1. Home
  2. ยป
  3. Kesehatan
8 Februari 2026 09:10

Jam kerja ideal menurut sains: Mengapa mulai pukul 10.00 lebih produktif?

Ketika aturan sosial memaksa seseorang bekerja saat tubuh sebenarnya masih membutuhkan tidur, konsekuensi kesehatannya tidak bisa diabaikan. Agustin Wahyuningsih
foto: Freepik

Brilio.net - Selama ini, memulai pekerjaan pada pukul 08.00 pagi sering dianggap sebagai standar kedisiplinan. Namun, temuan dari Dr. Paul Kelley dari Sleep and Circadian Neuroscience Institute, Universitas Oxford, justru menunjukkan fakta sebaliknya. Memaksa tubuh untuk aktif sebelum pukul 10.00 pagi dinilai dapat menyiksa sistem biologis manusia secara serius karena bertentangan dengan ritme alami tubuh.

Setiap individu memiliki jam internal atau ritme sirkadian yang mengatur siklus bangun dan istirahat. Ketika aturan sosial memaksa seseorang bekerja saat tubuh sebenarnya masih membutuhkan tidur, konsekuensi kesehatannya tidak bisa diabaikan.

BACA JUGA :
Ini aturan jam kerja PNS selama Ramadan


Dampak Stres pada Organ Vital akibat Kurang Tidur

Bekerja terlalu pagi menyebabkan banyak pekerja mengalami kekurangan tidur kronis. Kondisi ini tidak hanya mengakibatkan rasa kantuk, tetapi juga memberikan tekanan berat pada organ vital seperti jantung dan otak.

Paparan stres biologis ini berdampak pada penurunan kemampuan fokus, meningkatnya kecemasan, serta melemahnya sistem imun yang membuat seseorang lebih rentan jatuh sakit. Analisis terhadap kelompok chronotype (tipe jam biologis) malam, menurut penelitian Dr. Paul Kelley dkk, menunjukkan bahwa jam kerja yang terlalu pagi memberikan dampak negatif yang signifikan terhadap kesehatan subjektif dan kepuasan hidup.

Solusi Medis: Sinkronisasi Jam Kerja dengan Ritme Sirkadian

BACA JUGA :
Perdana menteri 34 tahun ini rancang 4 hari kerja di Finlandia

foto: Freepik

Berdasarkan analisis sirkadian, dikutip dari laman researchgate.net, sinkronisasi waktu kerja dengan waktu biologis masing-masing individu sangat memungkinkan untuk mengoptimalkan performa. Menggeser waktu mulai kerja menjadi pukul 10:00 pagi dipandang sebagai solusi medis yang mendukung kesehatan fisik dan mental.

Langkah ini bukanlah bentuk kemalasan, melainkan strategi cerdas agar tubuh mendapatkan istirahat yang cukup. Dengan tidur selama 8 jam dan waktu mulai kerja yang tepat, kreativitas akan menjadi lebih tajam, pengambilan keputusan lebih rasional, dan energi menjadi lebih stabil sepanjang hari.

FAQ: Informasi Terkait Jam Kerja dan Ritme Tubuh

1. Apa yang dimaksud dengan chronotype dalam dunia kerja?

Chronotype adalah klasifikasi jam biologis seseorang yang menentukan kapan mereka merasa paling berenergi, seperti tipe "pagi" yang produktif di awal hari atau tipe "malam" yang lebih optimal bekerja saat hari sudah siang atau sore.

2. Apakah jam kerja fleksibel lebih baik daripada jam kerja tetap pukul 10:00?

Secara sirkadian, rentang waktu mulai kerja yang luas (pukul 07.00 hingga 16.00) memungkinkan sinkronisasi biologis yang lebih baik bagi setiap kelompok chronotype asalkan durasi tidur terpenuhi.

3. Bagaimana pengaruh jam kerja pagi terhadap produktivitas perusahaan?

Bekerja sesuai ritme biologis terbukti mempertajam kreativitas dan membuat pengambilan keputusan lebih rasional, yang secara langsung berkontribusi pada peningkatan produktivitas secara keseluruhan.

4. Apakah 8 jam tidur benar-benar cukup jika tetap harus bekerja pagi?

Meskipun durasi 8 jam sudah ideal, waktu mulai kerja tetap harus disinkronkan dengan jam biologis agar performa tetap optimal dan tidak memicu stres pada jantung maupun otak.

SHARE NOW
RELATED
MOST POPULAR
Today Tags