1. Home
  2. ยป
  3. News
23 November 2015 09:54

Fakta ini membuat Ngayogjazz 2015 berbeda dari tahun-tahun sebelumnya

Tidak hanya menyuguhkan seni musik jazz, di perhelatan Ngayogjazz 2015 kemarin, ditemukan juga patung-patung manusia. Karina Ayu Pradita

Brilio.net - Perhelatan Ngayogjazz 2015 yang digelar Sabtu (21/11) menyisakan sejumlah kisah menarik. Acara tahunan yang digagas oleh sekelompok anak muda penggemar dan pelaku musik di Yogyakarta sejak sembilan tahun lalu ini memilih Desa Pandowoharjo, Sleman, Yogyakarta sebagai lokasi acara.

Puluhan musisi muda dari berbagai kota di Indonesia turut menampilkan kebolehannya pada ajang yang bertajuk "Bhinneka Tunggal Jazznya" tersebut. Para musisi jazz tersebut tampil dalam lima panggung yang dibangun di tengah kawasan perkampungan desa wisata budaya yang asri dan sarat dengan nuansa pedesaan.

Panggung-panggung tersebut adalah Panggung Sadewo, Panggung Puntodewo, Panggung Nakulo, Panggung Janoko, dan Panggung Werkudoro. Nah, berikut ini adalah fakta-fakta yang membedakan Ngayogjazz 2015 dengan Ngayogjazz tahun-tahun sebelumnya, yang berhasil dihimpun brilio.net.

1. Desa Pandowoharjo sengaja dipilih sebagai lokasi acara karena desa ini ternyata memiliki beragam kesenian tradisional.

BACA JUGA :
7 Karakter seseorang berdasarkan jenis musik jazz yang disukainya


Dua kali pernah dilaksanakan di Dusun Brayut, Ngayogjazz 2015 akhirnya diselenggarakan di Desa Pandowoharjo. Mengapa? Ternyata, Desa Pandowoharjo sengaja dipilih sebagai lokasi acara karena desa ini ternyata memiliki beragam kesenian tradisional mulai dari ketoprak, karawitan, mocopatan, wayang kulit, jatilan dan beragam kesenian yang tentunya akan memuaskan para pengunjung.

2. Di Ngayogjazz 2015 kemarin, hujan tidak turun

Bila kamu salah satu penggemar jazz yang setiap tahunnya selalu tak absen untuk datang di perhelatan jazz Yogyakarta tersebut, tentunya kamu selalu menyadari bahwa setiap event Ngayogjazz di tahun-tahun sebelumnya, hujan pasti turun. Di Ngayogjazz 2015 kemarin, hujan tidak turun dan cuaca cerah dari pagi acara dimulai, hingga sore hari.

3. Tidak ada penjual jas hujan plastik warna-warni

BACA JUGA :
Ini 6 penghargaan bergengsi musik jazz di dunia, termasuk Indonesia!

Karena cuaca yang mendukung, yakni tidak hujan, maka di perhelatan Ngayogjazz 2015 kemarin tidak ditemukan penjual jas hujan warna-warni yang biasanya tidak pernah absen menjajakan jas hujannya di Ngayogjazz tahun-tahun sebelumnya.

4. Di Ngayogjazz 2015 ada Pasar Jazz

Yang unik dari Ngayogjazz 2015 kemarin, terdapat Pasar Jazz yang menjual banyak souvenir dan pernak-pernik tentang jazz, serta kerajinan etnik asal Yogyakarta.

5. Ajang wisata kuliner

Di Ngayogjazz tahun-tahun sebelumnya memang terdapat beberapa stand yang menjajakan makanan. Tetapi, di Ngayogjazz 2015 kemarin, beberapa stand memang sengaja dikumpulkan dalam satu lokasi agar memudahkan para pengunjung untuk sekaligus berwisata kuliner.

6. Terdapat patung manusia di beberapa sudut

Tidak hanya menyuguhkan seni musik jazz, di perhelatan Ngayogjazz 2015 kemarin, ditemukan juga patung-patung manusia yang menghiasi sudut-sudut lokasi Ngayogjazz. Pengunjung banyak yang memanfaatkan patung-patung manusia tersebut untuk objek berfoto.

Keunikan-keunikan di atas pun tak luput dari peran panitia yang telah bekerja keras untuk menyemarakkan pagelaran jazz bergengsi tersebut. Jadi tak sabar menunggu Ngayogjazz tahun depan ya, guys!

SHARE NOW
EXPLORE BRILIO!
RELATED
MOST POPULAR
Today Tags