1. Home
  2. ยป
  3. News
28 Mei 2015 17:33

Jika di Indonesia bunyi hujan 'tik-tik' bagaimana di negara lain?

Ragam bahasa membuat pengucapan atau istilah di satu negara dengan negara lain berbeda. Ines Faradina

Brilio.net - Seperti yang kita tahu bahwa di dunia ada banyak sekali ragam bahasa yang dapat dipelajari. Bahasa itu tentunya diikuti dengan budaya yang berkembang di sebuah daerah. Dan hal itu berimbas pada penangkapan bunyi di tiap individunya yang biasa dikenal dengan istilah onomatopoeia.

Onomatopoeia sendiri memiliki makna pemberian nama untuk bunyi yang dikenal. Misalnya untuk suara tembakan di Indonesia kita menyebutnya dengan 'Dor-Dor' sementara di negara lain menamakannya 'Bang-Bang'. Selain itu, jika di Indonesia kita menyebut bunyi hujan gerimis 'Tik-Tik', sembilan bahasa ini punya nama lain untuk mengibaratkan suara hujan seperti yang dilansir dari tapastic.com, Kamis (28/5).

PANTAS DIKLIK:


Anak SMA ini temukan cara deteksi boraks cukup pakai tusuk gigi

Hafiz, pria berwajah cantik ini menangis karena KTP-nya tersebar

VIDEO: Serem! Terdengar suara mirip terompet dari langit di 4 negara!

Sebenarnya siapa sosok pria dalam bungkus rokok?

1. Bahasa Inggris : Pitter Patter
2. Bahasa Hungaria : Csipp Csepp
3. Bahasa Korea : Ju-ruk Ju-ruk
4. Bahasa Cantonese (Hongkong) : Sou Sou
5. Bahasa Ibrani : Teef Taf
6. Bahasa Prancis : Plic Ploc
7. Bahasa Jepang : Zaa Zaa (hujan lebat)
8. Bahasa Jepang : Posturi Posturi (hujan ringan)
9. Bahasa Jepang : Shitoshito (gerimis)

SHARE NOW
EXPLORE BRILIO!
MOST POPULAR
Today Tags