1. Home
  2. ยป
  3. Musik
5 September 2023 18:14

Usung semangat Bhinneka Tunggal Musik, Synchronize Fest 2023 ramai tanpa jeda dari petang hingga silam

Selain mengandalkan penampil, tata cahaya, dan visual, Synchronize juga mengedepankan tata suara yang kali ini lebih powerful. Faya Lusaka

Brilio.net - Synchronize Fest 2023 sukses berlangsung pada 1-3 September 2023 di di Gambir Expo Kemayoran dengan mengusung tema Bhinneka Tunggal Musik. Tak terasa festival yang selalu ramai peminat ini sudah memasuki tahun ke-8 penyelenggaraan. Selain mengandalkan penampil, tata cahaya, dan visual, Synchronize juga mengedepankan tata suara yang kali ini lebih powerful.

David Karto selaku Director of Synchronize Festival angkat bicara soal perbedaan dari tahun-tahun yang sebelumnya.

BACA JUGA :
Semarak Lights for Soul Into the Forest, ajang healing sekaligus nyanyi bareng ARMY di alam terbuka


Tata lighting, tata gambar itu sudah pasti akan kami detil kan juga. Cuma eskalasinya memang tata suara tahun ini buat kami menjadi salah satu prioritas. Kami pakai L-Acoustics di panggung Dynamic dan District secara sistem yang kita tau secara brand mereka mempunyai worldwide standard. Ya, mudah-mudahan kami bisa go international melalui Bhinneka Tunggal Musik," ungkap David.

foto: Istimewa

BACA JUGA :
"Mohon Doa Restu" tampilkan poster dan first look, Jefri Nichol akan menikah dengan Syifa Hadju?

Synchronize Fest 2023 hari pertama berhasil menggebrak semangat Bhinneka Tunggal Musik. Synchronize selalu berusaha untuk menyatukan musisi-musisi muda dan musisi-musisi legendaris. Seperti tahun-tahun sebelumnya, Synchronize juga selalu memberi kesempatan bagi pendatang baru.

Sementara itu, hari kedua Synchronize Festival 2023 ramai tanpa jeda dari petang hingga silam. It's not just a festival. It's a movement tetap menjadi slogan yang utuh. Di mana Synchronize tahun ini menghadirkan panggung yang spesial, yaitu Panggung Getar buah kolaborasi dengan Kobra Musik.

Dado Darmawan selaku founder Kobra Musik mengatakan, panggung ini merupakan jalinan kasih terhadap musisi-musisi orkes yang disambut baik oleh Synchronize sebagai lembaga pertunjukan musik yang bergairah.

Synchronize melihat potensi orkes dan juga teman-teman yang tumbuh kembang untuk didorong, diberikan vitamin, asupan gizi melalui panggung. Nah, Panggung Getar ini realisasi sebuah hubungan. Mereka yang tampil berasal dari Sumatera Barat hingga Karawang Timur, ungkap Dado.

Meski orkes identik dengan gerobak tarik, Panggung Getar ini berbeda dengan set yang malah dihiasi truk gandeng.

Harapannya narik, ditarik, dan tertarik. Kebetulan posisinya (set panggung) lumayan strategis. Dekat dengan panggung utama. Mereka bubar, gue cegat, mau ke mana lo?, canda Dado.

Masih sore, booth DJ Kaleng Kerupuk di Synchronize sudah dibanjiri penonton untuk menyaksikan Reza on Deck. Lagu-lagu hit Indonesia seperti Untitled milik MALIQ & DEssentials, Air Dan Api NAIF, serta Aku Cinta Kau dan Dia Ahmad Band berkumandang di area ini.

foto: Istimewa

Synchronize hari kedua juga dimeriahkan Doel Sumbang yang baru pertama kali manggung di festival ini. Band pendukungnya memainkan alat musik khas sunda seperti angklung dan kendang. Lagu-lagu seperti "Ai", "Linu", dan "Kali Merah Athena" masuk ke daftar.

Dari sekian nama yang masuk ke rundown, terdapat pertunjukan yang wajib ditonton dalam perhelatan Synchronize, yaitu God Bless 50 Tahun dan Konser Petualangan Sherina di panggung yang sama secara bergantian. Panggung God Bless 50 Tahun merupakan pertunjukan yang spesial dengan hadirnya kolaborator band atau musisi seperti Kelompok Penerbang Roket, Barasuara, Scaller, Iksan Skuter, Soegi Bornean, Isyana Sarasvati, Ardhito Pramono.

Mereka mendapat giliran untuk membawakan lagu- lagu God Bless dari mulai Setan Tertawa, Musisi hingga Kehidupan. Di akhir set panggung, Achmad Albar dkk sang pemilik lagu-lagu tersebut baru lah muncul untuk menutup perayaan 5 dekade ini dengan Ogut Suping, Semut Hitam, dan Rumah Kita.

foto: Istimewa

Beralih ke momen spesial yang selanjutnya, Konser Petualangan Sherina. Tirai panggung dibuka perlahan untuk menampilkan cuplikan film Petualangan Sherina yang perdana rilis tahun 2000 sambil diiringi band. Di antara lagu yang berkumandang di konser ini "Persahabatan", "Lihatlah Lebih Dekat" oleh Yura Yunita, dan "Bintang-Bintang" oleh Isyana Sarasvati.

Usai menampilkan segala atraksi yang memunculkan nostalgia, tiba-tiba kejutan datang dari pemeran utama film ini. Sherina Munaf dan Derby Romero menyapa penonton dan membawakan original soundtrack film Petualangan Sherina 2 "Mengenang Bintang" dan lagu "Jagoan" dari OST Petualangan Sherina 1.

Selesai bernostalgia untuk menyambut fase baru Sherina, giliran Melly Goeslaw yang mengambil alih panggung. Set panggung yang luar biasa tercipta di sini, artistik hingga lagu-lagu dimainkan dengan mengajak Anda Perdana, BBB, dan Eric Erlangga sebagai kolaborator. Setelah membawakan lagu Gantung, pertunjukan dilanjutkan dengan "Ku Bahagia", "Ada Apa Dengan Cinta", dan "Tentang Seseorang".

"Umur saya tahun depan 50. Masak goyangannya kalah sama saya," kata Melly memberi sambutan.

Di antara banyaknya penampil, Tigapagi yang mendapat jatah tampil mengisi panggung XYZ terbukti dinanti. Penonton yang memadati area, sebagian duduk dan sebagian lagi berdiri. Menariknya, para personel Tigapagi tampil menggunakan kaos band keras seperti Cannibal Corpse, Burzum, Misfits, dan Alice In Chains. Raut wajah para penonton menunjukkan, bahwa mereka terhipnotis dengan penampilan band asal Bandung satu ini.

"Setelah 4 tahunan gak manggung, akhirnya kita manggung lagi," kata Sigit Pramudita yang juga menyapa Ade Paloh SORE di barisan penonton.

Nasionalisme juga tercipta di perhelatan Synchronize dengan kehadiran Cokelat & Karma Dara Orchestra. Dengan pakaian serba hitam, Cokelat tampil membawa konsep baru orkestra. Lagu- lagu hit mereka terdengar lebih megah saat lagu "Jauh" berkumandang.

foto: Istimewa

"Gak pernah liat Cokelat serame ini di panggung," ucap Kikan sebelum memperkenalkan personel Karma Dara Orchestra.

Selain perdana bagi DMASIV, perhelatan kali ini juga Synchronize perdana bagi Opick yang membawakan sejumlah lagu antara lain Assalamualaikum dan Allah Allah Hu Allah. Sebelum itu, .Feast & Company yang mengisi panggung Lake juga menyita perhatian. Band yang dikawal Baskara Putra (Hindia) ini menggaet banyak sekali kolaborator.

Menjelang pukul 11 malam, Bunga Citra Lestari yang perdana manggung di Synchronize sempat mengajak drummer Ray Prasetya berduet membawakan lagu "Aku Dan Dirimu.

Hari kedua Synchronize turut menampilkan band asal Bogor yang rajin mengisi berbagai festival musik adalah The Jansen. Mereka yang tahun lalu manggung di XYZ Stage, kini berbagi panggung dengan BCL di panggung Lake. Latisha Adjani dari Slut Machine Gun ambil bagian untuk lagu berjudul "Jekjon".

Selain itu, The Jansen mengundang vokalis The Kuda, Adipati untuk menyanyikan lagu cover "Fascist Cop" band punk asal Belgia, The Kids, serta Dennis Ferdinand untuk mengisi gitar di lagu "Dua Bilah Mata Pedang". Semangat kota asal mereka pun terpampang di layar panggung, "Thx We're From Bogor" menjadi penutup yang larut.

SHARE NOW
EXPLORE BRILIO!
RELATED
MOST POPULAR
Today Tags