1. Home
  2. ยป
  3. News
8 Oktober 2015 09:07

Terlibat cinta segitiga, mahasiswi ini galau antara dimadu atau putus

Ketiganya menyepakati tanggal pernikahan mereka. Muhammad Zufar

Brilio.net - Gadis belia berinisal NM ini harus menghadapi hubungan yang cukup rumit. Wanita berusia 20 tahun itu terlibat cinta segitiga dengan seorang pria, AM, yang sebentar lagi akan menikah dengan perempuan lain. Bahkan karena begitu besar cintanya, dia menerima tawaran untuk dimadu meski dia sadar kedua orangtuanya bakal menolak.

Awal perkenalan dengan AM adalah melalui media sosial pada tahun 2014. Dua bulan kemudian, mereka bersepakat untuk bertemu. Awal pertemuan, kemudian berlanjut ke beberapa pertemuan beriktunya. Ia mengaku menaruh hati kepada pria itu. Begitu pun juga ia merasa pria itu juga ada hati dengan dirinya.

BACA JUGA :
Rela celaka & koma demi temui pujaan hati, balasannya undangan nikah


Pria ini adalah seorang ustaz di salah satu pondok pesantren di Jawa Barat. Ia merupakan seorang yatim piatu dan telah tinggal di pondok pesantren sejak berumur 5 tahun, dan berhasil menghafal alquran. Setelah selesai belajar di pesantren, ia mengajar di sana sambil berwirausaha.

Menurut gadis asal Lembang, Bandung ini, ada perempuan keturunan Arab, KZ, yang ngebet melamar AM ini sejak tahun 2010. KZ adalah perempuan keturunan Arab-Indonesia. Ayahnya seorang pengusaha Arab yang cukup kaya, sedangkan ibunya seorang Indonesia asli. Sedangkan AM tidak memiliki darah Arab, dia asli Indonesia.

KZ telah mengenal AM sedari di pesantren, karena mereka satu belajar di satu pesantren yang sama. "Ia (KZ) terus menerus mengajak menikah AM, padahal AM nggak cinta dengannya," paparnya kepada brilio.net, Rabu (7/10).

BACA JUGA :
Wanita ini shock oleh kekayaan pria yang dulu ditolaknya karena miskin

NM tidak merasa minder dengan kenyataan peliknya kisah cintanya. Ia yakin AM lebih memilihnya ketimbang KZ, karena dirinya lebih tulus mencintainya. "Suatu ketika AM sudah tidak kuasa lagi menolak, ia kemudian mengajukan persyaratan kepada KZ apabila ingin melamarnya," ungkapnya. Syarat-syarat itu di antaranya ialah: Pertama, biaya pernikahan ditanggung sama perempuan. Kedua, bagi tamu undangan diwajibkan membawa bingkisan. Ketiga, harus mengadakan acara pengajian yang dihadiri oleh kiai-kiai dari 34 provinsi di Indonesia serta empat kiai arab. Keempat, acara pernikahan tidak bisa menggunakan adat apapun dan hanya dilakukan di masjid.

Singkat cerita, syarat-syarat itu disanggupi oleh KZ. AM sudah tidak mungkin berkelit lagi darinya. Tapi AM berterus terang kepada KZ bahwa dirinya telah jatuh cinta kepada NM. Anehnya, KZ tidak menolak apabila NM dinikahi juga oleh AM. Sehingga kemudian, NM dan KZ menyepakati tanggal pernikahan ketiganya. Yakni, tanggal 8 Februari dilangsungkan pernikahan AM dan KZ, seminggu berikutnya baru dilangsungkan pernikahan AM dan NM.

Namun, lucunya ketika ditanya tentang orang tuanya NM terkait persetujuan, timbul keraguan dibenak NM. "Saat ini orangtua tidak tahu keadaan yang sebenarnya. Taunya ya AM deket denganku. Tapi seandainya orangtua tahu kalo aku dimadu sama AM, pasti mereka menolak," ujarnya dengan nada yang semakin mengecil.

Ia akhirnya mengaku rela tidak jadi menikah dengan AM jika orangtuanya tidak merestui. Toh, ia merasa sebagai mahasiswa ia masih harus menuntaskan studinya.

Cerita ini disampaikan oleh NM melalui telepon bebas pulsa Brilio.net di nomor 0-800-1-555-999. Semua orang punya cerita. Ya, siapapun termasuk kamu punya kisah tersembunyi baik cerita sukses, lucu, sedih, inspiratif, misteri, petualangan menyaksikan keindahan alam, ketidakberuntungan, atau perjuangan hidup yang selama ini hanya kamu simpan sendiri. Kamu tentu juga punya cerita menarik untuk dibagikan kepada kami. Telepon kami, bagikan ceritamu.

SHARE NOW
EXPLORE BRILIO!
RELATED
MOST POPULAR
Today Tags