatan arsitektur dengan skala dan tekstur yang didesain untuk mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan, baik secara ekonomi, sosial, dan lingkungan, ujar Robert C Whitlock, AIA, Kepala KPF.

Bangunan yang menempati area strategis di jantung CBD Sudirman (SCBD) ini diakui dengan meraih beberapa penghargaan berkat desain dan pengoperasian energi yang hemat untuk bangunan. Sequis Tower juga dilengkapi fitur yang melindungi kesehatan, hemat biaya, serta berkinerja 36persen lebih baik dibandingkan desain bangunan standar.

Nah bangunan hijau, seperti Sequis Tower, turut berkontribusi terhadap pencegahan dan pengendalian Covid-19. Caranya dengan menggunakan berbagai inovasi seperti deteksi suhu menggunakan teknologi AI, sinar UV-C untuk membersihkan udara, serta pemasangan filter HEPA di elevator untuk membantu mencegah penularan Covid-19.

Fasad bangunan yang dapat ditempuh dengan berjalan kakidari Stasiun MRT Istora Mandiri ini dibuat berlapis ganda untuk mengontrol panas matahari, sehingga penggunaan energi menjadi lebih hemat dan efisien. Selain itu, bangunan ini juga memberlakukan pintu masuk tanpa kontak, sehingga membatasi penyebaran Covid-19, sekaligus menghemat energi dengan memastikan pintu tetap tertutup.

Sequis Tower juga memanfaatkan sistem peredupan dan pencahayaan bersensor gerak, yang efektif untuk mengurangi konsumsi listrik serta hemat biaya. COO Farpoint Widijanto Liem menjelaskan, untuk perusahaan multinasional dan industri yang menghadapi tekanan pandemi, mengadopsi teknologi-teknologi ini menjadi faktor kunci dalam mencapai ekonomi yang berkelanjutan dan lebih hijau.

Dengan demikian, perusahaan pun semakin terbantu dalam memastikan operasi dapat terus berjalan dan bisnis dapat terus berkembang, meskipun dalam kondisi yang penuh tantangan. Memiliki kantor di Sequis Tower akan merepresentasi visi jangka panjang sebuah perusahaan, baik multinasional maupun domestik, dengan penerapan bisnis yang berkelanjutan untuk hari ini dan masa depan, tutup Liem.

SHARE NOW
EXPLORE BRILIO!
RELATED
MOST POPULAR
Today Tags