1. Home
  2. ยป
  3. Life
31 Maret 2015 22:07

Waduh, bumi ternyata benar-benar hampir kiamat tahun 2012 lalu

Bumi pada 2012 lalu diklaim nyaris terkena suar surya (solar flare) atau Coronal Mass Ejection (CME) akibat lontaran massa korona. Joshua Riwu Kaho

Brilio.net - Kamu pasti masih ingat dong, isu tentang bumi yang akan kiamat pada tahun 2012 lalu? Waktu itu beredar kabar bahwa Suku Maya telah meramalkan bahwa kiamat akan terjadi pada bulan Desember 2012. Bahkan, sampai ada film tentang kiamat yang memanfaatkan momen itu. Ya walaupun pada akhirnya nggak terjadi kiamat sih.

Tapi tahu nggak sih, ternyata ramalan itu benar-benar hampir terjadi, lho. Seperti yang diberitakan oleh Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA), bumi pada 2012 lalu nyaris terkena suar surya (solar flare) atau Coronal Mass Ejection (CME) akibat lontaran massa korona. Hal ini bisa terjadi akibat terjadinya badai matahari yang sangat kuat dan terjadi dalam kurun waktu 150 tahun. Hii..

Seperti dilansir brilio.net dari nypost.com, Selasa (31/3), pada saat itu badai matahari menghantam satelit solar Terrestrial Relation Observatory (STEREO-A) milik NASA. Tapi untungnya, badai matahari ini tidak mengenai planet manusia yang artinya bumi selamat dari kehancuran alias kiamat.

Menurut Daniel Baker dari University of Colorado, kepala riset badai matahari ini, bumi dan manusia yang tinggal di dalamnya sangat beruntung pada saat itu. Jika saja terjadi seminggu sebelumnya, tentu bumi akan hancur berada di garis api.


Pengamatan terhadap suar ini sebenarnya sudah dilakukan oleh astronom asal Inggris, Richard Carrington, pada September 1859. Pada waktu itu sejumlah CME berkekuatan tinggi menghantam bumi selama beberapa hari berturut-turut. Northern Lights atau aurora memanjang sampai ke selatan Kuba. Hal ini mengakibatkan saluran telegraf global menjadi terputus, dan memicu api membakar sejumlah kantor telegraf, surya pencatat data pada struktur magnetik, gelombang kejut, dan partikel energi yang dihasilkan oleh CME hari itu dan CME lain sebelumnya.

Studi yang dipimpin Pete Riley dari Predictive Science Inc menemukan bahwa kemungkinan badai matahari sekuat Carrington Event atau yang terjadi di 2012 lalu bisa saja kembali menghantam bumi dalam waktu sepuluh tahun sejak badai itu. Jadi kapanpun, kiamat bisa saja terjadi.

SHARE NOW
EXPLORE BRILIO!
MOST POPULAR
Today Tags