1. Home
  2. ยป
  3. News
1 Mei 2015 06:11

Mahasiswa ini ciptakan charger smartphone tanpa kabel, hebat betul!

Inovasi yang tuangkan dalam Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) tersebut mereka namakan dengan teknologi Wi-Charge. Tony Febryanto

Brilio.net - Tak bisa dipungkiri keberadaan gadget kini sudah menjadi kebutuhan pokok bagi kebanyakan orang. Satu hari tanpa gadget, seakan terasa ada yang kurang dalam hidup. Apakah kamu termasuk orang yang demikian?

Nah, buat kamu pengguna gadget, kamu mungkin pernah punya pengalaman buruk di mana charger gadgetmu tiba-tiba rusak dan tak bisa digunakan. Jika sudah demikian, kamu akan merasa bingung setengah mati dan tak tahu harus berbuat apa.

Namun, kini kamu tak perlu khawatir. Baru-baru ini sekelompok mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) berhasil menciptakan charger smartphone nirkabel alias tanpa kabel. Teknologi yang mereka kembangkan diyakini dapat mengatasi masalah charger konvensional yang kerap rusak di bagian konektor mikro USB.

Kelima mahasiswa tersebut adalah Pulung Purwo Sagita, Nadiatus Sholihah, Aldi Waliyudin, Muhammad Abiyyu Hanif, dan Anggi Try Putra Nasution. Inovasi yang tuangkan dalam Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) tersebut mereka namakan dengan teknologi Wi-Charge.

Ide tersebut bermula dari banyaknya kasus kerusakan pada konektor mikro USB yang digunakan sebagai jalur pengisian daya baterai pada smartphone. "Port mikro USB smartphone seringkali mengalami kerusakan yang diakibatkan karena human error," ujar Pulung Purwo Sagita kepada brilio.net, Kamis (30/4).

Untuk mengatasi masalah tersebut, Pulung dan teman-temannya kemudian membuat alat pengisian daya ke baterai smartphone tanpa melalui media kabel dengan menggunakan prinsip induksi elektromagnetik. Dengan cara tersebut, pengisian daya diyakini lebih praktis dan efisien.

Menurut mahasiswa asal Madiun itu, prinsip kerja Wi-Charge sangatlah mudah. Yang perlu disiapkan adalah 2 jenis koil (lilitan tembaga) yaitu koil transmitter dan koil receiver. "Koil transmitter ini dialiri arus listrik dari rangkaian regulator DC 5V 0,8 - 1 Ampere sesuai input tegangan yang dapat diterima smartphone. Sementara koil receiver dirangkai pada port bagian input pengisian daya baterai di smartphone tersebut," paparnya.


Koil receiver diusahakan berukuran kecil dan tipis sehingga dapat dimasukkan ke dalam casing smartphone. Selanjutnya, posisikan koil transmitter dan koil receiver saling berhadapan.

"Dengan prinsip kerja hukum induksi elektromagnetik, jika suatu koil (lilitan tembaga) dialiri arus listrik maka menimbulkan induksi elektromagnetik yang dapat ditransmisikan ke koil yang saling berhadapan," kata mahasiswa yang akrab dipanggil Ipul itu.

Selanjutnya, jarak antara smartphone dan charger harus berada maksimal sejauh 1 cm. Untuk ke depannya, menurut Ipul, teknologi tersebut dapat dikembangkan pada suatu ruangan yang berisi induksi elektromagnetik yang tidak membahayakan manusia sehingga saat memasuki ruangan tersebut, berbagai jenis device dapat melakukan pengisian daya baterai, tidak hanya smartphone.

"Penelitian lanjutan dapat diteruskan nantinya, yaitu dengan menambah jarak antar koil sehingga dapat dimplemetasikan di seluruh ruangan, seperti di dalam mobil, misalnya," imbuhnya.

SHARE NOW
EXPLORE BRILIO!
MOST POPULAR
Today Tags