1. Home
  2. ยป
  3. News
31 Juli 2015 08:18

Rumah terapung Danau Tempe, kearifan lokal yang masih bertahan

Danau Tempe merupakan salah satu danau yang berada di Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan. Andi Rosita Dewi

Brilio.net - Danau Tempe merupakan salah satu danau yang berada di Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan. Danau Tempe dapat diakses dengan jalur darat dari pusat Kota Sengkang.

UNESCO sempat menyatakan bahwa Danau Tempe merupakan salah satu danau dengan penghasil ikan tawar terbesar di dunia. Hal itu dianggap wajar, sebab Danau Tempe merupakan satu-satunya danau yang berada di tengah lempengan benua Asia dan Australia.

Di era modern saat ini, kearifan lokal masyarakat Danau Tempe masih terjaga, terbukti dengan terdapatnya berbagai rumah terapung yang berada di tengah-tengah danau.

Rumah tersebut berbentuk seperti rumah panggung yang berdiri megah di tengah danau. Semua rumah merupakan milik nelayan yang sampai saat ini menggantungkan hidupnya dari mencari ikan di danau tersebut. Luas danau yang mencapai 13.000 hektar tersebut memang menjadi tempat bergantung hidup berbagai kepala keluarga yang berprofesi sebagai pencari ikan atau nelayan, khususnya untuk ikan air tawar seperti mujair.

Rumah terapung warga saat ini menjadi tujuan wisata tersendiri, masyarakat Danau Tempe pun dengan ramah menyambut para tamu yang ingin merasakan berada di rumah terapung yang usianya mencapai puluhan tahun tersebut. Untuk mencapai rumah terapung dibutuhkan perjalanan selama 30 menit dari pinggir Danau Tempe dengan menggunakan perahu motor atau katinting dalam bahasa Bugis.

Dari rumah terapung, pengunjung dapat menikmati suasana kampung nelayan yang ada di Danau Tempe serta melihat burung-burung belibis yang lalu lalang.

Nelayan juga meminjamkan berbagai alat pancing jika pengunjung ingin memancing di sekitar Danau Tempe, bahkan jika beruntung pengunjung bisa ikut bersama kapal nelayan dan ikut mencari ikan di sekitar danau.

"Tinggal di tengah danau sudah menjadi kebiasaan kami sejak berpuluh-puluh tahun lalu, danau tempe sudah menjadi bagian dari kehidupan kami," ujar Semmang, salah seorang penduduk Danau Tempe, kepada brilio.net, Jumat (31/7).

Danau Tempe bisa menjadi salah satu destinasi wisata jika berkunjung ke Sulawesi Selatan. Salah satu kegiatan yang menarik perhatian para wisatawan untuk berkunjung ke Danau Tempe adalah acara ritual maccera tappareng yang senantiasa digelar pada tangga 23 Agustus sebagai salah satu bentuk rasa syukur masyarakat atas hasil yang diperoleh nelayan dari danau.

Festival Danau Tempe juga sering menyuguhkan lomba perahu tradisional, lomba menabuh lesung dan berbagai pagelaran seni tradisional lainnya.

BACA JUGA :
Pantai Ngeden, surga tersembunyi di antara tebing karst Gunungkidul


SHARE NOW
EXPLORE BRILIO!
RELATED
MOST POPULAR
Today Tags