1. Home
  2. »
  3. Selebritis
16 Februari 2026 19:43

Duduk perkara isu wakaf Al-quran Taqy Malik: Dugaan mark-up harga hingga tantangan tabayyun

Hal ini mencuat setelah Randy Permana, seorang fotografer yang menetap di Makkah, membongkar dugaan adanya selisih harga yang sangat besar. Agustin Wahyuningsih
foto: Instagram/@taqy_malik

Isu miring kini tengah menerpa Taqy Malik terkait bisnis wakaf Al-quran yang dijalankannya di Arab Saudi. Hal ini mencuat setelah Randy Permana, seorang fotografer yang menetap di Makkah, membongkar dugaan adanya selisih harga yang sangat besar. Randy menyebut bahwa harga yang dipatok oleh Taqy kepada para donatur jauh di atas harga pasar yang sebenarnya di toko-toko sekitar Makkah dan Madinah.

Menurut Randy, awalnya pembelian Al-quran bisa dilakukan langsung di pabrik dengan harga murah. Namun, karena adanya pembatasan dari otoritas Saudi, pembelian dialihkan ke toko-toko retail. Ia menduga Taqy mengambil keuntungan hingga ratusan ribu rupiah per mushaf, yang jika dikalikan dengan ribuan donatur, angkanya mencapai ratusan juta rupiah.

BACA JUGA :
Kompak sebagai saudara ipar, begini 8 potret akrab Sherel Thalib istri Taqy Malik dan Wafiq Malik


"Bahwasanya dia mengatakan menjual mushaf itu dengan harga 80 riyal atau kurang lebih Rp330.000, harga naik dua kali lipat, itu perkara dia sudah tidak bisa memborong di pabrik. Jadi mau enggak mau dia beli di toko yang di mana harga di toko rata-rata 40 sampai 50 riyal. Selisihnya keuntungan yang dia ambil itu lebih banyak ketimbang dia beli mushafnya," ujar Randy Permana dalam jumpa pers virtual, Jumat (13/2/2026), dikutip dari KapanLagi dan Liputan6, Senin (16/2/2026).

1. Perhitungan Keuntungan dan Margin Operasional

foto: Instagram/@paparich666

BACA JUGA :
Taqy Malik tak sanggup bayar hutang tanah sengketa, ini 9 momen pembongkaran masjid Malikal Mulki

Randy merinci hitung-hitungan keuntungan yang didapat dari program tersebut. Baginya, angka tersebut sangat fantastis untuk sebuah kegiatan sosial atau wakaf. Ia merasa terpanggil untuk bicara karena tidak ingin masyarakat atau jamaah di Indonesia merasa tertipu dengan harga yang dianggap tidak wajar.

"Ini ya saya hitung. Mushaf kurang lebih kita ambil yang rata-rata toko juallah, 40 riyal kali dengan kurs saat ini kita ambil kurs Rp4.500. Berarti harga mushaf itu di toko kalau kita beli sekitar Rp180.000. Ya kan? Nah, dia menjual dengan harga Rp330.000 dikurangi Rp180.000, untungnya dia itu Rp150.000 kalikan aja dengan yang dia sebut 2.000 mushaf. Rp300 juta sendiri dia dapat dalam sekali berangkat," ungkapnya.

Randy menegaskan bahwa dirinya juga sering membantu menyalurkan wakaf, namun dengan margin keuntungan yang sangat kecil hanya untuk biaya operasional.

"Saya sendiri juga membuka peluang yang siapa pun yang mau menitipkan amanahnya ke saya. Tapi kalau titip lewat kami jasa atau mutawif atau apa, kita mengambil keuntungan enggak banyak Mas, hanya mungkin Rp10.000 per mushaf atau apa, bukan sampai Rp150.000 itu. Jangan serakah, udah itu aja kalau pesan dari saya buat Taqy," jelas Randy.

2. Dugaan Aktivitas Ilegal dan Risiko Hukum di Arab Saudi

foto: Instagram/@paparich666

Selain masalah harga, Randy memberikan peringatan keras terkait aktivitas donasi online yang dilakukan Taqy Malik. Randy mengungkapkan bahwa pemerintah Arab Saudi sangat ketat dalam mengatur penggalangan dana dan distribusi wakaf. Aktivitas yang dilakukan Taqy diduga melanggar aturan otoritas setempat karena dilakukan secara ilegal tanpa melalui lembaga resmi Saudi.

"Cuman kalau secara hukum yang ada di Saudi, menggalang atau menggalang sedekah atau menggalang donasi secara online di luar otoritas atau aturan dari Saudi itu bisa, itu sifatnya ilegal. Makanya kenapa tahun lalu Taqy dicari sama polisi. Dan insyaallah kalau misal tahun ini Taqy datang lagi ke sana, bukti itu sudah ada semua, teman-teman sudah banyak laporan ke polisi dan ke intel-intel yang ada di Madinah. Insyaallah dia sudah langsung ketangkap dan itu enggak ada negosiasi, sudah langsung dipenjara dia," ujar Randy.

Dampak dari tindakan ini rupanya merugikan warga Indonesia lain yang bekerja secara jujur di Makkah dan Madinah. Randy menceritakan banyak rekan-rekannya menjadi korban kecurigaan polisi Saudi akibat aktivitas wakaf yang terlalu mencolok dan terdokumentasi secara berlebihan.

"Polisi melihat itu, yang kena teman-teman yang ada di Makkah-Madinah yang stay, mereka yang kerja di sini. Mereka yang kerjanya benar menyalurkan dari jamaah, dipikir mereka jualan. Dan sudah beberapa kali kasus teman-teman saya itu ketangkap sama polisi, dipenjara 3 hari 4 hari perkara niatnya hanya mau mewakafkan mushaf," jelasnya lebih lanjut.

3. Taqy Malik Tantang Tabayyun Terbuka

foto: Instagram/@taqy_malik

Hingga isu ini bergulir, Randy mengaku belum ada komunikasi dari pihak Taqy Malik. Namun, pada Sabtu (14/2/2026), Taqy Malik akhirnya memberikan tanggapan melalui akun Instagram pribadinya. Ia menolak diam dan mengundang Randy Permana untuk melakukan forum tabayyun secara terbuka.

“Melalui pernyataan ini, dengan segala kerendahan hati, saya mengundang saudara Rendy Eka Permana dan semua pihak yang melontarkan tuduhan terkait saya, untuk hadir dalam forum tabayyun secara terbuka,” tulis Taqy Malik dikutip dari Instagram @taqy_malik.

foto: Instagram/@taqy_malik

Taqy menegaskan bahwa forum ini bukan untuk mencari pembenaran, melainkan untuk menjaga amanah dan memberikan pertanggungjawaban di hadapan publik dan Tuhan.

“Amanah adalah kehormatan. Dan kehormatan dijaga oleh kejujuran, bukan dengan diam. Saya membuka ruang ini dengan niat baik agar segala hal menjadi terang, agar tidak ada syubhat yang tersisa dan agar kepercayaan umat tetap berdiri di atas kejelasan,” imbuhnya.

foto: Instagram/@taqy_malik

Mengenai waktu dan tempat, Taqy menyerahkan kepada pihak Randy, dengan harapan masalah ini segera tuntas agar spekulasi publik tidak semakin liar.

4. Balasan Randy atas Ajakan Tabayyun

foto: Instagram/@paparich666

Hingga berita ini dibuat, pihak Randy menanggapi ajakan tabayyun dari Taqy melalui unggahan Instagram Stories. Randy menyoroti pernyataan berita Taqy yang menyatakan “… kalian hitung sendiri 80 riyal itu di-convert ke rupiah Rpp360 ribu, sedangkan gue jual Rp330 ribu”, bahwa menurutnya Taqy benar-benar menjual.

“Saya rasa sudah cukup jelas klarifikasinya, sudah beliau pertegas juga kalo jualan. Jadi apa masih perlu tabayun/ketemu? yang mau beli mushaf ke beliau silakan. tapi setidaknya menurut keyakinan saya kalo orang jualan itu sudah punya barangnya, dan dijual lebih tinggi harganya wajar. seperti toko” di sekitar masjid nabawi wajah harganya lebih mahal dari percetakan, karena dia punya punya barang untuk dijual secara resmi,” tulis Randy.

foto: Instagram/@paparich666

Selanjutnya ia memaparkan alasan menyuarakan isu ini dikarenakan menjelang Ramadhan, banyak Muslim yang berlomba bersedekah, terutama di Tanah Suci.

“1 lagi salah satu alasan saya kenapa saya menyuarakan ini, menjelang ramadhan, banyak umat muslim berlomba-lomba dalam bersedekah. khususnya di tanah suci. yang seharusnya duti 1 juta bisa dapat 5/6pcs pahala mushaf, kenapa cuma jadi 3pcs pahala mushat,” lanjutnya.

Tak berhenti sampai di situ, aturan di Arab Saudi juga semakin ketat pada kondisi ramai.

“dan paling penting di saudi akan makin ketat secara aturan karena kondisi yang crowded. yang tidak suka dengan pendapat saya silakan aja bebas hak kalian. saya hanya berpendapat menurut keyakinan saya dan berbicara sesuai fakta lapangan. saya siap menerima segala konsekuensinya jika apa yang saya sampaikan terbukti omong kosong. barakallahfikum,” tutup Randy.

Source: liputan6.com / Ratnaning Asih
Disclaimer: Artikel ini ditulis ulang dengan bantuan Artificial Intelligence dengan pemeriksaan dan kurasi oleh Editorial.

SHARE NOW
RELATED
MOST POPULAR
Today Tags