1. Home
  2. ยป
  3. News
30 Agustus 2015 08:13

Mulianya Febri, demi ibu rela menambang batu gamping meski masih SD

Hebatnya, pekerjaan itu tak membuat kegiatan belajar Febri di sekolah jadi terbengkalai. Ines Faradina

Brilio.net - Umumnya anak yang masih duduk di bangku sekolah dasar akan sangat suka bermain bersama teman-temannya seusai sekolah. Namun, kamu harus kenal dengan sosok anak kecil kuat ini. Adalah Febri, salah satu siswa sekolah dasar yang masih duduk di bangku kelas 6 di Desa Sambirejo Yogyakarta. Bocah 12 tahun ini pernah menjadi penambang batu gamping selama kurang lebih 1 tahun di kawasan Tebing Breksi.

Meski masih belasan tahun, Febri rela melakoni pekerjaan yang terbilang berat ini. Hebatnya lagi, pekerjaan itu tak membuat kegiatan belajar Febri di sekolah jadi terbengkalai.

"Dulu saya nambang tiap sore habis sekolah, sama hari Minggu bantuin Pak Tuo sekitar 1 tahun. Tapi sekarang sudah jarang soalnya saya nggak punya lahan," kata Febri ketika ditemui brilio.net, beberapa waktu lalu.

BACA JUGA :
Kisah Mulyanto, kecelakaan membuatnya kehilangan rasa lapar & haus


Febri melakukan pekerjaan tersebut semata-mata karena dia hanya ingin membantu kerabatnya. Namun faktanya dia mengaku malah tidak mendapatkan uang dari pekerjaan tersebut.

Dia juga bercerita bahwa harus membuat sendiri peralatan tambangnya, mulai dari mencari besi yang tak terpakai, sampai membawanya pada pandai besi untuk dihaluskan agar bisa digunakan. Sebabnya, peralatannya berasal dari besi bekas. Tiap bulannya pun Febri harus selalu memperbaruinya agar tetap bisa digunakan dengan baik.

Pekerjaan menambang pun sebenarnya bukan hal yang mudah untuk dia lakukan. Tak jarang kaki Febri tidak sengaja terkena besi yang dia gunakan untuk menghancurkan batu gamping. Dan semua itu dia lakukan dengan sukarela tanpa mengharapkan imbalan. Karena dia sudah tidak bisa lagi melakukan pekerjaan menambang batu gamping, saat ini dia berinisiatif untuk menjadi penjual minuman saja kemasan di lokasi penambangan.

"Jualan ini inisiatif saya sendiri, bukan disuruh ibu. Barangnya saya beli di warung, terus saya jual lagi ambil untung sedikit-sedikit. Untungnya sih, palingan Rp 3.000 sampai Rp 5.000. Lumayan buat saya tabung buat bantu ibu juga," ujarnya.

Febri sendiri adalah anak tunggal yang saat ini hanya hidup berdua dengan Ibunya yang berprofesi sebagai penggembala. Sementara ayahnya sendiri sudah meninggal. Sembari menunggui dagangannya, dia biasanya ditemani dan dibantu oleh teman-teman sekolahnya yang juga tinggal di daerah tersebut.

Dari semua anak yang bermain di daerah pertambangan itu, memang hanya Febri yang pernah melakukan pekerjaan penambang dan juga berjualan karena memang dia benar-benar ingin membantu meringankan beban sang ibu.

Tetap semangat dan jadi diri sendiri ya Febri. Semoga lekas besar dan sukses menggapai cita-citamu!

BACA JUGA :
15 Tahun sudah angkringan ini melayani penumpang kereta, legend!

SHARE NOW
EXPLORE BRILIO!
RELATED
MOST POPULAR
Today Tags