1. Home
  2. »
  3. Serius
3 Februari 2026 21:38

Apa itu program Gentengisasi? Ini bocoran tujuan, anggaran, & strategi pemerintah wujudkan hunian ASRI

Program "Gentengisasi" sebagai bagian dari inisiatif besar Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah). Agustin Wahyuningsih

Brilio.net - Pemerintah secara resmi memperkenalkan program "Gentengisasi" sebagai bagian dari inisiatif besar Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah). Program ini bertujuan mentransformasi kawasan permukiman di seluruh Indonesia dengan mengganti atap bermaterial seng menjadi genteng.

Berikut adalah rincian lengkap mengenai kebijakan tersebut, mulai dari filosofi hingga kesiapan anggarannya dirangkum brilio.net dari Liputan6.

BACA JUGA :
Kenaikan UMP 2026 ditetapkan sebelum 24 Desember 2025


1. Visi Indonesia ASRI: Aman, Sehat, Resik, dan Indah

Program Gentengisasi
foto: Instagram/@sekretariat.kabinet

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menjelaskan bahwa gentengisasi bukan sekadar masalah estetika, melainkan upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

BACA JUGA :
Heboh isu MBG diganti uang, begini respons Kemenkeu

"Filosofinya adalah, selain kita ingin mengentaskan housing backlog (9,9 juta KK belum punya rumah dan 26,9 juta KK di rumah tidak layak huni), program ini membantu masyarakat prasejahtera agar huniannya lebih baik, tidak panas, dan terlihat rapi," ujar AHY usai menghadiri Indonesia Economic Summit di Jakarta, Selasa (3/2/2026).

Program Gentengisasi
foto: Instagram/@sekretariat.kabinet

Sebagai informasi, ASRI akan diluncurkan Prabowo dalam waktu dekat. Gerakan ini untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan tertata.

"Strategi ini bertujuan untuk mewujudkan Indonesia sebagai negara maju modern dengan tolok ukur utama peningkatan kualitas hidup seluruh rakyat," tutur Sekretaris Kabinet (Seskab) Letkol Teddy Indra Wijaya.

Program Gentengisasi
foto: Instagram/@sekretariat.kabinet

2. Alasan Presiden Prabowo: Atap Seng Adalah Lambang "Degenerasi"

Program Gentengisasi
foto: Instagram/@sekretariat.kabinet

Dalam Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah di Sentul, Senin (2/2/2026), Prabowo Subianto menyoroti penggunaan seng yang mendominasi desa dan kota di Indonesia. Ia menilai seng memiliki banyak kekurangan teknis.

"Saya lihat, semua kota, kecamatan, hampir semua desa kita, maaf ya banyak genteng dari seng. Seng ini panas untuk penghuni, seng ini juga berkarat," kata Prabowo.

Menurut dia, Indonesia sulit tampak indah apabila semua atap rumah maupun bangunan berasal dari material seng. Untuk itu, Prabowo meminta semua atap di Indonesia memakai genteng.

"Maaf, saya tidak tahu ini dulu industri aluminium dari mana. Saya ingin semua atap Indonesia pake genteng ya. Jadi ini gerakannya adalah gerakan proyek gentengisasi," jelasnya.

Presiden menegaskan keinginannya agar dalam 2-3 tahun ke depan, Indonesia tidak lagi terlihat penuh karat.

"Karat itu lambang degenerasi. Saya berharap dalam 2-3 tahun Indonesia tidak akan kelihatan karat. Karat adalah lambang degenerasi, bukan lambang kebangkitan," ujarnya.

3. Produksi Lokal Lewat Koperasi Desa Merah Putih

Program Gentengisasi
foto: Instagram/@sekretariat.kabinet

Presiden menekankan bahwa genteng tidak harus mahal. Pemerintah akan mendorong produksi genteng berbahan tanah liat yang dicampur dengan zat limbah tertentu agar menghasilkan material yang ringan namun kuat.

"Alat-alat genteng itu, alat pabrik genteng itu tidak mahal. Genteng itu bahan bakunya dari tanah dan dengan dicampur dengan zat limbah lainnya bisa ringan dan kuat," ujar Prabowo.

Rencananya, Koperasi Desa Merah Putih akan dilengkapi dengan pabrik pembuatan genteng. Hal ini diharapkan dapat menghidupkan ekonomi desa sekaligus menyediakan material pembangunan yang terjangkau bagi kepala daerah yang ingin mempercantik wilayahnya.

Tak lupa Prabowo mengajak kepala daerah untuk mempercantik kotanya dengan proyek gentengisasi.

"Ini serius ya. Bupati wali kota yang tidak mau kotanya indah terserah. Yang mau, ayo bersama kita bikin kotamu indah, kecamatanmu indah, desamu indah," tuturnya.

4. Anggaran Terukur di Bawah Rp1 Triliun

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengklarifikasi isu mengenai besarnya biaya program ini. Ia memastikan bahwa anggaran gentengisasi tidak semahal yang dibayangkan publik karena program ini hanya berfokus pada rumah yang tidak layak.

“Gentengnisasi itu nggak sampai Rp1 triliun,” kata Purbaya dalam Indonesia Economic Summit, Selasa (3/2/2026).

Sumber dana kemungkinan akan disisihkan dari beberapa pos anggaran, termasuk sebagian dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) atau pos relevan lainnya.

Purbaya menegaskan bahwa saat menggunakan perhitungan yang lebih realistis dan terukur, besaran anggaran program ini masih bisa dikendalikan oleh pemerintah.

“Ini kan masih itungan kasar sekali. Jadi angkanya bisa dikendalikan,” tegasnya.

5. Sinergi dengan Program Sampah Jadi Energi

Sekretaris Kabinet (Seskab) Letkol Teddy Indra Wijaya menambahkan bahwa Gerakan Indonesia ASRI juga mencakup penanganan lingkungan yang lebih luas. Selain gentengisasi, pemerintah akan membangun 34 proyek waste-to-energy (sampah jadi energi) di 34 kota tahun ini.

FAQ Program Gentengisasi

1. Apakah program gentengisasi ini wajib untuk seluruh warga?

Program ini diprioritaskan untuk masyarakat prasejahtera melalui skema bantuan pemerintah seperti BSPS (Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya) untuk mengganti atap yang tidak layak (seperti material bekas minyak atau seng berkarat).

2. Mengapa genteng dianggap lebih baik daripada seng?

Genteng memberikan isolasi termal yang lebih baik sehingga rumah tidak panas, tidak berisik saat hujan, lebih tahan lama terhadap korosi (karat), dan meningkatkan nilai estetika kawasan permukiman.

3. Bagaimana cara desa mendapatkan pabrik genteng sendiri?

Pemerintah akan menyalurkan bantuan alat produksi melalui Koperasi Desa Merah Putih dengan memanfaatkan bahan baku tanah lokal dan campuran limbah industri yang aman.

4. Apakah anggaran Makan Bergizi Gratis (MBG) akan terganggu?

Menkeu Purbaya menyatakan bahwa penyisihan anggaran dilakukan secara terukur dan "cukuplah, tidak banyak-banyak banget" sehingga tidak akan mengganggu fungsi utama program MBG.

5. Apa kaitan gentengisasi dengan sektor pariwisata?

Menurut Menko AHY, permukiman yang bersih (resik) dan indah akan meningkatkan daya tarik pariwisata daerah, menciptakan lingkungan yang nyaman bagi wisatawan dan warga lokal.

SHARE NOW
RELATED
MOST POPULAR
Today Tags