1. Home
  2. ยป
  3. Kesehatan
7 Desember 2020 22:41

Waspada, ini 9 bahaya jika meminum kopi secara berlebihan

Walaupun memiliki banyak manfaat kesehatan, namun jika dikonsumsi secara berlebihan kopi dapat menimbulkan bahaya. Shofia Nida
foto: freepik.com

Brilio.net - Indonesia merupakan salah satu negara yang menghasilkan kopi terbesar di dunia, dan memiliki berbagai macam jenis kopi dengan cita rasa dan aroma yang berbeda-beda. Jenis-jenis kopi sangatlah beragam, salah satu jenis kopi dari negara Indonesia yang kualitasnya sudah diakui dunia adalah kopi luwak.

Biasanya penikmat kopi adalah dari kalangan pria dari muda hingga tua. Mereka biasanya meminum kopi saat pagi hari sebelum bekerja, atau sebagai minuman untuk nongkrong bareng teman-teman. Saat ini banyak sekali kafe yang menawarkan beberapa menu minuman berdasarkan jenis kopi, dari mulai robusta, arabica dan lain sebagainya. Harga yang ditawarkan pun juga beragam tergantung jenisnya.

BACA JUGA :
Sering memakai produk kecantikan dan kesehatan kulit, ingat 3 hal ini


Kopi termasuk salah satu minuman sehat yang paling banyak dikonsumsi. Sebagian besar jenis kopi mengandung kafein, zat yang dapat meningkatkan mood, metabolisme, dan kinerja mental dan fisik. Walaupun memiliki banyak manfaat kesehatan, namun jika dikonsumsi secara berlebihan kopi dapat menimbulkan bahaya.

Sebuah penelitian oleh Mayo Clinic menemukan bahwa pria yang minum lebih dari empat cangkir kopi mengalami peningkatan sebesar 21% dalam semua penyebab kematian. Penelitian menunjukkan bahwa konsumsi kopi atau kafein dalam sehari tidak boleh lebih dari 400 mg atau dua cangkir. Berikut 9 bahaya jika kamu meminum kopi secara berlebihan, brilio.net lansir dari healthline.com padaSenin (7/12).

1. Menimbulkan kecemasan.

BACA JUGA :
WHO perketat pedoman pemakaian masker untuk cegah Covid-19

foto: freepik.com

Kopi mengandung kafein. Menurut penelitian yang dilakukan oleh National Institutes of Health, Department of Health and Human Services, Baltimore, USA, kafein pada kopi bekerja dengan menghalangi efek adenosin, zat kimia otak yang membuat seseorang merasa lelah.

Faktanya, gangguan kecemasan yang diinduksi kafein adalah salah satu dari empat sindrom terkait kafein yang tercantum dalam Manual Diagnostik dan Statistik Gangguan Mental (DSM), yang diterbitkan oleh American Psychiatric Association. Asupan harian yang sangat tinggi 1.000 mg atau lebih per hari telah dilaporkan menyebabkan kegugupan, gelisah dan gejala serupa pada kebanyakan orang, sedangkan asupan sedang, dapat menyebabkan efek serupa pada individu yang sensitif terhadap kafein.

2. Mengakibatkan insomnia.

foto: freepik.com

Sering kali seseorang yang sedang dikejar deadline tugas akan meminum kopi di malam hari supaya mereka tidak mengantuk. Namun jika ini dilakukan terus menerus maka kopi akan mengakibatkan insomnia. Centre for Sleep Research, University of South Australia, menemukan bahwa asupan kafein yang berlebih dapat mengganggu jadwal dan waktu tidur. Kopi juga dapat mengurangi total waktu tidur, terutama pada orang tua. Sebaliknya, kafein dalam jumlah rendah atau sedang tampaknya tidak terlalu mempengaruhi waktu dan kualitas tidur seseorang.

Satu studi menyelidiki bagaimana waktu konsumsi kafein memengaruhi tidur. Peneliti memberi 12 orang dewasa yang sehat, sebanyak 400 mg kafein baik enam jam sebelum tidur, tiga jam sebelum tidur atau segera sebelum waktu tidur. Hasil ini menunjukkan bahwa penting untuk memperhatikan jumlah dan waktu meminum kopi untuk mengoptimalkan tidur seseorang.

3. Menimbulkan masalah pencernaan.

foto: freepik.com

Banyak orang menemukan bahwa secangkir kopi pagi membantu buang air besar mereka. Efek pencahar kopi telah dikaitkan dengan pelepasan gastrin, hormon yang diproduksi perut yang mempercepat aktivitas di usus besar. Penelitian oleh Department of Internal Medicine, University of Iowa College of Medicine, USA menemukan bahwa kafein sendiri tampaknya juga merangsang gerakan usus dengan meningkatkan gerak peristaltik, kontraksi yang memindahkan makanan melalui saluran pencernaan.

Mengingat efek ini, tidak mengherankan bahwa kafein dalam dosis besar dapat menyebabkan buang air besar atau bahkan diare pada beberapa orang.

4. Kerusakan otot rhabdomyolysis.

foto: freepik.com

Kerusakan ini adalah kondisi yang sangat serius di mana serat otot yang rusak memasuki aliran darah, yang menyebabkan gagal ginjal dan masalah lainnya. Penyebab umum rhabdomyolysis termasuk trauma, infeksi, penyalahgunaan obat-obatan, ketegangan otot, dan gigitan ular atau serangga beracun. Selain itu, ada beberapa laporan tentang rhabdomyolysis terkait dengan asupan kafein yang berlebihan, meskipun ini relatif jarang.

Dalam satu kasus menurut laporan penelitian oleh Department of Medicine, Tri-Service General Hospital, National Defense Medical Center, Taiwan, seorang wanita mengalami mual, muntah dan urin gelap setelah minum 32 ons (1 liter) kopi yang mengandung sekitar 565 mg kafein. Ini tentu disebabkan oleh dosis kafein yang besar untuk dikonsumsi dalam waktu singkat, terutama bagi seseorang yang tidak terbiasa atau sangat peka terhadap efeknya.

5. Menyebabkan kecanduan.

foto: freepik.com

Terlepas dari semua manfaat kesehatan yang didapatkan dari kopi, tidak dapat disangkal bahwa itu dapat menyebabkan kecanduan. Sebuah penelitian oleh Faculte de Medecine, Strasbourg, France mendapati bahwa, meski kafein memicu zat kimia otak tertentu yang serupa dengan cara kokain dan amfetamin, kafein tidak menyebabkan kecanduan klasik seperti obat-obatan ini. Namun, kafein dapat menyebabkan ketergantungan psikologis atau fisik, terutama pada dosis yang tinggi.

6. Mengakibatkan tekanan darah tinggi.

foto: freepik.com

Secara keseluruhan, kafein tampaknya tidak meningkatkan risiko penyakit jantung atau stroke pada kebanyakan orang. Namun, telah terbukti kafein dalam kopi dapat meningkatkan tekanan darah dalam beberapa penelitian, karena efek stimulasi pada sistem saraf. Tekanan darah tinggi merupakan faktor risiko serangan jantung dan stroke karena dapat merusak arteri dari waktu ke waktu, sehingga membatasi aliran darah ke jantung dan otak seseorang. Asupan kafein yang tinggi juga telah terbukti meningkatkan tekanan darah selama olahraga pada orang sehat, serta pada mereka yang tekanan darahnya sedikit meningkat.

7. Jantung berdebar-debar.

foto: freepik.com

Efek stimulasi dari asupan kafein yang tinggi dapat menyebabkan jantung seseorang berdetak lebih cepat. Dalam satu studi kasus oleh Department of Emergency Medicine, New York University School of Medicine, seorang wanita yang mengonsumsi bubuk kafein berdosis besar dan obat-obatan dalam percobaan bunuh diri mengalami peningkatan detak jantung yang sangat cepat, gagal ginjal dan masalah kesehatan serius lainnya.

Namun, efek ini sepertinya tidak terjadi pada semua orang. Memang, bahkan beberapa orang dengan masalah jantung mungkin dapat mentolerir kafein dalam jumlah besar tanpa efek samping.

8. Memicu kelelahan berlebih.

foto: freepik.com

Kopi diketahui dapat meningkatkan energi. Namun, mereka juga dapat memiliki efek sebaliknya dengan menyebabkan kelelahan setelah kafein meninggalkan sistem syaraf tubuh seseorang. Satu rangkuman dari Cedars-Sinai Medical Center dalam 41 studi menemukan bahwa meskipun minuman energi berkafein dapat meningkatkan kewaspadaan dan meningkatkan suasana hati selama beberapa jam, partisipan sering kali lebih lelah daripada biasanya pada hari berikutnya.

9. Membuat seseorang sering buang air kecil.

foto: freepik.com

Peningkatan buang air kecil adalah efek samping umum dari asupan kafein yang tinggi karena efek stimulasi senyawa tersebut pada kandung kemih. Sebagian besar penelitian yang mengamati efek senyawa tersebut pada frekuensi buang air kecil telah difokuskan pada orang tua dan orang-orang dengan kandung kemih yang terlalu aktif atau inkontinensia. Sehingga mengonsumsi kopi secara berlebihan dapat memicu seseorang untuk sering buang air kecil.


SHARE NOW
EXPLORE BRILIO!
RELATED
MOST POPULAR
Today Tags