1. Home
  2. ยป
  3. Life
3 Mei 2015 18:18

Mengintip konser rock cerdas ala Captain Jack, menggandeng 8 seniwati

Captain Jack bersama 8 kolaborator seniwati di lagu terakhir konser Kupu Kupu Baja Rockshow (Foto: Andri Susilo Putro) Agib Tanjung

Brilio.net - "Musik Captain Jack tidak pernah punya pagar! Jadi kami bebas memainkan musik apapun, kami bisa melakukan apapun yang kami mau. Seperti juga kalian, kalian tidak harus pakai baju hitam, pink, dan warna tertentu lainnya untuk mendukung kami. Yang penting kalian selalu bisa berguna untuk orang banyak."

Kalimat cerdas itu sangat kerap diucapkan dengan lantang oleh Momo, gitaris sekaligus vokalis dari Captain Jack. Namun pernyataan tegas itu kembali mereka suarakan pada Sabtu (2/5) malam. Ya, band indie modern rock kenamaan Jogja itu menggelar konser tunggal yang kedua kalinya di tahun 2015 ini.

Malam itu, Momo bersama Andi Babon (Drum), Surya Ismeth (Keyboard), Zuhdil Sanco (Gitar), dan Novan Maltuvanie (Bass) membesut konser dengan tajuk 'Kupu Kupu Baja Rockshow' yang digelar dengan meriah di Gedung Pusat Kebudayaan Koesnadi Hardjasoemantri (Purna Budaya) Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta.

Konsep konser ini terbilang istimewa karena mereka menggandeng 8 seniman sekaligus, yang seluruhnya adalah wanita (seniwati). Kupu Kupu Baja sendiri merupakan single andalan album keempat Captain Jack yang akhirnya dijadikan konsep dasar konser ini. Lagu itu memang bercerita tentang antipenindasan wanita, dan pembuktian eksistensi dari kaum hawa era modern bukanlah kaum yang lemah.

Konser 15 lagu itu dibuka dengan lagu Hati Hitam disambung dengan Musuhku Dalam Cermin. Seniman tari Mila Rosinta dipercaya menjadi kolaborator pertama untuk beraksi di dua lagu itu. Tak pernah dilakukan oleh Captain Jack sebelumnya, malam itu mereka tampil beda memakai jubah hitam dan topeng putih mengikuti arahan Mila 'menggila' dan menari di atas panggung.


Usai dibuka dengan penampilan 'sakit' dari Mila, pemain saxophone Rika Fadhila masuk mengisi Tak Ada Yang Datang, disusul drummer metal cilik Calsey Tory membawakan Monoton. Uniknya dalam lagu ini, Andi Babon bermain ritem gitar dan Ismeth memainkan perkusi.

Tensi penonton semakin memanas ketika Sarah New Day Is Over masuk berteriak keras di lagu Bukan Urusanmu. Sarah merupakan penyanyi band indie dari Kalimantan Selatan. Dengan suara scream khasnya, Sarah membuat lagu ini terasa sangat 'marah'.

Ada pula hal menarik dari konser ini. Tak seperti biasanya Momo mengungkap hal-hal yang sangat pribadi kepada Monster Jacker (fans fanatik Captain Jack). Momo mengumumkan secara resmi bahwa 'partner cintanya' adalah Ajeng Havinhell, yang malam itu juga masuk daftar kolaborator.

"Satu hal, pernah ada yang nanya ke aku, pendamping idealmu itu seperti apa? Stop, pendamping itu buat aku tidak ada! Kalian tahu pisang goreng dan kopi? Ngopi itu enaknya sama pisang goreng. Berarti pisang cuma kelas dua buat kopi, dinomorduakan. Pendamping itu ketika kamu jatuh, dia pasti juga akan jatuh. Buat aku yang penting dia bisa nolong aku naik aku ke atas kalau aku lagi jatuh. Aku nggak punya pendamping, tapi aku punya partner! Perkenalkan partnerku," teriak Momo disambut histeris ratusan Monster Jacker.

Ajeng membawakan lagu spesial Captain Jack berjudul Galau. Lagu ini belum pernah dibawakan sama sekali oleh mereka di atas panggung semenjak album keempatnya rilis pada tahun 2012 silam.

Usai berlonjak-lonjak dengan Ajeng, suasana didinginkan oleh vokal Riri dan Tea Datu dengan akordionnya. Terasa unik karena Captain Jack 'berani' mengajak Riri bernyanyi dengan format akustik sampai full band sekalipun. Vokalis cantik bertubuh tambun itu memang merupakan penyanyi jazz berbahaya yang sudah lama melintang dengan bandnya, Everyday. Riri pun mengaku tersanjung karena sudah dipercaya membawakan lagu bergenre rock, yang jarang dilakukannya sebelumnya.

Kolaborator terakhir adalah wanita cantik bernama Fitri Merawati. Wanita berhijab ini tak bernyanyi, namun berpuisi penuh di lagu Atas Nama Trauma.

Konser ini dihabisi dengan single Kupu Kupu Baja yang mengajak seluruh kolaborator wanita untuk maju dan bernyanyi bersama di panggung. Kupu Kupu Baja Rockshow ini sukses membuat Gedung Purna Budaya bergetar karena kor massal Monster Jacker sepanjang pertunjukan berlangsung.

"Tetep sangar nek iki. Sopo meneh band Jogja sing limo las tahun lirik lagune selalu cerdas, nggawe konser mesti wangun (Tetap sangar kalau ini. Siapa lagi band Jogja yang sudah 15 tahun berdiri lirik lagunya selalu cerdas, bikin konser juga selalu keren)," kata salah satu Monster Jacker asli Semarang yang merasa sangat puas jauh-jauh datang ke Jogja melihat konser idola mereka.

Lalu siapa lagi kira-kira band Jogja yang bakal menyusul membuat konsep konser membahana seperti ini?

SHARE NOW
EXPLORE BRILIO!
MOST POPULAR
Today Tags