1. Home
  2. ยป
  3. Musik
23 Desember 2017 16:05

10 Band lokal pengisi Sound of 3, bukti musisi tanah air tetap eksis

Memberikan suara baru bagi penikmat musik di Indonesia Yani Andriansyah
(Foto: Brilio.net/Yani Andryansjah)

Brilio.net - Dunia musik tanah air memang mengalami pasang surut. Tapi, di tengah gempuran musik-musik asing terutama K-Pop, ternyata eksistensi musik tanah air nggak ada matinya lho.

Buktinya sederet grup musik tanah air justru makin eksis. Bahkan band-band lokal saat ini terus unjuk gigi di belantika musik tanah air. Penampian mereka juga nggak kalah lho dibanding musisi asing.

BACA JUGA :
Tampil di audisi menyanyi, aksi 6 peserta ini malah bikin ngakak juri


Lihat saja 10 band lokal yang sukses berkolaborasi dalam satu album bertajuk Sound of 3 garapan operator telekomunikasi Hutchison 3 (Tri). Meski berbeda genre, tapi mereka keren abis membawakan lagu-lagu karya sendiri.

Album Sound of 3 tak hanya menjadi materi promosi bagi 10 band ini, tetapi juga merupakan panggung bagi mereka menyajikan musik sekaligus memberikan suara baru bagi penikmat musik di Indonesia, ujar Chief Commercial Officer Tri Indonesia, Dolly Susanto saat peluncuran Sound of Tri di Jakarta, beberapaa waktu lalu.

Nah berikut 10 band yang mengisi album Sound of 3

BACA JUGA :
Dukung musisi lokal, Tri luncurkan album Sound of 3 yang keren abis

1. Friendship

Band ini terbentuk pada 10 Mei 2015. Berawal dari mengikuti ajang kompetisi band di kota Palembang, Friendship memiliki 5 personil tetap yaitu, Gerry (vocal), Aji (gitar), Uki (bass), Septi (drum), dan Sio (keyboard). Band bergenre pop dan jazz ini juga mengantongi sederet prestasi di ajang festival seperti Juara 1 Festival band Suzuki Ignis 2017, Juara 1 Festival band UMP 2017, Juara 1 Festival band ECAYO Music 2017, Juara 1 Festival band Merah Putih, Juara 1 Festival band AAJI 2017, Juara 2 Suara Anti Korupsi regional Palembang 2017, dan Juara 1 Festival band KPU Sumsel 2017.

2. Paberik Bamboe

Paberik Bamboe terbentuk pada saat para personelnya kuliah di Jurusan Angklung & Musik Bambu, Kampus ISBI Bandung. Selama kuliah, mereka sering dipertemukan dengan musik arumba (alunan rumpun bambu), sehingga muncul ide membuat kolaborasi antara arumba dan musik barat. Karena para personelnya adalah anak band yang kuliah musik tradisi, lalu terjadilah bongkar-pasang personil. Selama 5 tahun berdiri, Paberik Bamboe baru dua kali mengikuti kompetisi musik. Sound of Tri adalah yang kedua, yang pertama adalah kompetisi Go Ahead People: Menjadi opening act-nya Barasuara dalam event puncak di Lapangan Pussenif, Bandung), awal 2017.

3. D.Plust Band

Band asal Padang, Sumatera Barat ini mengusung genre Pop Rock. Band yang terbentuk pada 25 Agustus 2009 ini beranggotakan Rio Alfares (Vocal), Roni (Gitar 1), Rey (Gitar 2), Robby (Drum) dan Rahmat (Bass). Berawal dari pertemuan ajang kompetisi musik akhirnya mencoba jalur profesional dalam blantika musik tanah air. D.Plust pernah terpilih menjadi finalis ajang pencarian bakat yang diadakan Ahmad Dhani pada 2014 di Jakarta. D.Plust terpilih menjadi 10 band terbaik dari 4000 uploder dari seluruh Indonesia. Pada 2017, band ini diberikan kesempatan berpartisipasi dalam ajang Sound Of Tri 2017 dan berhasil lolos 10 Besar mewakili Sumbar dengan karyanya yang berjudul Kapan Kau Pulang.

4. Garamerica

Garamerica terbentuk pada 12 November 2014 di Bandung. Bermula dari keisengan Ain dan Dery di kampus yang berlanjut sampai detik ini atas dasar respon positif dari pendengar. Dery dan Ain memiliki influence musik yang berbeda, bahkan cenderung berubah-ubah. Dery menyukai The Beatles, Warpaint, dan Ain menyukai Frente dan Copeland.

5. Manjakani

Band asal Pontianak ini terbentuk dari pertemuan Taufan dan Nabilla, di sebuah institusi pendidikan yang sama. Mereka tampil perdana dalam sebuah acara di kampus tempat mereka menuntut ilmu. Setelah itu mereka terus melanjutkan project musik dengan serius. Pada 5 Juni 2015, nama Manjakani dipakai untuk pertama kalinya sebagai nama project musik mereka. Musik tradisi di Pontianak cukup banyak memberikan inspirasi dalam karya mereka, selain band-band seperti Tigapagi, Endah & Rhesa. Manjakani berhasil menjadi perwakilan Kalimantan Barat di tingkat nasional. Mereka terpilih untuk tampil di Urban Gigs 2017 di Yogyakarta, Folk Music Festival 2017 di Malang, Soundrenaline 2017 di Bali.

6. Shes Bro

Shes bro adalah gabungan dari dua band yaitu Aji, Yofie, Fahmi yang merupakan personel JOW Band (JustOne Women) dan Pras, Faisal, Nindy. Faisal merupakan personel SI BRO Band dan Nindy merupakan penyanyi solo, seiring waktu berjalan personel tidak bisa mengikuti festival. Meskipun saat ini seluruh personelnya 6 cowok, mereka sepakat untuk tidak mengganti nama Shes Bro karena menghargai nama band yang telah terbentuk dari awal, dan mereka menghargai 1 kata She yang berarti dia perempuan (vokalis lama) yang pernah membesarkan nama band ini ke jalur yang lebih dikenal banyak orang dengan lantunan suaranya. Band ini juga mengantongi sederet prestasi dalam beberapa festival di tingkat lokal dan nasional.

7. Sumber Kencono

Band ini berawal dari seringnya para personel berkolaborasi dalam project bareng di musik etnik dan Top 40. Para personel yang kuliah di satu kampus kebetulan sama-sama berada di organisasi musik, aktif di event-event kampus. Tapi makin kesini bertambah identitas dan ciri khas masing-masing. Akhirnya pada 16 November dibentuklah band dengan format dan ciri khas seperti sekarang. Tiap personil memiliki referensi musik berbeda, mulai dari Mr Big, Slank, Dream Theatre, Glenn Fredly. Band ini mengantongi beberapa prestasi diantaranya Juara 1 Nasional Event PINK Cibubur 2015, Juara 1 Indomaret Music 2015 & 2016, 10 Besar Konser 1000 Band BSD Tanggerang 2017.

8. Jendela New Diary

Jendela New Diary terbentuk pada 3 Maret 2015 di Yogyakarta dengan nama Jendela. Terbentuknya Jendela berawal dari pertemanan pada saat kuliah di Universitas Negeri Yogyakarta. Namun pada awal 2017 Jendela mengganti namanya menjadi Jendela New Diary karena sudah ada band terdahulu yang menggunakan nama Jendela.

9. DNA

Band asal Singkawang, Kalimantan Barat ini berdiri pada 2007 silam. Berawal dari band sekolahan zaman SMP, SMA, Kuliah, hingga bisa membawa mereka sampai sekarang. Nama DNA di ambil dari dasar unsur biologi. Begitu pula nama DNA yang diartikan mereka terbentuk dari berbagai gen, sifat, serta tujuan hingga genre musik yang berbeda namun dipersatukan tujuan yang sama, membuat suatu karya musik. Uniknya beberapa personel band ini berprofesi sebagai guru kesenian.

10. Japra

Band ini diawali dari perkenalan Hara (Vocal), Hadi (Bass), Adin (Gitar) dan Inu (Gitar) sekitar tahun 2009. Karena mereka mempunyai selera musik dengan genre yang sama, yaitu Soul, Rock, R&B, Jazz, Folk, akhirnya mereka membentuk satu grup band bersama pada 7 Juli 2009 yang diberi nama JapraJazz. Sekitar tahun 2012, Tata, seorang keyboardist asal Malang, ikut bergabung, kemudian pada awal tahun 2013, JapraJazz sepakat melepas embel-embel Jazz di belakang kata Japra. Banyak kompetisi musik mereka menangkan, beberapa diantaranya Road to Soundrenaline 2015, Torabika Jingle 2014, Festival Musik Green Pramuka, dan mash banyak lainnya.

SHARE NOW
EXPLORE BRILIO!
RELATED
MOST POPULAR
Today Tags