1. Home
  2. ยป
  3. News
28 Maret 2015 16:06

Luar biasa! 5 Bule ini rela kerja di Indonesia dengan profesi unik

Kerennya, kelima bule ini tak bekerja di bawah orang Indonesia. Mereka bekerja sendiri seakan-akan mereka tetap menjadi bosnya. Fadila Adelin

Brilio.net - Berjualan gorengan dan memulung sampah? Mungkin pekerjaan tersebut terlihat biasa saja jika dikerjakan oleh orang Indonesia. Namun, jika profesi tersebut dilakoni oleh orang asing maka akan sangat unik di mata masyarakat Indonesia. Lha, memangnya ada?

Berikut ini adalah 5 orang bule yang mengadu nasib di Indonesia lalu berprofesi tak lazim seperti kebanyakan bule-bule lainnya, seperti dihimpun brilio.net, Sabtu (28/3):

1. Fabrizio Urzo, pedagang gorengan


Gorengan yang biasa dijual oleh orang pribumi kini diracik oleh pria asal Italia bernama Fabrizio Urzo. Demi mengais rezeki di negara orang, Fabrizio memilih menjual gorengan di pinggir jalan utama di Kertoarjo, Jawa Timur, ini karena di wilayah tersebut ramai dilewati kendaraan melintas.

Pria asal Italia ini sudah 10 tahun tinggal di Indonesia. Siapa sangka dulunya ia bekerja sebagai General Manager salah satu restoran Italia. Namun sejak awal 2014, dirinya memutuskan berhenti bekerja meski posisi pekerjaannya sudah tinggi. Dia lebih memilih berwirausaha sendiri dengan berdagang gorengan. Gorengan yang ia jual bermacam macam dan terhitung harganya cukup terjangkau dan sudah memiliki banyak pelanggan.

2. Sergei Litvinov, penjual jus

Pria asal Rusia ini harus bertahan hidup dengan mencari uang sebagai pedagang es jus di salah satu sudut Kota Solo. Sergei bukan pria asing biasa yang datang ke Indonesia. Ia merupakan pemain sepakbola profesional yang bergabung di PSLS Lhokseumawe dan berlaga di kompetisi Indonesia Premier League sejak 2013. Sialnya selama membela PSLS mulai dari Maret hingga Desember 2013, ia belum menerima gaji.

Sebelumnya, Sergei pernah memperkuat tim Solo FC di Indonesia Premier League pada tahun 2011. Piutang Sergei pada PSLS Lhokseumawe mencapai Rp 124 juta. Tak ada kejelasan kapan kesebelasan itu akan membayarnya. Tanpa gaji, Sergei kesulitan makan, dan tidak bisa pulang ke kampung halamannya karena terpentok biaya.

3. Glen, penjual burger dan donat

Demi memenuhi biaya berobat istrinya warga Indonesia yang terserang penyakit kanker serviks, pria asal Amerika Serikat ini rela berjualan burger dan donat bikinan sendiri yang berlokasi di pinggir pasar, daerah Kober, Jawa Tengah.

Yang unik, Glen berjualan burger dan donat ini sambil memasang papan bertuliskan 'Jual Burger dan Donat, Mohon Doakan Istriku yang Sakit'.

4. Andre Graff, tukang gali sumur

Pria asal Prancis ini mengabdikan hidupnya kepada warga Sumba Barat dengan menjadi tukang gali sumur. Hal tersebut dia lakukan karena kepeduliannya terhadap masyarakat Sumba Barat yang mengalami kesulitan air bersih. Menggunakan dana miliknya, Andre menggali sumur serta gorong-gorong untuk mengalirkan air bersih bagi warga Sumba Barat.

5. Gavin Birch, pemungut sampah

Sama halnya dengan Andre Graff, hal luar biasa juga dilakukan oleh Gavin Birch, pria asal Perth, Australia. Selama 24 tahun, dia bekerja membersihkan sampah di Pantai Senggigi, Lombok Barat tanpa pamrih. Bahkan, lelaki berusia lebih dari 70 tahun ini telah berganti nama menjadi Khusen Abdullah. Kini ia dikenal sebagai turis pemulung di daerah Senggigi.

Meski warga Lombok menyebut dirinya sebagai bule gila karena pekerjaannya yang bergumul dengan sampah, tapi Khusen tidak peduli dengan penilaian orang. Yang jelas, dia yakin dengan perjuangannya untuk mengajak orang hidup bersih.

SHARE NOW
EXPLORE BRILIO!
MOST POPULAR
Today Tags