1. Home
  2. ยป
  3. News
5 April 2015 12:09

'Sipagi', sikat gigi tanpa ribet temuan mahasiswa UMY

Sikat gigi yang diberi merek 'Sipagi' itu adalah inovasi sikat gigi terbaru yang menggabungkan sikat gigi dan pasta gigi sekaligus. Andi Rosita Dewi

Brilio.net - Menyikat gigi saat ini sudah menjadi kebutuhan tersendiri. Sikat gigi merupakan alat yang digunakan untuk membersihkan gigi yang berbentuk sikat kecil yang dilengkapi dengan pegangan. Kebiasaan menyikat gigi sangat dianjurkan demi kesehatan.

Namun tetap saja saat ini kesadaran menyikat gigi masyarakat Indonesia terbilang masih sangat minim. Malas sikat gigi karena menurutmu sikat gigi itu ribet?

Nah, mahasiswa kedokteran gigi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) memberikan terobosan baru untuk solusi tersebut. Sikat gigi yang diberi merek 'Sipagi' itu adalah inovasi sikat gigi terbaru yang menggabungkan sikat gigi dan pasta gigi sekaligus. Sehingga penggunaannya akan lebih dimudahkan.

Hal yang melatar belakangi pembuatan Sipagi karena permasalahan kesehatan gigi dan mulut masyarakat Indonesia yang masih rendah. Salah satu penyebabnya adalah ketidakpraktisan alat sikat gigi konvensional, yaitu sikat gigi dan pasta gigi yang tidak berada dalam satu alat.

Dalam desain 'Sipagi' itu, bagian badan sikat diberikan rongga untuk menampung pasta gigi dan dari badan ke arah leher serta kepala sikat dibuat saluran keluarnya pasta gigi. Nah, pasta giginya itu sendiri dapat keluar ke kepala sikat dengan menekan bagian badan sikatnya yang berbahan venyl rubber. Dapat pula dilakukan isi ulang pasta gigi di bagian ujung sikatnya.

Proses mendesain Sipagi juga terbilang cukup cepat, yaitu 6 bulan. Adalah Muhammad Garry Syahrizal Hanafi, Nabila Yusaf, Hafida Setiasri, Alninda Sukma Hutami dan Muhammad Aditya Seto Nugroho melakukan kerja sama dengan pengrajin polyester untuk pembuatan sikat gigi tersebut.


"Harapannya, Sipagi ini dapat diproduksi secara massal dan dapat digunakan oleh masyarakat luas," kata Garry kepada brilio.net.

Selain itu, kepala sikat didesain bisa dilepas dan diganti dengan mudah untuk memaksimalkan fungsi 'Sipagi'. Sesuai rekomendasi kesehatan, bulu sikat sebaiknya diganti setiap tiga bulan sekali. Penggunanya cukup mengganti kepala sikatnya saja apabila bulu telah rusak.

"Untuk pengembangan yang akan kami lakukan ke depannya adalah terkait desain, ingin kami sempurnakan sisi ergonomisnya dan penyempurnaan ini akan lebih lancar lagi ketika sudah ada produsen yang bersedia memproduksi produk kami," ujarnya.



Menurut Garry, Sipagi kini juga sudah dipatenkan oleh mereka di Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM). Karya anak bangsa ini sebaiknya mendapatkan dukungan dari semua pihak, sehingga karya anak bangsa akan semakin inovatif lagi. Kalian tertarik sikat gigi pakai 'Sipagi' nggak?

SHARE NOW
EXPLORE BRILIO!
MOST POPULAR
Today Tags