1. Home
  2. ยป
  3. News
26 Maret 2015 18:42

Di kota ini, inspektur upacara SD hingga SMA adalah polisi

Saat menjadi inspektur upacara, amanat yang disampaikan polisi menyesuaikan dengan tingkatan sekolah. Nur Romdlon

Brilio.net - Semasa kamu masih anak-anak, apa yang kamu bayangkan tentang sosok polisi? Pasti tiap orang punya jawaban beragam. Tapi, kebanyakan anak akan merasa takut dengan polisi. Makanya sampai-sampai ada program polisi sahabat anak.

Dalam upaya mendekatkan diri kepada masyarakat, terutama anak-anak, polisi punya banyak cara. Salah satu strategi kreatif dilakukan Polsekta Pakualaman Kota Yogyakarta. Secara terjadwal polisi dari Polsekta ini ditugaskan menjadi inspektur upacara di sekolah-sekolah di wilayah hukumnya, mulai dari SD hingga SMA. Program itu terlaksana setelah ada konfirmasi kerjasama antara pihak Polsekta dengan pihak sekolah.


Menurut Kompol Wandi, Kapolsekta Pakualaman Yogyakarta, program itu menjadi salah satu cara guna mendekatkan polisi dengan masyarakat umum. "Kebanyakan kan takut kalau ada polisi datang. Kalau ada polisi datang dianggap sedang ada masalah, padahal tidak begitu," terang Kompol Wandi ketika ditemui brilio.net, Kamis (26/3).

Saat menjadi inspektur upacara, amanat yang disampaikan polisi menyesuaikan dengan tingkatan sekolah. Jika masih SD maka materi yang disampaikan tentang ketertiban, kedisiplinan, dan sikap hormat-menghormati. Sedangkan jika di SMP atau SMA, maka materi lebih ditekankan untuk menanggulangi kenakalan remaja.

Selain itu, ada juga program polisi masuk kelas. Program mengambil waktu saat istirahat ataupun jeda setelah sholat zuhur. Gunanya untuk memberikan pendampingan kepada siswa untuk mengendalikan kenakalan remaja. Selain itu, program ini juga dimanfaatkan polisi untuk menampung keluhan dari para siswa.

Kompol Wandi mengungkapkan bahwa pendampingan itu biasanya merupakan permintaan khusus dari pihak sekolah untuk memberikan pembinaan kepada siswa nakal. Pendampingan ini tidak dilakukan khusus kepada siswa nakal, melainkan dilaksanakan kepada siswa satu kelas. Sebab, jika pendampingan kepada siswa yang nakal dilakukan secara khusus, maka dikhawatirkan akan dikucilkan oleh temannya.

Selain berlaku di Kecamatan Pakualaman Yogyakarta, program tersebut juga berlaku di semua kecamatan di Kota Yogyakarta. "Semua program sebenarnya dari Polresta, kita pelaksana. Tapi ya sebenarnya itu juga jadi program kita," terang Kompol Wandi.

SHARE NOW
EXPLORE BRILIO!
MOST POPULAR
Today Tags