1. Home
  2. ยป
  3. News
12 Agustus 2015 06:37

Dimas Prasetyo, atlet difabel Indonesia peraih 3 medali emas di AS

Saat bertanding, senar raket yang digunakannya sempat tiga kali putus. Ines Faradina

Brilio.net - Disabilitas memang bukan sebuah alasan untuk seseorang berprestasi. Inilah yang ditunjukkan Dimas Prasetyo, tunagrahita yang ternyata dapat meraih prestasi internasional.

Siswa kelas XI di Sekolah Luar Biasa Negeri Pembina Yogyakarta ini pada 25 Juli-2 Agustus lalu mengikuti ajang Special Olympics World Games 2015 yang diselenggarakan di Los Angeles, Amerika Serikat. Dimas berhasil membawa pulang tiga medali emas untuk Indonesia dari cabang bulutangkis.

BACA JUGA :
Kisah atlet paralayang terbaik dunia tersangkut tiang listrik di Turki


"Untuk lomba internasional saya baru kali ini ikut dan menang. Kalau skala nasional sudah beberapa kali saya menang karena saya sudah mulai ikut lomba sejak 2010 lalu," cerita Dimas pada brilio.net, Senin (10/8).

Dimas juga bercerita bahwa dia sudah belajar bulutangkis sejak duduk di kelas 3 SD di sebuah klub bulutangkis. Awalnya pria 19 tahun ini sangat menggemari sepakbola, namun karena Dimas sering jatuh dan cidera maka orangtua menyarankan Dimas menekuni bulutangkis. Di cabang ini ternyata dia mampu berprestasi skala internasional.

Dimas bercerita bahwa bila biasanya putaran pertandingan hanya dua kali, saat melawan India dia harus melewati tiga kali putaran pertandingan. Saat bertanding, senar raket yang digunakannya sempat tiga kali putus.

BACA JUGA :
Atlet paralayang terbaik dunia, dulu takut ketinggian kini ketagihan

"Yang paling diingat adalah saat diumumkan kalau saya juara, waktu saya naik podium dan bendera dikibarkan. Rasanya senang sekali," lanjut Dimas yang mengaku sempat tidak percaya ketika pertama kali menginjakkan kaki di Los Angeles.

Wali kelas Dimas, Suryo Mangesti Aji sempat melontarkan bahwa sosok Dimas merupakan sosok yang selalu bermain dengan serius, bukan bermain untuk main-main. Keseriusan itulah yang kemudian mengantarkan siswa jurusan otomotif ini bersinar dalam cabang bulutangkis.

"Sebelum ke Amerika para atlet terlebih dahulu latihan intensif di Jakarta selama 1,5 bulan. Dan saat bertanding di Los Angeles lawan terberat itu dari India ketika final yang benar-benar menguras fisiknya," tambah wali kelas sekolah Dimas.

SHARE NOW
EXPLORE BRILIO!
RELATED
MOST POPULAR
Today Tags