1. Home
  2. ยป
  3. Life
25 September 2015 15:16

Asal usul nama bikini, kostum seksi cewek yang bikin cowok megap-megap

Saat ini bikini tergolong sebagai busana musim panas paling laku dijual. Dalam setahun, penjualannya mencapai 8 juta USD atau setara Rp 116 M. Ismarlina Mokodompit

Brilio.net - Siapa yang tak kenal bikini? Pakaian dalam khusus wanita ini sering mengundang kontroversi. Tak hanya di sejumlah negara berbasis kebudayaan timur saja, bahkan negara yang menganut kebebasan hak di dunia, Amerika Serikat pada dasawarsa 1950-an pernah memasang papan pengumuman di pinggir pantai untuk melarang memakai pakaian yang nggak sopan. Alasannya, memang busana renang yang terdiri dari bra dan panties hanya menutupi bagian paling intim dan buah dada wanita. Itu pun terkesan samar-samar memamerkan bagian tubuh. Ups!

Semula, adanya larangan wanita berbikini terjadi setelah orang-orang ramai membicarakan penemuan baju renang baru di Paris dan dipublikasikan secara besar-besaran. Tapi dibalik kontroversi mengenai bikini, asal usul nama bikini juga tak kalah menarik untuk ditelusuri.

Nah, nama bikini sendiri sebenarnya memiliki arti yang filosofis. Pada tahun 1946, seorang insinyur asal Paris, Louis Reard, menciptakan suatu busana renang yang dinamakan bikini. Reard terbilang berani mengambil risiko dengan terobosannya menciptakan busana renang nyaris telanjang dan sangat seksi. Busana renang menggoda yang memiliki model terbuka di bagian perut, lengan, dan paha ini menyebabkan banyak keributan ketika diperkenalkan. Alasannya bikini dinilai terlalu terbuka untuk wanita pada zaman tersebut. Selain itu, wanita pada era tersebut belum memiliki hak suara. Tapi bukan Prancis namanya kalau nggak mengejutkan dengan inovasi gila mereka.

Dilansir brilio.net dari Boldsky, Jumat (25/9), Reard menjelaskan bahwa nama bikini diambil dari sebuah pulau bernama Bikini Atoll yang terletak di utara Samudera Pasifik. Pulau ini sempat menjadi sorotan dunia. Sebab, mulai dari rentang tahun 1946 sampai 1958, ada 23 perangkat nuklir yang diledakkan Amerika Serikat di tujuh lokasi uji berbeda yang berada di Pulau Bikini Atoll.

Kontroversi seputar pengujian senjata nuklir tersebut tak hanya menyita waktu yang lama dan melelahkan bagi penduduk pulau tapi juga menarik perhatian Reard.

Terinspirasi dari kejadian tersebut akhirnya dia pun memutuskan untuk memberi nama busana renang ciptaannya itu dengan nama bikini. Reard berharap bahwa bikini yang berukuran kecil dapat menginspirasi dunia, layaknya bom atom, kecil tetapi mematikan.

BACA JUGA :
13 Cowok bergaya rambut bun bikin napas kaum hawa kembang kempis, aw!


Tampaknya harapan Reard itu benar terjadi. Terbukti dengan reaksi budaya serta penjualan komersial yang 'meledak' mirip dengan ledakan nuklir 1946 di Bikini Atoll.

Saat ini bikini tergolong sebagai busana musim panas yang paling laku dijual. Dalam satu tahun, penjualan bikini mencapai 8 juta USD atau setara dengan Rp 116 miliar. Itu pun hanya laporan penjualan di Amerika Serikat.

To think that a clever Parisian invented this is no surprise, they're known to be fashion forward in every sense. Well, harapan Reard terkabul sudah, meski bikini adalah komoditas yang penuh kontroversi, dikecam, namun tetap laris diperdagangkan.

BACA JUGA :
5 Inspirasi sepatu dari New York Fashion Week

SHARE NOW
EXPLORE BRILIO!
RELATED
MOST POPULAR
Today Tags