1. Home
  2. ยป
  3. Kesehatan
25 Juni 2019 12:04

Sering nggak disadari, 7 kebiasaan ini memicu osteoporosis dini

Osteoporosis nggak hanya menyerang orang dewasa. Lola Lolita

Brilio.net - Osteoporosis selama ini identik dengan penyakit tulang yang diderita orang lanjut usia, terlebih lagi pada wanita. Padahal, penyakit ini sebenarnya bisa menyerang oranng-orang dari segala usia.

Dikutip dari Liputan6.com, Selasa (25/6), osteoporosis sendiri merupakan salah satu penyakit tulang yang mengakibatkan pengeroposan tulang akibat berkurangnya kepadatan. Bagian dalam tulang yang sehat memiliki rongga kecil, seperti sarang lebah. Osteoporosis adalah keadaan di mana ukuran rongga-rongga ini, menyebabkan tulang kehilangan kekuatan dan kepadatan.


Penderita osteoporosis berisiko tinggi patah tulang saat melakukan kegiatan rutin seperti berdiri atau berjalan. Tulang yang paling sering terkena adalah tulang rusuk, pinggul, dan tulang di pergelangan tangan dan tulang belakang. Osteoporosis dapat disebabkan oleh faktor usia, menopause pada wanita, kondisi medis atau pengobatan tertentu, kurangnya nutrisi hingga pola hidup yang tidak sehat.

Osteoporosis dini dapat diderita oleh seseorang di usia muda, hal ini dapat disebabkan oleh pola hidup yang tidak sehat. Terkadang kebiasaan-kebiasaan yang dilakukan tiap hari tanpa disadari mampu memicu timbulnya osteoporosis dini. Berikut tujuh kebiasaan yang nggak banyak disadari dapat memicu osteoporosis, seperti diulas dalam Readers Digest.

1. Jarang bergerak.

foto: istimewa

Kalau kamu menjalani gaya hidup yang tidak aktif, maka secara tidak sengaja hal ini bakal meningkatkan peluang terkena osteoporosis. "Tulang adalah jaringan hidup dan merespons beban," kata Jonathan Lee, MD, seorang dokter spesialis ortopedi di Montefiore Health System di Bronx, New York.

"Untuk tulang, semakin banyak kamu menggunakannya, semakin banyak ia akan beradaptasi dan memperkuat jaringannya. Demikian juga, jika jarang digunakan untuk bergerak atau melakukan pemuatan, fungsi tulang akan sia-sia," tambahnya. Aktivitas seperti berjalan mungkin lebih baik untuk pencegahan osteoporosis.

2. Makan daging berlebih.

foto: istimewa

Diet Paleo atau diet lain yang berfokus pada protein seperti Atkins bisa berakibat buruk bagi tulang. Tetapi bahkan jika tidak sedang diet pun, mengonsumsi terlalu banyak daging yang merupakan sumber protein tidaklah baik untuk kepadatan tulang.

Makanan tinggi protein dapat menyebabkan ginjal mengeluarkan lebih banyak kalsium. Karena kalsium adalah salah satu blok pembangun utama tulang, kehilangan kalsium dapat berkontribusi pada penurunan kepadatan mineral tulang yang dapat menyebabkan osteoporosis.

3. Terlalu banyak garam.

foto: istimewa

Faktor makanan lain yang bisa berkontribusi terhadap keropos tulang adalah terlalu banyak garam. Asupan garam yang tinggi meningkatkan tekanan darah. Ketika ginjal bekerja untuk mengeluarkan natrium, kalsium juga dikeluarkan dari aliran darah.

Sebuah studi dari Jepang yang dipresentasikan pada pertemuan The Endocrine Society menunjukkan bahwa wanita pascamenopause yang memiliki asupan natrium empat kali lebih tinggi. Lebih mungkin untuk memiliki fraktur vertebralis (non-spinal) dibandingkan fraktur dengan asupan sodium rendah. Jumlah konsumsi garam yang disarankan adalah 2.300 mg setiap hari.

4. Kurang sinar matahari.

foto: istimewa

Meskipun tabir surya sangat penting untuk mengurangi risiko kanker kulit, vitamin D tetap dibutuhkan untuk membantu proses penyerapan kalsium. Vitamin D diperlukan agar tubuh berhasil menyerap dan menggunakan kalsium, salah satu bahan pembentuk tulang yang mendasar.

Menurut National Osteoporosis Foundation, orang dewasa di bawah 50 tahun membutuhkan 400-800 IU vitamin D setiap hari, dan orang dewasa di atas 50 tahun membutuhkan 800-1.000 IU setiap hari. Akan lebih baik kalai kamu bicarakan dengan dokter tentang kebutuhan spesifik berdasarkan tempat tinggal, jam berapa saja harus berkontak dengan sinar matahari dan apa makanan kaya vitamin D yang dapat kamu makan.

5. Ngopi berlebihan.

foto: istimewa

Kopi tampaknya baik untuk kamu pada suatu waktu, namun dapat menjadi hal buruk di waktu lainnya. Jonathan Lee, MD, seorang dokter ortopedi di Montefiore Health System di Bronx, New York menyatakan, bahwa bagaimana kafein mempengaruhi tulang tampaknya lebih menjadi masalah potensial bagi wanita yang dewasa.

"Para peneliti yang mempelajari mekanisme mengapa kafein dapat berkontribusi pada keropos tulang tampaknya menyimpulkan bahwa efeknya hanya terjadi pada tidak adanya jumlah estrogen yang signifikan, jadi itu mungkin lebih merupakan masalah pada wanita pasca-menopause," jelasnya.

6. Diet ketat.

foto: istimewa

Meski berat badan yang sehat itu baik, menurunkan terlalu banyak berat badan bisa sangat buruk bagi tulang kamu. Seperti halnya olahraga, tulang harus dimuat secara memadai untuk merangsang mereka cukup untuk menanggapi beban dan menghasilkan lebih banyak tulang 'baik' secara biomekanik.

Indeks massa tubuh kurang dari 19 dianggap sebagai faktor risiko osteoporosis. Mereka yang kekurangan berat badan mungkin juga menderita kekurangan gizi, yang dapat berkontribusi terhadap osteoporosis juga.

7. Komsumsi soda.

foto: istimewa

Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa soda (khususnya cola) telah dikaitkan dengan keropos tulang. Klinik Cleveland mengatakan reaksi ini bisa berupa kafein atau kadar asam fosfat, yang dapat melepaskan kalsium dari tulang.

Sebagai contoh, soda sering dikaitkan dengan pengikisan lapisan gigi yang menyebabkan gigi keropis. Jika harus minum soda, pastikan kamu juga mendapatkan cukup sumber kalsium dari yang lain.

SHARE NOW
EXPLORE BRILIO!
MOST POPULAR
Today Tags