1. Home
  2. ยป
  3. Personal Finance
22 April 2017 20:04

5 Fakta Sritex, produsen seragam militer dunia & NATO

Memperkerjakan karyawan difabel. Irwan Khoiruddin

Brilio.net - Presiden Joko Widodo (Jokowi) berusaha menggenjot perekonomian Indonesia. Presiden pun kerap menyatakan bangga jika ada salah satu brand atau merek asal Indonesia yang mampu menembus pasar dunia. Seperti halnya yang Presiden Jokowi katakan dalam acara peresmian perluasan pabrik PT Sri Rejeki Isman (Sritex) Tbk. di Sukoharjo, Jawa Tengah, Jumat (21/4).

Selain sebagai perusahaan asal Indonesia yang produknya diakui dunia, ternyata pabrik Sritex ini memiliki banyak fakta menarik lainnya. Berikut ini brilio.net rangkum, Sabtu (22/4) 5 fakta menarik tentang pabrik Sritex yang produksi seragam militernya dikenal mendunia.

BACA JUGA :
Tas Balenciaga Rp 29 juta disebut mirip kantong belanja Rp 14 ribuan


1. Memproduksi seragam militer 30 negara.

foto: Twitter.com/@sritexindonesia

BACA JUGA :
Penjual bakso tusuk berkostum unik ini ditegur polisi, salah apa ya?

Seragam militer memang menjadi produk unggulan pabrik yang didirikan H.M. Lukminto ini. Bahkan pada Jumat (21/4) Sritex menginvestasikan Rp 2,6 triliun untuk membuat pabrik barunya. Hingga saat ini perusahaan yang berdiri di Jetis, Sukoharjo ini telah memproduksi seragam militer untuk setidaknya 30 negara di dunia. Bahkan 8 dari negara-negara tersebut merupakan negara di kawasan Eropa.

2. Memproduksi seragam militer NATO.

foto: Twitter.com/@sritexindonesia

Sritex bahkan memproduksi seragam militer untuk Pakta Pertahanan Atlantik Utara atau NATO. Tidak hanya itu, Sritex juga merupakan satu-satunya pemegang lisensi di Asia yang berhak memproduksi seragam militer Jerman.

3. Awalnya kios kecil di Pasar Klewer.

foto: Twitter.com/@KemensetnegRI

Pabrik ini dirintis sejak tahun 1960-an dari sebuah kios kecil di Pasar Klewer. Kini kios tersebut sudah menjadi perusahaan memproduksi mulai dari seragam militer, pakaian kerja, produk fesyen, pakaian anak bahkan sebanyak 60 persen produknya diperuntukkan untuk pasar ekspor.

4. Memperkerjakan karyawan difabel.

foto: Twitter.com/@sritexindonesia

Sritex menjadi salah satu pabrik yang menerima karyawan dalam kondisi cacat karena kecelakaan kerja untuk bekerja kembali. Hal ini dilakukan sebagai pelaksanaan Program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) Return to Work (RTW). Sebuah program pendampingan kepada pekerja yang mengalami kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja.

5. Pemegang rekor Muri .

foto: Twitter.com/@sritexindonesia

Selain meningkatkan kualitas produk, perusahaan juga harus meningkatkan kemampuan dan pengetahuan pekerjanya. Salah satunya edukasi mengenai narkoba. Sritex rupanya pernah mencatatkan rekor Muri untuk peserta terbanyak penyuluhan narkoba dalam satu perusahaan pada tahun 2016. Sebelumnya rekor Murijuga telah dicatat dengan rekor apel pagi dengan jumlah 13.000 karyawan.

SHARE NOW
EXPLORE BRILIO!
RELATED
MOST POPULAR
Today Tags