1. Home
  2. ยป
  3. News
21 Agustus 2015 17:07

Punah di Malaysia, Badak Sumatera tersisa 100 ekor di dunia

Badak Sumatera nyaris punah. Diperlukan campur tangan pemerintah untuk mengatasi krisis badak tersebut. Tony Febryanto

Brilio.net - Badak Sumatera adalah salah satu spesies yang dilindungi di dunia karena populasinya yang terbatas dan hampir punah. Populasi badak kian menurun dari hari ke hari karena kerusakan habitat dan perburuan liar. Selain Indonesia, Malaysia menjadi salah satu negara yang memiliki tempat konservasi hewan bercula ini. Namun menurut laporan para peneliti asal Denmark, badak Sumatera yang tinggal di kawasan hutan di Sabah, Malaysia sudah habis alias punah.

Pengamatan tersebut dilakukan sejak 2007. Berdasarkan pengamatan para peneliti, tidak ditemukan tanda-tanda kehidupan badak Sumatera di alam bebas. Malaysia kini hanya memiliki dua badak betina di taman konservasi. Praktis, populasi badak kini tinggal 100 ekor di Indonesia dan beberapa taman konservasi di dunia. Oleh karenanya, para peneliti mendesak agar kedua badak betina tersebut dipindahkan ke Indonesia agar dapat berkembang biak dan mendapatkan perawatan intensif.

"Sangat penting untuk kelangsungan hidup spesies badak Sumatera yang dipandang sebagai metapopulasi. Itu artinya semua populasinya dikelola dalam satu program lintas batas nasional dan internasional dalam rangka memaksimalkan tingkat kelahiran secara keseluruhan," kata ketua tim peneliti, Rasmus Gren Havmller dari University of Copenhagen yang dikutip brilio.net dari iflscience, Jum'at (21/8).

Badak sebenarnya tipe hewan pengembara. Dulunya, badak banyak dijumpai di pegunungan Himalaya, China bagian selatan, pulau Kalimantan dan Sumatera. Namun karena proses reproduksi yang lama, kerusakan habitat serta perburuan cula, spesies badak Sumatera menurun drastis dalam dua dekade terakhir.

Tim peneliti juga menekankan bahwa konservasi spesies langka ini bisa berhasil jika terdapat campur tangan dari pemerintah. "Harimau di India selamat dari kepunahan karena intervensi langsung dari Ibu negara Gandhi, perdana menteri yang menggagas program Tiger Project," kata Christy Williams, koordinator Asia WWF Asian and Rhino and Elephant Action Strategy.

Hal serupa seharusnya juga dilakukan oleh pemerintah Indonesia agar badak Sumatera tidak punah. "Langkah intervensi serupa oleh Presiden Joko Widodo juga bisa membantu menarik badak Sumatera kembali dari kepunahan," tandasnya.


SHARE NOW
EXPLORE BRILIO!
MOST POPULAR
Today Tags